Program STIKes Tengku Maharatu ajarkan ibu PKK Desa Koto Tibun mengolah ikan patin jadi makanan bergizi untuk cegah stunting dan tingkatkan ekonomi keluarga.
KAMPAR-RIAU, baranewsriau.com – Pemanfaatan potensi pangan lokal menjadi salah satu cara efektif menekan angka stunting. Hal ini dibuktikan melalui program pengabdian masyarakat di Desa Koto Tibun, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar, Selasa (28/7/2026).
Tim dosen STIKes Tengku Maharatu melaksanakan Program Hibah Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) 2026 bertajuk “GIZI LESTARI” di Kantor Desa Koto Tibun, Sabtu (25/7/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
GIZI LESTARI adalah Gerakan Pemberdayaan Kelompok Wanita Berbasis Potensi Lokal melalui Diversifikasi Olahan Ikan untuk Pencegahan Stunting.
Edukasi Gizi dan Pelatihan Praktik
Kegiatan yang digelar ini menyasar ibu-ibu PKK Desa Koto Tibun sebagai mitra utama.
Ketua tim pengabdian, Bdn. Yadriati Maya Pesa, S.ST., M.Kes., menyampaikan bahwa desa tersebut memiliki potensi perikanan besar, terutama ikan patin.
“Program GIZI LESTARI hadir untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya lokal melalui edukasi gizi dan pelatihan diversifikasi olahan ikan,” ujar Yadriati.
Dalam sesi edukasi, peserta mendapat materi tentang pentingnya pemenuhan gizi keluarga, khususnya bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Materi juga mencakup pencegahan stunting dan pentingnya konsumsi protein hewani.
Ibu PKK Bisa Bikin Nugget dan Bakso Ikan
Tidak hanya teori, tim juga memberikan pelatihan praktik langsung. Para ibu PKK diajarkan mengolah ikan menjadi produk pangan bergizi yang mudah dibuat dan disukai keluarga.
Beberapa produk yang dipraktikkan di antaranya: nugget ikan dan bakso ikan.
Selain itu, peserta juga dibekali pengetahuan tentang prinsip higiene dan sanitasi pangan, teknik pengemasan sederhana, serta penggunaan peralatan pengolahan untuk skala rumah tangga.
“Pendekatan ini diharapkan mampu menghasilkan produk olahan yang memiliki kualitas baik, bergizi, dan berpotensi dikembangkan sebagai usaha keluarga,” tambah Yadriati.
Dorong Ketahanan Pangan dan Ekonomi Desa
Antusiasme ibu-ibu PKK terlihat sepanjang kegiatan. Mereka aktif berdiskusi dan bertanya mulai dari teknik pengolahan, kandungan gizi ikan, hingga peluang menjadikan produk olahan sebagai sumber pendapatan tambahan.
Melalui program ini, tim berharap masyarakat semakin menyadari diversifikasi olahan ikan bukan hanya alternatif menu sehat.
“Program ini juga dapat memperkuat ketahanan pangan desa serta membuka peluang usaha berbasis potensi lokal. Dengan sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan kelompok PKK, diharapkan upaya pencegahan stunting dapat berjalan lebih efektif sekaligus mendorong terwujudnya keluarga yang sehat, mandiri, dan sejahtera,” tutup Yadriati.
Sumber: STIKes Tengku Maharatu
Editor: Rosbinner Hutagaol





















































