Desakan Usut Mafia Importir di Jalur Laut Rohil Menguat, Kapolda Riau Diminta Perketat Pengawasan di Tiga Kecamatan

ALEK MARZEN

- Redaktur

Minggu, 26 Juli 2026 - 22:27 WIB

5038 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ROHIL, Baranewsriau.com, Desakan kepada aparat penegak hukum (APH) untuk memperkuat pengawasan terhadap aktivitas impor ilegal melalui jalur laut di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) kembali menguat. Minggu (26/7).

Kapolda Riau diminta memberikan perhatian khusus terhadap dugaan aktivitas mafia importir yang diduga memanfaatkan sejumlah pelabuhan tidak resmi atau yang kerap disebut pelabuhan tikus di wilayah pesisir.

Sorotan tersebut tertuju pada tiga kecamatan, yakni Kecamatan Bangko, Kecamatan Sinaboi, dan Kecamatan Pekaitan, yang memiliki akses langsung ke perairan Selat Malaka. Kondisi geografis tersebut dinilai berpotensi dimanfaatkan sebagai jalur keluar-masuk barang secara ilegal apabila pengawasan tidak dilakukan secara maksimal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Masyarakat berharap Polda Riau melakukan penyelidikan secara menyeluruh terhadap dugaan jaringan mafia importir yang diduga beroperasi melalui pelabuhan-pelabuhan tidak resmi di kawasan tersebut. Selain penegakan hukum, pengawasan yang konsisten juga dinilai penting untuk menutup ruang bagi praktik penyelundupan yang merugikan negara.

Baca Juga :  Babinsa Koramil 04/Kubu Dampingi Penyaluran BLT/DD Desa Teluk Nilap Jaya.

Kapolda Riau juga diharapkan menginstruksikan seluruh jajaran kepolisian, khususnya Polsek yang berada di wilayah Bangko, Sinaboi, dan Pekaitan, agar lebih meningkatkan kewaspadaan, memperkuat patroli, serta peka terhadap berbagai potensi ancaman, gangguan keamanan, dan pelanggaran hukum di wilayah hukumnya masing-masing.

Menurut berbagai pihak, pengawasan terhadap jalur laut tidak hanya berkaitan dengan dugaan masuknya komoditas impor secara ilegal, seperti buah-buahan maupun bawang dari luar negeri. Lebih jauh, terdapat kekhawatiran bahwa jalur yang sama juga dapat dimanfaatkan oleh jaringan kejahatan lintas negara untuk menyelundupkan barang-barang terlarang, termasuk narkotika.

Kekhawatiran tersebut dinilai perlu menjadi perhatian serius seluruh pemangku kepentingan, mengingat posisi strategis Rokan Hilir yang berbatasan dengan jalur pelayaran internasional. Oleh karena itu, sinergi antara Polda Riau, Polres Rokan Hilir, Bea dan Cukai, TNI AL, Bakamla, serta instansi terkait dinilai menjadi langkah penting dalam memperkuat pengawasan kawasan pesisir.

Baca Juga :  Cegah Penularan PMK,Babinsa koramil 04/Kubu Cek Ternak kambing.

Selain penegakan hukum, masyarakat juga berharap pemerintah dan aparat keamanan meningkatkan pengawasan terhadap pelabuhan-pelabuhan tidak resmi yang selama ini diduga menjadi titik rawan aktivitas ilegal. Langkah preventif dan penindakan yang terukur diharapkan mampu memberikan efek jera sekaligus mempersempit ruang gerak para pelaku penyelundupan.

Masyarakat berharap Kapolda Riau memberikan perhatian khusus terhadap persoalan tersebut melalui langkah-langkah yang terukur sesuai kewenangan, sehingga keamanan wilayah pesisir Rokan Hilir tetap terjaga dan potensi ancaman terhadap masyarakat, khususnya generasi muda dari bahaya narkotika dan kejahatan lintas negara, dapat dicegah sejak dini.

Catatan redaksi: Berita ini memuat aspirasi dan harapan masyarakat kepada aparat penegak hukum. Dugaan mengenai aktivitas impor ilegal maupun potensi penyalahgunaan jalur laut untuk tindak pidana merupakan hal yang memerlukan pembuktian melalui penyelidikan dan proses hukum oleh instansi yang berwenang.

 

 

Laporan: Alek Marzen

Berita Terkait

Workshop Pertanian UNRI Ajak Warga Kumain Berdaya
Diduga Terjadi Kerusakan Bibit Mangrove Di Teluk Pulai, LSM KPK RI Ingatkan Pentingnya Perlindungan Kawasan Pesisir Dan Penegakan Hukum.
Polsek Kubu Pantau Kesiapan Lahan Tanam Jagung Kuartal II 2026 Guna Dukung Ketahanan Pangan.
Bersama LAMR Meranti Rawat Mangrove Demi Masa Depan
PEMKAB Rohil dan PT JATIM Bersinergi Percepat Perbaikan Jalan Sudirman–Pelita Kuba
Polda Riau Diapresiasi BKSDA Ungkap Kasus Rusak Mangrove 118 Ha
Kaban Kesbangpol Rohil: Pemusatan Karantina Calon Paskibraka Dimulai 27 Juli
Cegah Risiko Kehamilan, IKTA Perkuat Kader Posyandu Lubuk Siam

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 20:51 WIB

Diduga Terjadi Kerusakan Bibit Mangrove Di Teluk Pulai, LSM KPK RI Ingatkan Pentingnya Perlindungan Kawasan Pesisir Dan Penegakan Hukum.

Senin, 27 Juli 2026 - 13:38 WIB

Polsek Kubu Pantau Kesiapan Lahan Tanam Jagung Kuartal II 2026 Guna Dukung Ketahanan Pangan.

Minggu, 26 Juli 2026 - 22:27 WIB

Desakan Usut Mafia Importir di Jalur Laut Rohil Menguat, Kapolda Riau Diminta Perketat Pengawasan di Tiga Kecamatan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 16:31 WIB

Kaban Kesbangpol Rohil: Pemusatan Karantina Calon Paskibraka Dimulai 27 Juli

Sabtu, 25 Juli 2026 - 13:39 WIB

Zul Komandan Apresiasi Langkah Polda Riau Berantas Mafia Lahan di Pasir Limau Kapas

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:25 WIB

Kapolda Riau, Bupati Rohil dan Kejaksaan Sidak Lokasi Perusakan Mangrove di Rokan Hilir

Jumat, 24 Juli 2026 - 11:43 WIB

Nama AG Disebut dalam Dugaan Aktivitas Bongkar Muat Bawang di Sinaboi

Kamis, 23 Juli 2026 - 23:57 WIB

Aktivitas Bongkar Muat Bawang di Sinaboi Disorot, Laporan Masyarakat Direspons Layanan 110 Polres Rohil

Berita Terbaru

ROKAN HULU

Workshop Pertanian UNRI Ajak Warga Kumain Berdaya

Senin, 27 Jul 2026 - 23:26 WIB

KEPULAUAN MERANTI

Bersama LAMR Meranti Rawat Mangrove Demi Masa Depan

Minggu, 26 Jul 2026 - 15:50 WIB