Dihimbau: Program PJJ Kemendikdasmen sasar usia 16-18 tahun, pendaftaran dibuka Juli hingga Agustus.
PEKANBARU, baranewsriau.com – Kesempatan kembali sekolah terbuka untuk Anak Tidak Sekolah di Riau. SMAN 8 Pekanbaru kini ditunjuk Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk menjalankan program Pembelajaran Jarak Jauh, Rabu (22/7/2026).
Program ini khusus menyasar anak usia 16 sampai 18 tahun. Mereka bisa belajar dari rumah tanpa harus datang ke sekolah setiap hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala SMA Negeri 8 Pekanbaru, Benny Rio Denaldy, S.Si., M.Si., membenarkan penunjukan tersebut. Ia menyebut program PJJ ini jadi solusi untuk menekan angka putus sekolah.
“Kami siap menjalankan amanah ini. Ini khusus untuk anak putus sekolah yang masih usia sekolah,” kata Benny kepada wartawan di Pekanbaru, Rabu (22/7/2026).
Menurut Benny, tujuannya jelas. Agar anak-anak yang sempat berhenti sekolah tetap bisa melanjutkan ke jenjang SMA.
30 Guru Sudah Dilatih
Untuk mendukung program ini, SMA Negeri 8 sudah lebih dulu menyiapkan gurunya. Sebanyak 30 guru mata pelajaran mengikuti pelatihan selama 3 hari.
Pelatihan itu fokus pada pembuatan bahan ajar digital dan cara mengelola kelas daring.
“Guru kita latih dulu. Biar nanti saat KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) mulai, semua sudah siap,” ujar Benny.
Sementara itu, materi belajar yang akan dipakai siswa juga sudah disiapkan. Modulnya berasal dari Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Kemendikdasmen atau Puskurjar.
Pembelajaran dilakukan melalui Learning Management System atau LMS. Jadi siswa cukup belajar dari rumah.
Hal itu juga disampaikan Manajer Riset SEAMOLEC, Arie Susanty. Ia ikut memberikan pelatihan di SMA Negeri 8.
“Anak belajar dari rumah. Gurunya mendampingi secara daring. Modulnya sudah dari Kemendikdasmen,” jelas Arie.
Pendaftaran Juli-Agustus
Ada beberapa syarat untuk bisa ikut program ini. Pertama, berstatus Anak Tidak Sekolah. Kedua, usia 16-18 tahun. Ketiga, bersedia mengikuti pembelajaran daring. Dan keempat, memiliki NISN yang tidak aktif minimal 2 tahun.
Pendaftaran dibuka mulai Juli hingga Agustus 2026. Sedangkan kegiatan belajar mengajar ditargetkan mulai Agustus mendatang.
Sebagai sekolah induk, SMA Negeri 8 Pekanbaru juga menggandeng 5 sekolah mitra.
Yakni SMAN 1 Tembilahan Hulu, SMAN 2 Dumai, SMAN 1 Rengat, SMAN 1 Bagan Sinembah, dan SMAN 2 Tebing Tinggi.
“Kami berharap program ini bisa membantu lebih banyak anak di Riau untuk kembali sekolah,” tutup Benny.
Sumber: Kepala SMAN 8 Pekanbaru, Benny Rio Denaldy
Editor: Rosbinner Hutagaol





















































