Dalam suasana penuh antusias, mahasiswa KUKERTA UNRI gelar pelatihan pengolahan ikan patin. Ibu-ibu Posyandu Desa Petalongan diajarkan buat menu bergizi untuk keluarga.
PELALAWAN, baranewsriau.com – Semangat pengabdian mahasiswa KUKERTA Universitas Riau terasa di Desa Petalongan, Kabupaten Pelalawan. Melalui program “Sosialisasi Pengolahan Hasil Perikanan Bernilai Gizi” mahasiswa mengajak ibu-ibu Posyandu memanfaatkan potensi ikan patin sebagai sumber gizi keluarga, Rabu (29/7/2026).
Desa Petalongan dikenal memiliki hasil perikanan sungai yang melimpah, khususnya ikan patin. Namun pemanfaatannya belum optimal, terutama untuk pemenuhan gizi anak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Edukasi Gizi Disambut Antusias
Kegiatan dimulai dengan pemaparan materi oleh mahasiswa tentang kandungan protein, omega 3, dan manfaat ikan patin bagi tumbuh kembang anak, pada tanggal 13/7/2026.
Suasana semakin hidup saat sesi demonstrasi. Mahasiswa mempraktikkan langsung cara mengolah ikan patin menjadi beberapa menu sederhana, bergizi, dan disukai anak.
Ibu-ibu Posyandu tampak antusias. Mereka aktif bertanya, mencatat resep, dan mencoba teknik pengolahan yang diajarkan.
“Ilmunya sangat bermanfaat. Selama ini kami hanya tahu digoreng. Ternyata bisa dibuat beragam dan lebih menarik untuk anak,” ujar salah seorang peserta.
Di akhir kegiatan, peserta mencicipi hasil olahan bersama-sama. Tim KUKERTA UNRI juga melakukan evaluasi melalui kuesioner untuk mengukur pemahaman peserta.
Dukung Gizi Anak dan Ekonomi Keluarga
Perwakilan mahasiswa KUKERTA UNRI menyampaikan, program ini bertujuan membantu masyarakat memanfaatkan sumber daya lokal secara optimal.
“Kami berharap, dengan keterampilan ini ibu-ibu bisa menyajikan menu sehat di rumah dan turut berkontribusi mencegah masalah gizi pada anak di Desa Petalongan,” katanya.
Selain itu, keterampilan mengolah ikan patin juga diharapkan bisa menjadi peluang tambahan ekonomi keluarga.
Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa UNRI dalam pemberdayaan masyarakat desa berbasis potensi lokal.
Sumber: Tim Mahasiswa KUKERTA Universitas Riau
Editor: Rosbinner Hutagaol





















































