Warga dilatih jualan online dan kembangkan olahan mochi durian serta lumpia ubi
PEKANBARU, baranewsriau.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Riau (UNRI) Desa Pematang Duku Timur menggelar pelatihan pemberdayaan UMKM, Rabu (8/7/2026).
Kegiatan bertema “Pemberdayaan UMKM Desa Melalui Pelatihan Pemasaran Digital Berbasis Potensi Lokal untuk Meningkatkan Inovasi, Kreativitas, dan Kualitas Usaha” ini diikuti pelaku UMKM, Tim PKK, remaja, dan masyarakat.
Program ini berada di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan Rina Susanti, S.Sos., M.Si.
Fokus Pada Digital Marketing dan Inovasi
Ketua KKN UNRI Desa Pematang Duku Timur, Gilberd Jhon Paskah Nababan, menyampaikan pelatihan bertujuan membekali warga keterampilan baru.
“Melalui kegiatan ini kami berharap pelaku UMKM memperoleh wawasan pemasaran digital sehingga produk unggulan Desa Pematang Duku Timur semakin dikenal dan memiliki nilai jual lebih baik,” kata Gilberd.
Kegiatan dibuka Kepala Seksi Kesejahteraan Desa Pematang Duku Timur, Muhammad Zailani. Ia mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN yang menghadirkan pelatihan sesuai kebutuhan desa.
“Kami berharap produk UMKM desa tidak hanya dipasarkan di sekitar, tetapi juga dikenal hingga luar daerah lewat pemasaran digital,” ujarnya.
3 Materi Utama: Konten, Marketplace, dan Produk
Pelatihan dibagi 3 sesi.
Pertama, materi digital marketing dan pentingnya pemasaran online bagi UMKM.
Kedua, pendampingan pembuatan konten digital serta penggunaan WhatsApp Business, TikTok, Instagram, Facebook, dan marketplace Shopee serta Tokopedia.
Ketiga, pelatihan inovasi produk. Mahasiswa memperkenalkan olahan baru berbahan dasar lokal yaitu mochi durian dan lumpia ubi singkong. Peserta juga diberikan brosur resep dan sampel untuk dicicipi.
Sesi berlangsung interaktif dengan tanya jawab. Antusiasme peserta tinggi terutama saat membahas strategi marketplace dan saat mencoba produk inovasi.
PKK: Bahan Lokal Bisa Jadi Produk Bernilai
Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Desa Pematang Duku Timur, Silawati, menyambut baik pelatihan ini.
“Alhamdulillah kami puas. Selama ini belum tahu durian dan singkong bisa diolah jadi produk menarik. Terima kasih adik-adik KKN sudah beri motivasi,” katanya.
Ia menyebut salah satu warga produsen kue siap mencoba resep mochi durian dan lumpia ubi yang diperkenalkan.
Diharapkan pelatihan ini menjadi awal kemandirian ekonomi desa berbasis potensi lokal dan teknologi digital.
Sumber: Tim KKN UNRI Desa Pematang Duku Timur
Editor: Rosbinner Hutagaol









































