Wahyudi El Panggabean Imbau Insan Pers Nasional Segera Adaptasi AI dan Perkuat Kompetensi

ALEK MARZEN

- Redaktur

Kamis, 2 Juli 2026 - 10:49 WIB

5021 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Baranewsriau.com, PEKANBARU -Perkembangan pesat teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) membawa gelombang perubahan besar pada lanskap media global. Menanggapi fenomena tersebut, Direktur Utama Lembaga Pendidikan Wartawan Pekanbaru Journalist Center (PJC), Drs. Wahyudi El Panggabean, M.H., MT.BNSP., CPCT., mengeluarkan imbauan keras kepada segenap insan pers di tanah air untuk segera melipatgandakan semangat belajar dan beradaptasi agar eksistensi profesi tidak tergilas zaman.

Pernyataan tegas tersebut disampaikan Wahyudi saat menerima kunjungan sejumlah pemimpin redaksi media di kediamannya, Pekanbaru, Rabu (1/7/2026).

Wahyudi, yang telah lebih dari 40 tahun menekuni dunia jurnalistik sekaligus menjabat sebagai Anggota Dewan Kehormatan Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) Pekanbaru, menilai bahwa teknik jurnalistik dalam lima tahun terakhir telah mengalami lompatan eksponensial yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Kehadiran generative AI kini menuntut standardisasi keahlian baru bagi seorang jurnalis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita sedang menghadapi titik balik sejarah pers. Saat ini telah terjadi pergeseran metodologi kerja yang sangat masif. Pilihan kita hanya dua: beradaptasi dengan belajar lebih giat untuk menguasai teknologi ini, atau menolak berubah lalu perlahan-lahan tergilas dan hilang dari industri,” ujar tokoh yang juga dikenal produktif sebagai penulis belasan buku jurnalistik tersebut di hadapan para pemred.

Baca Juga :  3 Orang Tewas Ditusuk Dekat Pos Pintu Masuk Karaoke See you ,Kapolda Riau Diminta Tangkap Pemiliknya.

Wahyudi menjabarkan bahwa aspek mendesak yang harus segera dikuasai oleh para jurnalis saat ini meliputi literasi perangkat AI (prompt engineering), metode verifikasi tingkat lanjut (advanced fact-checking), serta pemahaman komprehensif terhadap regulasi pers digital. Kendati demikian, ia mengingatkan agar adopsi teknologi ini tidak melanggar rambu-rambu etis.

“AI mutlak diposisikan sebagai instrumen akselerasi riset, seperti merangkum dokumen hukum yang tebal atau memetakan big data. Namun, jurnalis tidak boleh malas. Hasil olahan mesin wajib diuji akurasinya karena AI rawan mengalami halusinasi informasi. Jangan sampai proses penyuntingan kehilangan prinsip human oversight atau pengawasan manusia,” tegas praktisi senior yang telah melatih ribuan jurnalis lewat PJC selama dua dekade terakhir ini.

Baca Juga :  Diduga Bakar Lahan ,Opung Boy Diamankan Polsek Kubu.

Lebih lanjut, berbekal pengalamannya yang matang di dunia pers dan hukum, Wahyudi menggarisbawahi bahwa secanggih apa pun algoritma AI, ada batas-batas humanis dalam profesi pers yang tidak akan pernah bisa direplikasi oleh baris kode komputer.

“Mesin tidak dibekali nurani, tidak memiliki kode etik, dan tidak mempunyai hunting instinct atau naluri berburu berita di lapangan. AI tidak akan pernah bisa membangun hubungan emosional yang intim dengan narasumber saat wawancara mendalam (in-depth interview). Keunggulan otentik manusia itulah yang harus kita pertajam,” tambahnya.

Mengakhiri pertemuan tersebut, Wahyudi mendesak seluruh perusahaan pers dan lembaga pelatihan untuk segera merevitalisasi kurikulum pendidikan jurnalistik mereka agar selaras dengan kebutuhan era disrupsi. Sinergi antara kecakapan teknologi dan integritas moral dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga marwah pers sebagai pilar keempat demokrasi.

 

 

Laporan: Alek Marzen

Berita Terkait

Dinas Perikanan Rokan Hilir Bantah Isu Pungli Rekomendasi BBM Bersubsidi Nelayan Panipahan
KAJIAN AKADEMIK KADIS PUPR Rohil: Penguatan Motivasi Pegawai Jadi Kunci Perbaikan Pelayanan Publik
Kapolres Rohil Pimpin Upacara Kenaikan Pangkat, 65 Personil Didorong Tingkatkan Profesionalisme.
Dikeluhkan Warga Selama Puluhan Tahun, Jalan Purwodadi Masuk Kajian Prioritas PUTR Rohil
Peringati HUT Bhayangkara Ke 80, Polres Rohil Gelar Upacara Dengan Tema ” 80 Tahun Mengabdi, Polri Untuk Masyarakat”
Puluhan Tahun Rusak, Warga Minta Bupati Rohil dan PUPR Segera Benahi Jalan Purwodadi Bagan Punak Meranti
Puncak Event Nasional Bakar Tongkang, FKDM Rohil Ajak Masyarakat Jaga Kondusifitas dan Sambut Wisatawan dengan Ramah
Tiket Permainan Rp15 Ribu per Wahana, Pasar Malam Batu Enam Kembali Disorot: Dugaan Permainan Berbau Judi hingga Tanggung Jawab Kehilangan Dipertanyakan

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 11:16 WIB

Respon Cepat Laporan Warga, Satresnarkoba Polresta Pekanbaru Tangkap Dua Terduga Pengedar Sabu

Minggu, 5 Juli 2026 - 22:46 WIB

Jelang Riau Bhayangkara Run 2026, Warga Pekanbaru Diajak Sambut Ramah 20 Ribu Pelari

Sabtu, 4 Juli 2026 - 23:47 WIB

Kapolda Riau Anugerahkan Green Policing, Hulubalang LAMR: Penghormatan untuk Bunda Azlaini Tokoh Perempuan Riau

Jumat, 3 Juli 2026 - 19:30 WIB

Kapolresta Pekanbaru ke 116 Personel Naik Pangkat: Bukan Hadiah, Ini Tanggung Jawab Besar  

Jumat, 3 Juli 2026 - 17:50 WIB

Berbagi Adalah Ibadah, Lapas IIA Pekanbaru Wujudkan Lewat Jumat Berkah dan Kasih 

Kamis, 2 Juli 2026 - 17:42 WIB

Berkat Dukungan Warga, Polresta Pekanbaru Sabet 3 Penghargaan HUT Bhayangkara ke-80

Rabu, 1 Juli 2026 - 14:09 WIB

80 Tahun Mengabdi, Polri Didoakan Jadi Teladan Penegak Hukum yang Humanis  

Rabu, 1 Juli 2026 - 12:52 WIB

Yayasan KPK TIPIKOR Soroti Hibah APBD Pekanbaru Rp16,7 M ke Instansi Vertikal, Minta KPK & BPK Audit

Berita Terbaru