AKPERSI Angkat Suara, Bungalita Berdarah: Tragedi Penambangan Emas PETI Menelan Dua Nyawa

ROSBINNER HUTAGAOL

- Redaktur

Kamis, 6 November 2025 - 22:50 WIB

50196 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gorontalo-Pohuwato, baranewsriau.com –  Dugaan negosiasi di balik kematian dua warga akibat aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Bulangita, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, kian menyengat publik. Kamis (6/11/2025).

Dua warga Pohuwato dilaporkan meninggal dunia di lokasi tambang ilegal tersebut pada pekan lalu, namun hingga kini Polres Pohuwato belum juga menetapkan pemilik lokasi sebagai tersangka.

Nama Ferdi Mardain kembali mencuat ke permukaan. Ia diduga menjadi poros transaksi gelap yang berujung pada dugaan pemberian sejumlah uang kepada keluarga korban.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Publik menilai, inilah yang menyebabkan keluarga korban kemudian menandatangani “surat tidak keberatan” serta menolak proses autopsi.

Kecurigaan publik semakin menguat setelah pernyataan Kasat Reskrim Polres Pohuwato, AKP Khoirunnas, pada aksi damai Selasa (4/11/2025).

Di depan aksi massa, ia menyebut bahwa keluarga korban telah menyatakan tidak keberatan atas insiden tersebut sembari menunjukkan beberapa lembar dokumen.

Namun, secara hukum, pernyataan keluarga tidak serta merta menghapus unsur pidana.

Tindak pidana lingkungan, kematian akibat kelalaian, atau perbuatan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang bukan perkara yang bisa dinegosiasikan dengan selembar surat maupun segepok uang.

AKPERSI Angkat Suara: Hukum Jangan Mandul di Pohuwato.

Menanggapi situasi ini, Ketua DPD AKPERSI Provinsi Gorontalo, Imran Uno, menegaskan bahwa pihaknya akan membawa kasus ini ke Mabes Polri.

Baca Juga :  DITJENPAS MALUKU: PEMERIKSAAN MANTAN KARUTAN AMBON MASIH BERPROSES DI KANTOR PUSAT 

“Kasus ini tidak boleh berhenti di Pohuwato. Ada indikasi kuat bahwa penegakan hukum di sana stagnan.

Kami sudah melaporkan hal ini secara resmi kepada DPP AKPERSI saat Rakernas melalui forum virtual, Rabu malam (5/11/2025),” ujar Imran.

Imran juga menilai, masyarakat Pohuwato kini mulai kehilangan kepercayaan terhadap aparat penegak hukum setempat.

Ia bahkan menyebut bahwa masyarakat lebih mempercayai gaya kepemimpinan AKBP Sigit Rahayudi, Kapolres Boalemo, yang dinilai lebih profesional, transparan, dan tegas dalam memberantas PETI di wilayah hukumnya.

Ketua Umum AKPERSI: Nyawa Manusia Tidak Bisa Diganti Rupiah

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI),Rino Triyono, S.Kom., S.H., C.IJ., C.BJ., C.EJ., C.F.L.E., memperkuat sikap tegas DPD Gorontalo.

Ia memastikan bahwa DPP AKPERSI akan melayangkan laporan resmi kepada Mabes Polri terkait dugaan mandeknya penegakan hukum atas kasus kematian dua warga Bulangita tersebut.

“Yang meninggal itu bukan angka. Yang meninggal manusia,” tegas Rino.

“Jika hukum bisa ditundukkan oleh selembar surat dan segepok uang, itu bukan lagi penegakan hukum. Itu degradasi hukum,” lanjutnya.

Saat dihubungi secara terpisah oleh awak media, Rino menegaskan bahwa pihaknya terus memantau seluruh aktivitas dan investigasi di jajaran DPD dan DPC AKPERSI di seluruh Indonesia, termasuk temuan jurnalis AKPERSI di Gorontalo.

Baca Juga :  PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) Donasikan 1 Unit Serbaguna Yamaha untuk 8 SMK

“Kami memantau semua perkembangan. Dari hasil investigasi, ada dugaan kuat bahwa aparat penegak hukum di tingkat Polres dan Polda seolah menutup mata. Bahkan ada indikasi perlindungan terhadap pengusaha tambang ilegal, sementara pelaku lapangan dibiarkan,” ungkap Rino.

Ia menambahkan, AKPERSI kini tengah mengumpulkan bukti dan data untuk dilaporkan secara resmi ke Mabes Polri.

“Kami akan meminta Mabes Polri menurunkan tim investigasi khusus. Nyawa manusia tidak bisa diganti dengan rupiah. Harus ada pertanggungjawaban hukum yang jelas,” tegasnya.

Publik Menunggu Ketegasan Aparat

Kasus Bulangitakinimenjadisorotan luas. Publik menilai bahwa keadilan tidak boleh berhenti di meja negosiasi.

Jika benar ada unsur kelalaian atau pelanggaran hukum, aparat penegak hukum harus bertindak tanpa pandang bulu.

AKPERSI sebagai wadah jurnalis dan pemerhati keadilan sosial menyatakan siap “speak up” dan turun langsung mengawal proses hukum hingga ke tingkat Mabes Polri.

Reporter: Tim Investigasi AKPERSI Gorontalo

Editor: Redaksi Pusat AKPERSI

Sumber: DPD AKPERSI Provinsi Gorontalo / DPP AKPERSI

(AKPERSI Kota Pekanbaru-Riau)

Berita Terkait

Di Hari Lahir Pancasila, KPU Riau Tegaskan Komitmen: Jaga Suara Rakyat dengan Nilai Ketuhanan dan Kemanusiaan
Tebar Kepedulian di Hari Raya, Kapolri & Kapolda Riau Salurkan Kurban Lewat Ponpes UAS 
Produktif di Balik Jeruji: WBP Lapas Pekanbaru Buktikan Diri Lewat Senam dan Karya Musik 
Pantau Lahan Jagung Pipil 1 Hektare, Polsek Sabak Auh Dukung Program Ketahanan Pangan Asta Cita
Masjid Baitu Rohim Sembelih 8 Ekor Sapi, Warga Bandarraya Rayakan Idul Adha 2026 dengan Semangat Gotong Royong
Mushola Baitul Makmur Sembelih 7 Ekor Sapi untuk Kurban Idul Adha 1447 H
Kuatkan Pendidikan Riau, PLT Gubri SF Hariyanto Lantik 77 Kepala SMA, SMK dan SLB Negeri  
PMII UNRI Gelar Diskusi “RESPONS” untuk Perkuat Sinergi Penanganan Kekerasan Seksual di Kampus 

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 15:56 WIB

Dari Bhayangkara Jadi Penggerak Pangan: Kapolsek Cerenti Cek Langsung Lahan Jagung Binaan di Sikakak  

Kamis, 28 Mei 2026 - 21:31 WIB

Bhabinkamtibmas Desa Sukaraja Pantau Jagung 1 Hektar, Dukung Swasembada Pangan 2026  

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:50 WIB

Lahan Kosong di Desa Sikak Kini Produktif, Polsek Cerenti Pimpin Tanam Jagung Bersama Warga

Sabtu, 28 Maret 2026 - 03:24 WIB

Arus Mudik dan Balik Tanpa Kemacetan dan Laka Nihil, Polres Kuansing Sukses Amankan Arus Lebaran 2026

Kamis, 5 Maret 2026 - 17:44 WIB

Satreskrim Polres Kuansing Bersama Polsek Singingi Hilir Tangani Penemuan Kerangka Manusia di Areal PT RAPP

Sabtu, 14 Februari 2026 - 20:23 WIB

Wujudkan Mimpi Anak Sekolah, Polda Riau Kebut Jembatan Gantung di Kuansing

Kamis, 20 November 2025 - 16:13 WIB

Kapolda Riau Buka Pelatihan Dubalang Batang Kuantan, Penjaga Adat dan Ekologi

Jumat, 5 September 2025 - 13:59 WIB

Tim Gabungan Polres Kuansing dan Polda Riau lakukan Patroli Penertiban PETI di Aliran Sungai Kuantan

Berita Terbaru