slot preparation.lsrs.lu

Skandal Pengisian Perades Kadungrejo Bojonegoro, Pihak Desa Diduga Rekayasa Proses Seleksi

Redaksi

- Redaktur

Selasa, 8 Juli 2025 - 16:05 WIB

50536 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, Baranewsriau.com| Polemik pengisian perangkat desa (Perades) di Desa Kadungrejo, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, kembali memantik sorotan publik, kepala Desa setempat Slamet Riyanto, secara tidak langsung membenarkan adanya celah kecurangan dalam proses seleksi Kepala Dusun (Kasun) yang kini tengah bergulir.

Alih-alih membuka proses seleksi secara transparan, Kades justru memilih merahasiakan universitas yang ditunjuk sebagai pihak ketiga penyusun naskah soal ujian, alasannya demi mencegah potensi lobi-lobi pihak berkepentingan.

Ironisnya, pernyataan ini justru menegaskan bahwa ada upaya terselubung yang dapat mencederai nilai keadilan seleksi, langkah Kades tersebut memunculkan dugaan kuat bahwa proses rekrutmen sudah disusupi kepentingan calon pesanan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejumlah warga dan pengamat pemerintahan desa menilai, pernyataan tersebut secara tidak langsung adalah pengakuan bahwa sistem rekrutmen perangkat desa masih rawan dikendalikan kepentingan calon pesanan, celah manipulasi nilai, bocornya soal, hingga jual beli jabatan tak lagi mustahil di tengah lemahnya pengawasan berlapis.

Baca Juga :  Unit Reskrim Polsek Sungai Sembilan Jajaran Polres Dumai berhasil mengungkap kasus Tindak Pidana Pencurian di areal PT. Sari Dumai Oleo Jalan PU Lama

” Kalau memang mau bersih, kenapa harus ditutup-tutupi? Justru makin membuat publik curiga, apa benar ada calon yang sudah diatur akan lolos?,” sindir seorang warga Kadungrejo yang enggan disebut namanya. Selasa (08/07/2025).

Di sisi lain, Camat Baureno, Derry tampak tidak memberikan jawaban tegas, saat dikonfirmasi, jawabannya berubah-ubah, awalnya ia menyatakan akan mengecek sesuai perda, namun kemudian ia menyebut tahapan yang berjalan sudah sesuai regulasi, seolah menutup mata pada kegaduhan di lapangan.

” Jika ada penyimpangan, akan dilaporkan Kasi Pemerintah,” jelasnya.

Lemahnya pengawasan juga terlihat pada sikap Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Bojonegoro. Kepala DPMD Mahmudin justru melempar tanggung jawab sepenuhnya ke Camat, publik menilai ini mencerminkan tidak adanya sistem pengawasan berlapis yang memadai untuk mencegah penyimpangan.

” Monggo ke pak camat, karena tiap tahapan pak camat akan memantaunya termasuk pihak ketiga nya yang akan memfasilitasi,” jelas Mahmudin.

Pertanyaan besar pun muncul, sampai kapan praktik rekrutmen penuh intrik ini akan dibiarkan..? dimana peran kecamatan dan DPMD untuk memastikan transparansi..? lebih-lebih yang terpenting, mengapa warga harus percaya pada hasil seleksi yang sejak awal sudah diwarnai indikasi permainan..?

Baca Juga :  Pria Ini Ditangkap Personil Polsek Kuntodarussalam, Tenyata Begini Kasusnya

Yang lebih memprihatinkan, penegak regulasi hanya berkutat di retorika tahapan sesuai perda, celah manipulasi nyaris selalu luput dari pantauan ataukah mungkin sengaja dibiarkan.

Beberapa kalangan kembali mempertanyakan, sampai kapan pola ini dibiarkan terus berulang? Di mana nyali Pemkab Bojonegoro untuk turun langsung mengawasi..? kapan rekrutmen perangkat desa benar-benar dijalankan dengan transparan, tanpa ruang lobi, tanpa calon pesanan?

Publik layak tahu kebenaran di balik drama Perades Kadungrejo ini, semua akan merusak kepercayaan warga, sekaligus menodai marwah pemerintahan desa, karena pada akhirnya, kursi perangkat desa bukanlah milik elite yang pandai bermain di ruang gelap, melainkan amanah rakyat yang harus dijaga.

 

 

 

Editor: Redaksi

Berita Terkait

Ditreskrimsus Polda Riau Bongkar Dugaan Gudang Bio Solar Ilegal di Tenayan Raya
Polda Metro Jaya Vs Faisal Amsir, Ujian Nyata Nyali Polisi Tangkap Burnonan Pelecehan Perempuan
Oknum Pers dan Dugaan Skandal Narkoba serta Pemalsuan Tanda Tangan, Ini Tanda Krisis Moral yang Menghancurkan Dunia Jurnalistik
Polda Riau Gagalkan Penyelundupan 30 Kg Sabu di Pelabuhan Dumai
Aroma Tak Sedap, Penggunaan Prioritas Dana Desa di Bagan Punak Meranti Mencuat
Pria di Pelalawan Ditangkap Akibat Cabuli Wanita Berkebutuhan Khusus.
Andi Nugraha dkk : Seenaknya Menghilangkan 2 nyawa, Terdakwa harus dihukum Mati.
Polda Riau Gagalkan Pengiriman Lima Pekerja Migran Ilegal ke Malaysia

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 12:55 WIB

Klarifikasi Pengelolaan GOR Batu Enam, Kadisparpora Rohil Indra Gunawan: Retribusi Masih dalam Penataan

Rabu, 4 November 2026 - 08:36 WIB

Wartawan Baranewsriau.com Terima Intimidasi Terkait Pemberitaan Sorotan GOR Batu Enam, KIPPI Kecam Keras Tindakan Arogansi

Senin, 2 November 2026 - 13:50 WIB

Hasil Pilpeng Suak Air Hitam Digugat ke PTUN, Syahrial Minta Proses Diuji Secara Hukum

Minggu, 1 November 2026 - 21:18 WIB

Pengelolaan GOR Batu Enam Rohil Disorot, Publik Pertanyakan Aliran Dana Pemanfaatan Aset Daerah

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:09 WIB

Personil Polsek Kubu Laksanakan Sholat Shubu Di Masjid AL-Ikhwan.

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:57 WIB

Ketua DPC Forkorindo Rohil Minta Kejaksaan Bongkar Pemilik Nomor Misterius yang Catut Nama Kasi Pidsus

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 06:56 WIB

WASPADA! Nomor Misterius Catut Nama Kasi Pidsus Kejari Rohil, Kepala Sekolah Jadi Sasaran Telepon dan Chat

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 06:36 WIB

Truk Angkutan Sawit Diduga Overload Bebani Jalan, Dishub Rohil Diminta Turun Tangan

Berita Terbaru