Press Release Bidhumas Polda Riau Nomor: 281/VII/HUM.6.1.1/2026, Rabu 8 Juli 2026
15 Ribu Hotspot Terdeteksi, Kapolri Minta Utamakan Pencegahan dan Jaga Sumber Air.
KAMPAR, riau21.com – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo turun langsung ke Provinsi Riau untuk mengecek kesiapsiagaan penanganan kebakaran hutan dan lahan, Rabu (8/7/2026).
Kegiatan berlangsung di Lapangan Upacara SPN Polda Riau, Kabupaten Kampar. Dalam kesempatan itu Kapolri juga menyerahkan bantuan peralatan penanggulangan karhutla kepada Polda Riau.
Acara dihadiri Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, pejabat utama Mabes Polri, Forkopimda Riau, kepala daerah, serta unsur TNI, BPBD, Basarnas, BMKG dan instansi terkait lainnya.
Setibanya di lokasi, Kapolri menerima paparan dari BPBD Provinsi Riau terkait kondisi terkini karhutla. Selanjutnya ia meninjau gelar kesiapan personel dan peralatan yang dipandu Karo Ops Polda Riau.
Dalam keterangannya kepada awak media, Kapolri menegaskan sinergi lintas sektor adalah kunci menghadapi ancaman karhutla di Bumi Lancang Kuning.
“Terima kasih atas sinergi dan kolaborasi seluruh pihak. Inilah kekuatan yang kita butuhkan dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau,” ujarnya.
Kapolri menyampaikan data terbaru. Saat ini terdeteksi sekitar 15 ribu hotspot di Riau. Setelah diverifikasi, terdapat sekitar 329 titik api yang perlu penanganan dengan luas lahan terdampak diperkirakan 15 ribu hektare.
Ia mengingatkan karakteristik karhutla di Riau berbeda karena ada dua periode rawan setiap tahun. Kondisi ini diperparah prediksi fenomena El Niño yang membuat cuaca semakin kering beberapa bulan ke depan.
Karena itu Kapolri meminta Satgas Karhutla meningkatkan kesiapsiagaan. Hal utama yang ditekankan adalah memastikan ketersediaan sumber air. Menurutnya pencegahan harus diutamakan dibanding penanganan saat api sudah meluas.
Edukasi ke masyarakat juga menjadi perhatian. Kapolri mengimbau warga tidak membuka lahan dengan cara membakar dan tidak membuang puntung rokok sembarangan di tengah cuaca kering.
Sebagai bentuk dukungan, pemerintah menyerahkan bantuan peralatan kepada Polda Riau.
Bantuan meliputi sekitar 50 unit air breathing apparatus, perangkat komunikasi untuk daerah minim sinyal, kendaraan roda dua, alat berat, hingga peralatan pengeboran sumur untuk penyediaan sumber air saat pemadaman.
“Saya berharap seluruh peralatan ini dapat dimanfaatkan secara maksimal sebagai bentuk kesiapan kita menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan,” kata Kapolri.
Kapolri kembali menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah, TNI-Polri, dunia usaha, dan masyarakat. Keberhasilan pengendalian karhutla tidak hanya dari kekuatan personel, tetapi juga dari kesadaran masyarakat menjaga lingkungan.
Usai kegiatan di SPN Polda Riau, Kapolri bersama rombongan melanjutkan kunjungan kerja ke pabrik pupuk PT Bursatani Futura Andyta melalui jalur darat.
Sumber: Press Release Bidhumas Polda Riau Nomor: 281/VII/HUM.6.1.1/2026
Editor: Rosbinner Hutagaol









































