Kapolda Riau Buka Pelatihan Dubalang Batang Kuantan, Penjaga Adat dan Ekologi

ROSBINNER HUTAGAOL

- Redaktur

Kamis, 20 November 2025 - 16:13 WIB

50376 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kwansing-Riau,  baranewsriau.com – Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan membuka orientadi dan pelatihan Dubalang Batang Kuantan di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) dalam rangka memperkuat pencegahan gangguan kamtibmas dan lingkungan. Irjen Herry menyebut Dubalang menjadi penjaga ekologis dan penyeimbang alam. Rabu (19/11/2025).

“Hari ini kita membuat sejarah baru. Hari ini kita bisa menetapkan sebagai sejarah baru dalam peradaban di dunia moderen masih punya niat yang tulus untuk menjaga budaya dan alam di Kabupaten Kuantan Singingi,” kata Irjen Herry Heryawan dalam sambutannya, di Kuansing, Rabu (20/11/2025).

Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Kuansing Suhardiman Amby, Danrem 031/Wira Bima Brigjen TNI Jarot Suprihant, Direktur Polairud Polda Riau Kombes Tri Setyadi, Kapolres Kuansing AKBP Raden Ricky Pratidiningrat, Prof Robertus Robet, Panglima Dubalang Datuk Tomy dan ratusan Dubalang Batang Kuantan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sambutannya, Irjen Herry Heryawan menyampaikan kegiatan ini menjadi penanda dimulainya sebuah gerakan sejarah baru di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing). Pertemuan ini melahirkan para Dubalang generasi baru, yang dipersiapkan sebagai penjaga peradaban lingkungan dan pelindung Sungai Batang Kuantan, nadi ekologi Provinsi Riau.

Herry Heryawan mengatakan Batang Kuantan adalah ibu yang senantiasa memberi makan di desa-desa sepanjang sungai.

Baca Juga :  Kampanye Dialogis di 3 Tempat Kec.Siak Hulu Kab. Kampar ,Oleh Calon Gubernur Riau Muhammad 

Dari hulu hingga hilir, Sungai Kuantan telah membawa kisah petani, nelayan, para ibu yang menimba air, hingga anak-anak yang tumbuh riang dalam budaya Pacu Jalur.

“Namun, sejarah juga pernah mengajarkan bahwa ketika sungai kehilangan keseimbangan, masyarakat juga kehilangan kekuatannya,” imbuhnya.

Herry Heryawan memberikan peringatan keras bahwa kerusakan ekologis bukan datang tiba-tiba, tetapi keadaan itu lahir dari perilaku kerusakan-kerusakan kecil yang terus diulang.

“Ketika ekosistem rapuh, bencana tidak lagi menjadi cerita lain. Ia menjadi tamu yang semakin sering datang ke rumah kita sendiri,” katanya.

Berangkat dari kerusakan alam yang terjadi di Riau, Kapolda membuat sebuah konsep Green Policing, sebuah paradigma baru keamanan ekologis. Green Policing menjadi sebuah paradigma penegakan hukum berbasis keberlanjutan.

Ia menegaskan bahwa keamanan bukan hanya soal kejahatan jalanan, tetapi juga kejahatan ekologis.

Polusi air, tambang ilegal yang merusak sungai dan hutan serta kebakaran hutan adalah ancaman keamanan.

“Ketika lingkungan runtuh, hidup masyarakat ikut runtuh. Karena itu, Polri melalui Polda memilih langkah baru: menjadikan pelestarian lingkungan sebagai bagian inti dari tugas pemeliharaan Kamtibmas,” tegasnya.

Herry Heryawan menyampaikan Polda Riau akan terus bekerja melalui tiga jalur utama dalam menjalankan Green Policing, yakni dengan represif, penegakan hukum terhadap penambangan emas tanpa izin (PETI) dan karhutla; jalur preventif (pencegahan) elalui edukasi, penyadaran, kampanye Green Policing; dan jalur restoratif (pemulihan) melalui rehabilitasi ekosistem, penanaman pohon, pemulihan sungai, dan pola dialog sosial yang menyentuh akar masalah.

Baca Juga :  Kapolda Riau Dampingi Kapolri-Titiek Soeharto Tinjau TNTN: Dukung Pelestarian Gajah hingga Tanam Pohon

Kapolda Riau memberi apresiasi tinggi kepada para Dubalang, sosok tradisional di Kuantan yang secara historis berdiri di garis depan menjaga adat dan martabat nagari.

Pelatihan hari ini, menjadi momentum Dubalang memasuki tugas baru sebagai penjaga ekologi.

“Dubalang hari ini bukan hanya menjaga keamanan kampung, tetapi juga menjaga keberlanjutan sungai agar dapat diwariskan kepada generasi berikutnya. Ini adalah bentuk keberanian yang paling luhur: keberanian menjaga sesuatu yang tidak bersuara,” ucapnya.

Kapolda membandingkan semangat Dubalang dengan prinsip Bushido atau Jalan Ksatria dari Samurai di Jepang—bukan hanya ahli pedang, tetapi penjaga nilai. Sementara Samurai menjaga negeri dari ancaman manusia, Dubalang hari ini menjaga nagari dari ancaman sosial, budaya, dan ekologis.

“Marilah kita jadikan Dubalang Batang Kuantan simbol harapan baru bagi Riau. Dan mari kita buktikan bahwa generasi hari ini dapat menjadi generasi yang mengubah sejarah,” pungkasnya.

 

Sumber: Humas Polda

(Ros.H)

Berita Terkait

Kukerta UNRI 2026 Dorong Konji Barayak Jadi Produk UMKM
DPC AKPERSI Toba Soroti Dugaan Perampasan HP Wartawan, Minta Aparat Usut Tuntas
Ganti Rugi Lahan Bendungan Temef Cair ke Pihak Lain, Keluarga Nahason Teflopo Minta Kejelasan
Fokus Evaluasi dan Pemilihan Pengurus, Baptis Yigipalu Gelar Sidang Konferensi ke-11
Emban Tugas Plt Ketua PSSI Binjai, Ferdy Yupa Prioritaskan Pembinaan Usia Muda
Kolaborasi DPC AKPERSI Tebing Tinggi di Smantig Fest 2026 Tuai Apresiasi Kacabdis Sumut
GMPB Desak Polres Bogor Usut Dugaan Pengemasan Ulang Beras SPHP Bulog Jadi Beras Premium
GMPB Desak APH dan Kemenag Periksa JWM Travel Terkait Dugaan Cek Rp.600 Juta

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 10:51 WIB

Tanamkan Karakter Islami Sejak Dini, Murid TK Islam Ummi Kamaliyah Antusias Belajar Doa, Huruf, dan Angka

Selasa, 28 Juli 2026 - 07:43 WIB

Diduga Kabur Saat Pengembangan, AM Masih Diburu Polisi

Senin, 27 Juli 2026 - 23:26 WIB

Workshop Pertanian UNRI Ajak Warga Kumain Berdaya

Senin, 27 Juli 2026 - 20:51 WIB

Diduga Terjadi Kerusakan Bibit Mangrove Di Teluk Pulai, LSM KPK RI Ingatkan Pentingnya Perlindungan Kawasan Pesisir Dan Penegakan Hukum.

Senin, 27 Juli 2026 - 13:38 WIB

Polsek Kubu Pantau Kesiapan Lahan Tanam Jagung Kuartal II 2026 Guna Dukung Ketahanan Pangan.

Minggu, 26 Juli 2026 - 15:50 WIB

Bersama LAMR Meranti Rawat Mangrove Demi Masa Depan

Minggu, 26 Juli 2026 - 13:23 WIB

PEMKAB Rohil dan PT JATIM Bersinergi Percepat Perbaikan Jalan Sudirman–Pelita Kuba

Sabtu, 25 Juli 2026 - 21:01 WIB

Polda Riau Diapresiasi BKSDA Ungkap Kasus Rusak Mangrove 118 Ha

Berita Terbaru

SIAK

Diduga Kabur Saat Pengembangan, AM Masih Diburu Polisi

Selasa, 28 Jul 2026 - 07:43 WIB

ROKAN HULU

Workshop Pertanian UNRI Ajak Warga Kumain Berdaya

Senin, 27 Jul 2026 - 23:26 WIB