LARANTUKA-NTT – SELASA (5/5/2026), baranewsriau.com / Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) menggelar program _AKPERSI Goes To School_ di SMA Negeri 1 Larantuka pada Senin, 4 Mei 2026. Program diinisiasi DPD AKPERSI NTT bersama DPC AKPERSI Flores Timur dalam rangkaian peringatan _World Press Freedom Day, Senin 4 Mei 2026.
Ketua DPD AKPERSI NTT, Djuwenchayanna Diaz, C.BJ., menekankan kebebasan pers sebagai fondasi demokrasi yang harus dibarengi tanggung jawab moral.
“Sebagai pelajar, kita punya peran krusial: cek fakta, lawan hoaks, dan dukung jurnalisme berkualitas,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia mengingatkan tantangan pers saat ini, mulai dari kriminalisasi jurnalis hingga ancaman keamanan digital. Menurutnya, literasi adalah tameng utama menghadapi gempuran informasi palsu.
Sekretaris DPD AKPERSI NTT, Yurgo Purab, memberi materi teknis penulisan berita pola piramida terbalik dan penempatan lead efektif.
“Tujuannya agar adik-adik mampu menjadi jurnalis warga yang mendukung kerja keprofesian kami,” ucapnya.
Yurgo juga mengingatkan bahaya jejak digital dan modus kejahatan siber seperti phishing, malware, hingga _social engineering_. Ia minta siswa waspada terhadap pesan asing yang mengatasnamakan lembaga resmi.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMA Negeri 1 Larantuka, Silvester Witin, S.Fil., menyambut positif kolaborasi ini.
“Kami melihat dampak positif bagi siswa yang terlibat dalam dunia tulis-menulis. Kami berharap kerja sama ini berlanjut,” kata Silvester.
Kegiatan interaktif diakhiri sesi tanya jawab. Siswa antusias berdiskusi mengenai risiko keamanan jurnalis serta cara menjaga integritas informasi di media sosial.
Sumber: Ketum AKPERSI
Editor: Rosbinner.Hutagaol
(AKPERSI Kota Pekanbaru-Riau)





















































