Panipahan Rohil-Riau, baranewsriau.com – Aksi massa untuk kedua kalinya kembali mengguncang Panipahan, Jumat (10/04/2026). Ratusan hingga ribuan warga turun ke jalan, meluapkan kemarahan atas dugaan peredaran narkoba yang semakin merajalela tanpa penindakan tegas. Sabtu (11/04/2026).
Namun kali ini, nada protes warga tidak hanya menuntut penegakan hukum.
Dalam orasi yang berlangsung panas, mulai muncul kecurigaan publik terhadap adanya dugaan “Pembiaran”, bahkan kemungkinan keterlibatan oknum yang dinilai membuat penanganan kasus berjalan di tempat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kekecewaan warga memuncak karena terduga bandar narkoba berinisial A yang telah lama dilaporkan, hingga kini belum juga diamankan oleh pihak Polsek Panipahan.
“Kalau tidak ada pembiaran, kenapa sampai sekarang tidak ditangkap? Kami jadi curiga ada oknum yang bermain, ”ujar salah satu peserta aksi.
Aksi dimulai sekitar pukul 16.08 WIB di depan Kantor Polsek Panipahan, sebelum massa bergerak menuju salah satu rumah di Panipahan Darat, Kecamatan Pasir Limau Kapas, yang diduga berkaitan dengan aktivitas peredaran narkoba.
Situasi di lapangan sempat memanas.
Aparat gabungan dari kepolisian dan TNI terlihat kewalahan mengendalikan massa yang terus mendesak agar pelaku segera ditangkap di tempat.
Warga menilai, lambannya respons aparat bukan hanya mencerminkan kelemahan, tetapi juga berpotensi menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat.
“Kami hanya ingin hukum ditegakkan. Kalau dibiarkan seperti ini, wajar kalau muncul dugaan-dugaan di masyarakat, ”kata warga lainnya.
Desakan pun kini mengarah langsung kepada Kapolres Rokan Hilir untuk segera turun tangan, melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Polsek Panipahan, serta memastikan tidak ada oknum yang bermain dalam kasus ini.
Masyarakat juga meminta agar penanganan dilakukan secara transparan dan terbuka, guna memulihkan kepercayaan publik yang mulai tergerus.
Situasi ini menjadi sinyal serius.
Jika tidak segera direspon dengan langkah konkret dan tegas, bukan hanya aksi susulan yang berpotensi terjadi, tetapi juga krisis kepercayaan terhadap institusi penegak hukum di tengah masyarakat.
Sumber: Ibrahim
Editor: Ros.H





















































