ROHUL-RIAU, baranewsriau.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau (UNRI) hadir membawa semangat baru di Desa Kumain, Kecamatan Tandun, Kabupaten Rokan Hulu. Melalui Workshop Pertanian dan Praktik Pembuatan Eco-Enzyme yang digelar di Balai Desa Kumain. Mahasiswa mengajak warga untuk lebih berdaya dalam mengelola lahan dan limbah, Senin (27/7/2026).
Kegiatan ini diikuti perangkat desa, kelompok tani, ibu-ibu PKK, dan masyarakat Desa Kumain, yang digelar Sabtu (11/7/2016).
Berdaya Mengelola Tanah PMK
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam workshop, mahasiswa memberikan edukasi mengenai karakteristik tanah Podsolik Merah Kuning (PMK/Ultisol) yang dominan di wilayah Riau.
Tanah PMK memiliki keasaman tinggi, kandungan unsur hara rendah, mudah mengalami pencucian, serta dipengaruhi curah hujan.
“Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan dalam budidaya tanaman. Diperlukan pengelolaan yang tepat agar lahan dapat dimanfaatkan secara optimal,” jelas mahasiswa Kukerta UNRI.
Untuk menjawab tantangan itu, warga diperkenalkan cara memperbaiki tanah PMK.
Penggunaan bahan organik seperti kompos, pupuk kandang, dan Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) dinilai mampu memperbaiki struktur tanah. Pengapuran dengan dolomit juga disampaikan untuk meningkatkan pH tanah dan mengurangi pengaruh aluminium.
Mahasiswa juga membagikan strategi perawatan tanaman, seperti pemberian pupuk secara bertahap agar unsur hara tidak mudah hilang.
Warga direkomendasikan menanam tanaman pekarangan yang mudah dirawat seperti kangkung, bayam, sawi, selada, cabai, serai, jahe, kunyit, dan kencur.
Berdaya Mengolah Limbah Jadi Eco-Enzyme Bagian penting dari kegiatan ini adalah praktik pembuatan Eco-Enzyme.
Eco-Enzyme diperkenalkan sebagai cairan hasil fermentasi limbah organik, gula, dan air yang bermanfaat meningkatkan mikroorganisme tanah, mempercepat penguraian bahan organik, serta dapat digunakan sebagai pupuk cair dan pestisida alami.
Dalam sesi praktik, mahasiswa mendemonstrasikan tahapan pembuatan mulai dari pemilihan limbah organik, perbandingan bahan, proses pencampuran, penggunaan wadah fermentasi, hingga penyimpanan.
Peserta juga diberi penjelasan hal-hal penting agar proses fermentasi berjalan baik.
Eco-Enzyme yang dihasilkan dapat diencerkan dan diaplikasikan melalui penyiraman di sekitar perakaran atau penyemprotan pada daun. Ampas fermentasi pun masih bisa dimanfaatkan sebagai bahan kompos.
Diskusi dan Harapan Pengabdian
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan terkait pengelolaan tanah PMK, proses fermentasi Eco-Enzyme, serta cara penggunaannya pada tanaman di pekarangan maupun lahan pertanian.
Ketua Kelompok Kukerta UNRI Desa Kumain menyampaikan workshop ini merupakan bentuk pengabdian mahasiswa melalui penerapan ilmu selama perkuliahan.
“Melalui kegiatan ini kami berharap masyarakat memperoleh tambahan pengetahuan mengenai pengelolaan tanah PMK serta pemanfaatan Eco-Enzyme yang dapat diterapkan sesuai kebutuhan. Harapannya, materi yang disampaikan dapat menjadi referensi bagi masyarakat dalam mengelola lahan pertanian maupun memanfaatkan limbah organik rumah tangga,” ujarnya.
Dengan kegiatan ini, mahasiswa Kukerta UNRI berharap masyarakat Desa Kumain semakin berdaya dalam bertani dan bijak dalam memanfaatkan limbah organik rumah tangga.
Sumber: Mahasiswa Kukerta UNRI Desa Kumain
Editor: Rosbinner Hutagaol





















































