HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

SPPD Fiktif Kasus Dugaan Korupsi Akan Terkuak: Ajudannya Disidang Pekan Depan, Wako Agung Didesak Segera Non-Aktifkan Sekwan Hambali

ROSBINNER HUTAGAOL

- Redaktur

Jumat, 27 Februari 2026 - 02:34 WIB

50219 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pekanbaru, baranewsriau.com – Kasus dugaan korupsi SPPD fiktif di lingkungan Sekretariat DPRD Pekanbaru, sebentar lagi akan terkuak. Siapa dalang dan aktor intelektual yang bermain, nantinya akan ketahuan. Wako Agung didesak segera non-aktifkan sekwan Hambali, Jum’at (27/02/2026).

Ya, J A ajudan Sekretaris DPRD Pekanbaru Hambali Nanda Manurung, pekan depan disidangkan di Pengadilan Negeri Pekanbaru.

Kepala Kejari Pekanbaru, Silpia Rosalina, melalui Kepala Seksi Intelijen, Mey Ziko, menyatakan berkasnya sudah lengkap (P-21), dan siap masuk meja hijau.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Publik menunggu pengakuan J A yang merupakan tenaga honorer, tentang temuan 38 stempel dari berbagai instansi, plus uang puluhan juta oleh Tim Pidsus Kejari Pekanbaru, saat penggeledahan Desember 2015 lalu.

Pengakuan J A inii lah yang diharapkan publik, menjadi pintu masuk gurita kasus SPPD fiktif di lingkungan Sekretariat DPRD Pekanbaru.

Sebab, tanpa perintah atasan, tidak mungkin J A bisa nyimpan stempel dan uang puluhan juta.

Lalu, siapa aktor intelektual kasus ini? Sekwan Hambali Nanda Manurung sendiri sudah beberapa kali diperiksa soal kasus ini. Begitu juga para kepala bidang, ASN dan staf di sekretariat tersebut.

Baca Juga :  Wujudkan Layanan Ramah Disabilitas, KPU Riau Gandeng PPUA Provinsi Riau Dalam Menyediakan Fasilitas Akses

Pengamat Hukum Prof Dr. Husnu Abadi menilai, terkait kasus ini, kepala daerah memiliki peran penting untuk menjaga objektivitas proses hukum dan kepercayaan publik.

Dengan sorotan publik yang kian deras, langkah me-nonaktif-kan sementara terhadap pejabat yang terseret pusaran perkara, merupakan tindakan etis dan administratif yang lazim.

“Komitmen kepala daerah sangat penting. Jika ada pejabat yang berpotensi mengganggu proses hukum, atau diduga terkait dengan perkara, sebaiknya dilakukan penonaktifan sementara demi menjaga objektivitas penyidikan,” sarannya dalam wawancara khusus.

Menurut Husnu, dalam banyak kasus korupsi, pihak di level pelaksana, sering kali lebih dulu tersentuh hukum. Karena pembuktiannya lebih mudah. Namun hal itu tidak boleh membuat penyidikan berhenti.

“Jangan sampai yang tersentuh hanya bawahan. Dalam kejahatan terorganisir biasanya ada struktur. Penegakan hukum harus menelusuri hingga ke aktor yang memiliki kewenangan lebih tinggi jika memang ada,” katanya.

Penonaktifan sementara, bukan bentuk penghukuman.

Tapi langkah preventif untuk menjaga marwah institusi dan memastikan proses hukum berjalan tanpa intervensi.

Baca Juga :  PMII Riau Punya Nahkoda Baru: Ghulam Zaky dan Utari Nelviandi Pimpin PKC dan Kopri 2025–2027

“Solusinya sederhana nonaktifkan sementara sampai ada kepastian hukum. Jika nanti tidak terbukti, jabatan bisa dikembalikan. Dengan begitu, pemerintah menunjukkan komitmen pada pemerintahan yang bersih sekaligus menghormati asas praduga tak bersalah,” paparnya.

Kalangan lainnya juga melihat struktur kasus ini, penyidikan seharusnya tidak berhenti pada pelaksana teknis.

Penegak hukum diminta menelusuri rantai komando, dan tanggung jawab struktural secara menyeluruh.

“Kalau hanya berhenti pada ajudan, publik akan menilai penegakan hukum setengah hati. Harus ditelusuri siapa yang memberi perintah dan siapa yang bertanggung jawab secara struktural,” tambah sumber pejabat di Kota Pekanbaru, yang mengikuti perkembangan kasus ini.

Di tengah proses hukum yang dipastikan terus berjalan, tali komando kini di tangan sang Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho.

Karena, sampai hari ini Hambali masih aktif menjabat sebagai Sekwan Pekanbaru, dan hilir mudik di gedung rakyat, merasa tak punya kesalahan apapun.

 

Sumber: gilangnews.com

(Ros.H)

Berita Terkait

Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh Lancang Kuning 2026
Umri Kukuhkan 1.351 Lulusan, Rika Gunawan Raih Summa Cumlaude IPK 3.97
Wakil Rakyat Cekik Wakil Rakyat: Aksi Memalukan Anggota DPRD Pekanbaru di Bandara Jadi Tontonan Publik
Ditreskrimsus Polda Riau Bongkar Dugaan Gudang Bio Solar Ilegal di Tenayan Raya
Viral Kejati Riau Tahan 8 Tersangka Korupsi PI SPRH Rp64 Miliar
Residivis Narkoba di Pekanbaru Kota Ditangkap Polda Riau, 2,14 Gram Sabu Disita
Cari Titik Temu Sengketa 8 Hektare Meranti Pandak, Warga Dialog dengan Kapolresta
Wujudkan Polri Humanis, Wakapolda Riau Gelar Minggu Kasih di GPIB Immanue

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:23 WIB

Dengan Bismillahirrahmanirrahim, Riki Dermawan Mohon Doa dan Dukungan, Siap Mengemban Amanah untuk Raja Bejamu

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 20:01 WIB

Waka Polres Rohil Tegaskan Santri Mitra Strategis Polri Jaga Persatuan Bangsa

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Simpang Nella Digerebek, Polres Rohil Tangkap Bandar Wanita Bawa Sabu

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:15 WIB

Camat Bangko Turun ke Lokasi, Tinjau Banjir dan Pastikan Kondisi Warga

Rabu, 21 Oktober 2026 - 00:09 WIB

2 Pengedar, 38,9 Gram Sabu, Rp7,1 Juta Disita di Melayu Besar

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:52 WIB

75 Tahun Humas Polri, Polres Rohil Gotong Royong Bersihkan Masjid Nurul Iman

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 22:57 WIB

Polsek Kubu Ringkus 4 Pengedar Sabu, 103,19 Gram Diamankan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:20 WIB

Aset Pemda Rohil Mangkrak, Eks Pos Lantas Batu Enam Bagansiapiapi Jadi Sorotan

Berita Terbaru

PEKANBARU

Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh Lancang Kuning 2026

Senin, 26 Okt 2026 - 16:37 WIB