Jangan Cuma Rapat Soal Pupuk, Wapres Gibran Perintahkan Calon Pemimpin Turun ke Sawah

ROSBINNER HUTAGAOL

- Redaktur

Kamis, 4 Juni 2026 - 10:57 WIB

507 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bongkar Aturan Tumpang Tindih, Wapres: Kebijakan Gagal Kalau Tak Tahu Derita Petani

JAKARTA, baranewsriau.com – Jangan hanya duduk manis di ruang rapat bahas pupuk. Calon pemimpin masa depan wajib turun langsung ke sawah melihat derita petani, Rabu (4/6/2026).

Perintah tegas itu disampaikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming saat memberi pembekalan kepada peserta Pendidikan Lemhannas RI Tahun 2026 di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu, 3/6/2026. “Kebijakan gagal kalau buta realita lapangan,” tegas Wapres Gibran di hadapan peserta dari unsur pemerintahan, TNI, Polri, dunia usaha, organisasi masyarakat, hingga peserta mancanegara.

Wapres secara khusus mengungkit carut-marut regulasi distribusi pupuk yang menyulitkan petani. Menurutnya, aturan yang tumpang tindih adalah bukti nyata kebijakan dibuat tanpa paham kebutuhan di bawah.

“Ini bukti kalau kebijakan tidak menjawab kebutuhan di lapangan. Jangan tunggu rakyat teriak baru bergerak,” ujar Wapres.

Karena itu, Wapres Gibran memberi perintah langsung kepada peserta Lemhannas 2026. Mereka diminta lebih sering turun ke daerah dan membangun komunikasi intensif dengan masyarakat.

Baca Juga :  Putus Rantai Tengkulak, Polri Fasilitasi Permodalan KUR dan Penyerapan Bulog bagi Petani Jagung

Tujuannya satu: agar calon pemimpin paham tantangan nyata yang dihadapi rakyat setiap hari.

“Pemimpin masa depan wajib punya kepekaan. Kebijakan tidak boleh hanya lahir dari ruang rapat,” kata Wapres.

Pembekalan Lemhannas kali ini diikuti peserta Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional XXVII dan Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional LXIX.

Dengan pesan ini, Wapres menunjukkan keberpihakan pada masyarakat kecil.

Aturan pupuk yang bikin pusing petani jadi perhatian serius pemerintah agar tidak lagi merugikan rakyat.

Sumber: BPMI Setwapres

Editor: Rosbinner Hutagaol

Berita Terkait

Tak Ada Jabatan Kebal Hukum: AKPERSI Ancam Turunkan Pasukan Jika Kasus Senpi APDESI Mandek  
Tiga Tugas untuk Kader Daerah! GPNI Siap Kawal Program Prabowo-Gibran di Lapangan  
Jadwal Kunjungan Jokowi ke Lampung Akhir Juni 2026 Dikonfirmasi BRN, 4 Wilayah Jadi Tujuan
Kerinduan Warga Lampung Terjawab! Jokowi Dijadwalkan Sapa 4 Daerah Akhir Juni 2026
Prabowo-Gibran Kawal Astacita: BRN Tekankan Pentingnya Komunikasi Politik Tingkat Tinggi Demi Harmoni Bangsa
Pakar Hukum dan Investigator Desak Penuntasan Laporan Dugaan Dokumen Pendidikan Bupati Rohil
Hak Jawab AKPERSI: FGD Pendidikan Bukan Program Berbayar, Keikutsertaan Kepala Sekolah Sukarela  
Ketua Umum BRN Minta Kemendikti Saintek Selesaikan Ancaman DO 1.000 Calon Dokter

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 13:50 WIB

Polsek Kubu Perluas Pengawasan Ketahanan Pangan,Pantau Perkembangan Jagung.

Selasa, 2 Juni 2026 - 13:46 WIB

Polres Rohil Ungkap 31 Kasus Narkoba Selama Mei 2026, Kapolres Komitmen Selamatkan Generasi Bangsa Dari Bahaya Narkoba.

Minggu, 31 Mei 2026 - 10:01 WIB

Dukung Asta Cita Presiden, Polsek Bangko Monitoring Lahan Jagung 2 Hektare di Suak Air Hitam

Sabtu, 30 Mei 2026 - 15:42 WIB

Polsek Kubu Dukung Program Asta Cita, Tanam Jagung Serentak 3 Hektar Jaga Ketahanan Pangan

Jumat, 29 Mei 2026 - 14:45 WIB

Kapolsek kubu Pantau Perkembangan Tanaman Jagung, Hasil Pertumbuhan Sangat Baik.

Jumat, 29 Mei 2026 - 13:58 WIB

Zulpakar, SE., M.Si Siap Tidak Menerima Gaji dan Tunjangan Selama Menjabat Penghulu Bagan Jawa

Kamis, 28 Mei 2026 - 20:33 WIB

Dukung Asta Cita Presiden, Bhabinkamtibmas Cek Kesiapan Lahan Tanam Jagung 3 Hektar.

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:54 WIB

Riski Kurniawan, S.I.Q., Imam Masjid Khairunnas Pusat Perkantoran Ibukota Rohil

Berita Terbaru