Polsek Sungai Apit masih memburu AM yang diduga kabur saat pengembangan kasus Narkotika di kampung Teluk Masjid, delapan paket sabu diamankan.
SIAK-RIAU, baranewsriau.com – Upaya pemberantasan peredaran narkotika di Kabupaten Siak kembali jadi perhatian. Seorang pria berinisial AM yang diduga terlibat peredaran narkotika dilaporkan melarikan diri saat proses pengembangan kasus oleh Polsek Sungai Apit. Peristiwa itu terjadi di Kampung Teluk Masjid, Kecamatan Sungai Apit, Minggu (26/7/2026) malam.
Kapolsek Sungai Apit, Iptu Adifian Ikhsan, S.H., membenarkan adanya penangkapan tersebut. Dari hasil penggeledahan, petugas mengamankan delapan paket kecil yang diduga berisi narkotika jenis sabu sebagai barang bukti awal, Minggu (26/7/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Melompat dari Mobil ke Kebun Sawit
Menurut Kapolsek, AM kemudian dibawa ke kediamannya untuk kepentingan pengembangan penyidikan.
Namun sesaat setelah kendaraan berhenti di depan rumahnya, AM diduga memanfaatkan situasi dengan melompat dari mobil dan melarikan diri ke areal perkebunan kelapa sawit. Saat itu tangannya masih dalam kondisi diborgol.
“Saat hendak diturunkan di depan rumahnya, dia langsung melompat dan berlari ke kebun sawit. Kejadiannya malam hari sehingga menyulitkan pengejaran. Hingga saat ini anggota kami masih melakukan pencarian,” ujar Iptu Adifian.
Kapolsek menegaskan bahwa AM belum berstatus sebagai tahanan, karena proses penyidikan masih berlangsung ketika yang bersangkutan melarikan diri.
Pencarian Intensif Dilanjutkan
Hingga Senin (27/7/2026), Polsek Sungai Apit masih melakukan pencarian intensif terhadap AM.
Penyidikan juga terus dikembangkan untuk mengungkap dugaan jaringan peredaran narkotika yang berkaitan dengan perkara tersebut.
Kepolisian mengimbau masyarakat yang mengetahui keberadaan AM agar segera memberikan informasi kepada aparat demi mempercepat proses penegakan hukum.
“Perang melawan narkotika membutuhkan kerja keras, ketelitian, dan dukungan seluruh elemen masyarakat,” tutup Kapolsek.
Sumber: Humas Polsek Sungai Apit
Editor: Rosbinner Hutagaol





















































