Polemik Pemilihan RW di Kelurahan Tampan, Warga Soroti Dugaan Konflik Kepentingan dan Minta Seleksi Ulang

ALEK MARZEN

- Redaktur

Kamis, 2 April 2026 - 09:00 WIB

50148 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BARANEWSRIAU.com, PEKANBARU – Polemik pemilihan Rukun Warga (RW) di Kelurahan Tampan, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru kian memanas.

Selain isu intervensi dalam hasil Uji Kemampuan dan Kepatutan (UKK), kini muncul dugaan adanya konflik kepentingan yang memicu penolakan dari sebagian masyarakat.

Sejumlah sumber di lapangan menyebutkan, proses pencalonan dinilai tidak sepenuhnya netral. Salah satu calon berinisial S disebut-sebut mendapat ruang dan kesempatan lebih dalam proses tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pencalonan ini diduga memang diarahkan untuk memberi peluang kepada calon tertentu. Hal ini memicu kecurigaan warga,” ujar sumber yang enggan disebutkan namanya, Rabu (1/4/2026).

Lebih lanjut, warga juga menyoroti posisi keluarga calon S yang dinilai telah memegang sejumlah jabatan strategis di lingkungan yang sama. Istri dari calon S diketahui menjabat sebagai Ketua RT sekaligus Ketua PKK di wilayah tersebut.

Sementara itu, calon S sendiri saat ini disebut masih aktif sebagai Ketua Posyandu. Kondisi ini memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat, mengingat dalam aturan pemilihan RT/RW, rangkap jabatan dinilai tidak diperkenankan.

Baca Juga :  PT XCMG GROUP Indonesia Perkenalkan Excavator G - Series di Pekanbaru

“Dalam peraturan yang ada, tidak dibenarkan adanya rangkap jabatan. Ini yang menjadi keberatan masyarakat,” ungkap warga lainnya.

Tak hanya itu, sumber juga menyebutkan bahwa upaya untuk menggugurkan hasil UKK diduga berkaitan dengan munculnya calon lain yang memiliki nilai lebih tinggi.

Situasi ini kemudian memunculkan dugaan adanya upaya sistematis untuk mengubah hasil seleksi.

Warga juga menyoroti peran panitia UKK yang dinilai tidak independen. Disebutkan, panitia UKK dipimpin langsung oleh pihak kelurahan, bahkan terdapat keterlibatan unsur PKK yang diduga memiliki kedekatan dengan calon S.

“Ada dugaan salah satu perwakilan dalam panitia berasal dari unsur PKK yang ditunjuk oleh pihak keluarga calon. Ini menimbulkan konflik kepentingan,” tambah sumber tersebut.

Selain itu, isu afiliasi politik juga ikut mencuat. Calon S beserta istrinya disebut merupakan kader dari salah satu partai politik, yang semakin memperkuat persepsi masyarakat terkait adanya keberpihakan dalam proses tersebut.

Akibat berbagai persoalan tersebut, sebagian masyarakat secara tegas menyatakan penolakan terhadap pencalonan yang dinilai sarat kepentingan.

“Masyarakat menolak jika dalam satu rumah memegang banyak jabatan. Ini tidak sehat bagi tata kelola lingkungan,” tegas seorang warga.

Baca Juga :  Miftahudin Ketua PGRI Kota Pekanbaru Sah Dikukuhkan: Komitmen Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Atas kondisi ini, warga berharap agar pihak terkait dapat mengambil langkah bijak dengan melakukan seleksi ulang secara transparan dan melibatkan semua unsur masyarakat.

Mereka menilai, langkah tersebut penting untuk mengembalikan kepercayaan publik serta memastikan proses pemilihan RW berjalan sesuai aturan dan bebas dari kepentingan tertentu.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kelurahan belum memberikan keterangan resmi terkait berbagai tudingan yang berkembang di tengah masyarakat.

Catatan Redaksi

Redaksi membuka ruang seluas-luasnya kepada semua pihak yang terkait dalam polemik pemilihan RW di Kelurahan Tampan untuk memberikan klarifikasi, hak jawab, maupun hak koreksi sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Pers.

Kami berkomitmen menyajikan pemberitaan yang berimbang, akurat, dan berdasarkan prinsip jurnalistik. Setiap informasi yang berkembang akan terus kami verifikasi guna menjaga kepercayaan publik.

Bagi pihak yang ingin memberikan tanggapan resmi, dapat menghubungi redaksi melalui kanal yang tersedia.

 

 

Laporan: Alek Marzen

Editor: Redaksi

Berita Terkait

Workshop Pertanian UNRI Ajak Warga Kumain Berdaya
Diduga Terjadi Kerusakan Bibit Mangrove Di Teluk Pulai, LSM KPK RI Ingatkan Pentingnya Perlindungan Kawasan Pesisir Dan Penegakan Hukum.
Polsek Kubu Pantau Kesiapan Lahan Tanam Jagung Kuartal II 2026 Guna Dukung Ketahanan Pangan.
Desakan Usut Mafia Importir di Jalur Laut Rohil Menguat, Kapolda Riau Diminta Perketat Pengawasan di Tiga Kecamatan
Bersama LAMR Meranti Rawat Mangrove Demi Masa Depan
PEMKAB Rohil dan PT JATIM Bersinergi Percepat Perbaikan Jalan Sudirman–Pelita Kuba
Polda Riau Diapresiasi BKSDA Ungkap Kasus Rusak Mangrove 118 Ha
Kaban Kesbangpol Rohil: Pemusatan Karantina Calon Paskibraka Dimulai 27 Juli

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 20:51 WIB

Diduga Terjadi Kerusakan Bibit Mangrove Di Teluk Pulai, LSM KPK RI Ingatkan Pentingnya Perlindungan Kawasan Pesisir Dan Penegakan Hukum.

Senin, 27 Juli 2026 - 13:38 WIB

Polsek Kubu Pantau Kesiapan Lahan Tanam Jagung Kuartal II 2026 Guna Dukung Ketahanan Pangan.

Minggu, 26 Juli 2026 - 22:27 WIB

Desakan Usut Mafia Importir di Jalur Laut Rohil Menguat, Kapolda Riau Diminta Perketat Pengawasan di Tiga Kecamatan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 16:31 WIB

Kaban Kesbangpol Rohil: Pemusatan Karantina Calon Paskibraka Dimulai 27 Juli

Sabtu, 25 Juli 2026 - 13:39 WIB

Zul Komandan Apresiasi Langkah Polda Riau Berantas Mafia Lahan di Pasir Limau Kapas

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:25 WIB

Kapolda Riau, Bupati Rohil dan Kejaksaan Sidak Lokasi Perusakan Mangrove di Rokan Hilir

Jumat, 24 Juli 2026 - 11:43 WIB

Nama AG Disebut dalam Dugaan Aktivitas Bongkar Muat Bawang di Sinaboi

Kamis, 23 Juli 2026 - 23:57 WIB

Aktivitas Bongkar Muat Bawang di Sinaboi Disorot, Laporan Masyarakat Direspons Layanan 110 Polres Rohil

Berita Terbaru

ROKAN HULU

Workshop Pertanian UNRI Ajak Warga Kumain Berdaya

Senin, 27 Jul 2026 - 23:26 WIB

KEPULAUAN MERANTI

Bersama LAMR Meranti Rawat Mangrove Demi Masa Depan

Minggu, 26 Jul 2026 - 15:50 WIB