Workshop Pertanian UNRI Ajak Warga Kumain Berdaya

ROSBINNER HUTAGAOL

- Redaktur

Senin, 27 Juli 2026 - 23:26 WIB

5020 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ROHUL-RIAU, baranewsriau.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau (UNRI) hadir membawa semangat baru di Desa Kumain, Kecamatan Tandun, Kabupaten Rokan Hulu. Melalui Workshop Pertanian dan Praktik Pembuatan Eco-Enzyme yang digelar di Balai Desa Kumain. Mahasiswa mengajak warga untuk lebih berdaya dalam mengelola lahan dan limbah, Senin (27/7/2026).

Kegiatan ini diikuti perangkat desa, kelompok tani, ibu-ibu PKK, dan masyarakat Desa Kumain, yang digelar Sabtu (11/7/2016).

Berdaya Mengelola Tanah PMK

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam workshop, mahasiswa memberikan edukasi mengenai karakteristik tanah Podsolik Merah Kuning (PMK/Ultisol) yang dominan di wilayah Riau.

Tanah PMK memiliki keasaman tinggi, kandungan unsur hara rendah, mudah mengalami pencucian, serta dipengaruhi curah hujan.

“Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan dalam budidaya tanaman. Diperlukan pengelolaan yang tepat agar lahan dapat dimanfaatkan secara optimal,” jelas mahasiswa Kukerta UNRI.

Untuk menjawab tantangan itu, warga diperkenalkan cara memperbaiki tanah PMK.

Penggunaan bahan organik seperti kompos, pupuk kandang, dan Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) dinilai mampu memperbaiki struktur tanah. Pengapuran dengan dolomit juga disampaikan untuk meningkatkan pH tanah dan mengurangi pengaruh aluminium.

Baca Juga :  Tersangka Kasus Pencurian Honda Beat Diamankan Personil Polsek Ujung Batu

Mahasiswa juga membagikan strategi perawatan tanaman, seperti pemberian pupuk secara bertahap agar unsur hara tidak mudah hilang.

Warga direkomendasikan menanam tanaman pekarangan yang mudah dirawat seperti kangkung, bayam, sawi, selada, cabai, serai, jahe, kunyit, dan kencur.

Berdaya Mengolah Limbah Jadi Eco-Enzyme Bagian penting dari kegiatan ini adalah praktik pembuatan Eco-Enzyme.

Eco-Enzyme diperkenalkan sebagai cairan hasil fermentasi limbah organik, gula, dan air yang bermanfaat meningkatkan mikroorganisme tanah, mempercepat penguraian bahan organik, serta dapat digunakan sebagai pupuk cair dan pestisida alami.

Dalam sesi praktik, mahasiswa mendemonstrasikan tahapan pembuatan mulai dari pemilihan limbah organik, perbandingan bahan, proses pencampuran, penggunaan wadah fermentasi, hingga penyimpanan.

Peserta juga diberi penjelasan hal-hal penting agar proses fermentasi berjalan baik.

Eco-Enzyme yang dihasilkan dapat diencerkan dan diaplikasikan melalui penyiraman di sekitar perakaran atau penyemprotan pada daun. Ampas fermentasi pun masih bisa dimanfaatkan sebagai bahan kompos.

Baca Juga :  Tim Labfor Polda Riau Dan Ident Sat Reskrim Polres Rohul Lakukan Pemeriksaan TKP Kebakaran 17 Bangunan Pasar Di Ujungbatu

Diskusi dan Harapan Pengabdian

Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan terkait pengelolaan tanah PMK, proses fermentasi Eco-Enzyme, serta cara penggunaannya pada tanaman di pekarangan maupun lahan pertanian.

Ketua Kelompok Kukerta UNRI Desa Kumain menyampaikan workshop ini merupakan bentuk pengabdian mahasiswa melalui penerapan ilmu selama perkuliahan.

“Melalui kegiatan ini kami berharap masyarakat memperoleh tambahan pengetahuan mengenai pengelolaan tanah PMK serta pemanfaatan Eco-Enzyme yang dapat diterapkan sesuai kebutuhan. Harapannya, materi yang disampaikan dapat menjadi referensi bagi masyarakat dalam mengelola lahan pertanian maupun memanfaatkan limbah organik rumah tangga,” ujarnya.

Dengan kegiatan ini, mahasiswa Kukerta UNRI berharap masyarakat Desa Kumain semakin berdaya dalam bertani dan bijak dalam memanfaatkan limbah organik rumah tangga.

 

Sumber: Mahasiswa Kukerta UNRI Desa Kumain

Editor: Rosbinner Hutagaol

Berita Terkait

Putusan MA 2050 Inkracht, PKN Minta Pemkab Rokan Hulu Tindaklanjuti
Polsek Bangko Perkuat Ketahanan Pangan, Kawal Program Swasembada Jagung di Pekaitan
Wakapolda Riau Instruksikan Tangkap Seluruh Pelaku Penyerangan di Rokan Hulu
Wakapolda Riau Tinjau Pembangunan Jembatan Gantung Merah Putih Presisi di Rohul
Polda Riau Tetapkan 5 Tersangka Bentrokan Maut Dipicu KSO di Rohul
Febri Banjir Orderan, Pernikahan Milenial Alfa Syahputra Bawa Keberkahan bagi Pengusaha Papan Bunga
Penyuluhan Hukum LLMB Rokan Hulu di Tandun, Camat Harap LLMB Jadi Pengayom
Kekayaan Rp18 Miliar Firdaus – Afrida Disorot, TOPAN RI Desak Kejati Riau Lakukan Pemeriksaan

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 20:51 WIB

Diduga Terjadi Kerusakan Bibit Mangrove Di Teluk Pulai, LSM KPK RI Ingatkan Pentingnya Perlindungan Kawasan Pesisir Dan Penegakan Hukum.

Senin, 27 Juli 2026 - 13:38 WIB

Polsek Kubu Pantau Kesiapan Lahan Tanam Jagung Kuartal II 2026 Guna Dukung Ketahanan Pangan.

Minggu, 26 Juli 2026 - 22:27 WIB

Desakan Usut Mafia Importir di Jalur Laut Rohil Menguat, Kapolda Riau Diminta Perketat Pengawasan di Tiga Kecamatan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 16:31 WIB

Kaban Kesbangpol Rohil: Pemusatan Karantina Calon Paskibraka Dimulai 27 Juli

Sabtu, 25 Juli 2026 - 13:39 WIB

Zul Komandan Apresiasi Langkah Polda Riau Berantas Mafia Lahan di Pasir Limau Kapas

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:25 WIB

Kapolda Riau, Bupati Rohil dan Kejaksaan Sidak Lokasi Perusakan Mangrove di Rokan Hilir

Jumat, 24 Juli 2026 - 11:43 WIB

Nama AG Disebut dalam Dugaan Aktivitas Bongkar Muat Bawang di Sinaboi

Kamis, 23 Juli 2026 - 23:57 WIB

Aktivitas Bongkar Muat Bawang di Sinaboi Disorot, Laporan Masyarakat Direspons Layanan 110 Polres Rohil

Berita Terbaru

ROKAN HULU

Workshop Pertanian UNRI Ajak Warga Kumain Berdaya

Senin, 27 Jul 2026 - 23:26 WIB

KEPULAUAN MERANTI

Bersama LAMR Meranti Rawat Mangrove Demi Masa Depan

Minggu, 26 Jul 2026 - 15:50 WIB