ROHIL, Baranewsriau.com | Ramainya aktivitas pasar malam di kawasan Taman Budaya Batu Enam, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir kembali menjadi sorotan publik. Selain tingginya antusiasme masyarakat, sejumlah persoalan mulai mencuat mulai dari harga tiket permainan, dugaan jenis permainan yang dinilai menyerupai praktik perjudian, hingga sistem pengelolaan parkir dan tanggung jawab penyelenggara terhadap keamanan pengunjung. Minggu (28/6/2026).
Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah wahana permainan di area pasar malam menerapkan tarif sekitar Rp15 ribu per item permainan. Dengan banyaknya pilihan wahana yang tersedia, pengunjung yang datang bersama keluarga diperkirakan harus mengeluarkan biaya cukup besar untuk menikmati seluruh fasilitas hiburan.
Namun perhatian publik tidak hanya tertuju pada biaya permainan. Sejumlah aktivitas permainan di lokasi pasar malam juga ikut menuai sorotan. Beberapa pengunjung menilai terdapat permainan tertentu yang dinilai memiliki pola menyerupai permainan untung-untungan dan memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai bentuk izin serta mekanisme pengawasan yang diterapkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Masyarakat berharap aparat terkait dapat melakukan pengawasan agar seluruh aktivitas hiburan yang berlangsung benar-benar sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan tidak menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat.
Selain itu, persoalan parkir juga menjadi perhatian. Ribuan kendaraan roda dua dan roda empat terlihat memadati area sekitar lokasi hingga memanfaatkan bahu jalan. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai sistem manajemen parkir yang diterapkan oleh pihak penyelenggara.
Beberapa warga mempertanyakan apakah pengelolaan parkir dilakukan secara resmi dan bagaimana mekanisme pertanggungjawaban jika terjadi kehilangan kendaraan atau barang milik pengunjung.
“Kalau parkir sampai memenuhi bahu jalan dan jumlah kendaraan begitu banyak, masyarakat tentu ingin tahu siapa yang bertanggung jawab jika terjadi sesuatu,” ungkap salah seorang warga kepada media ini.
Sorotan tersebut bukan tanpa alasan. Masyarakat mengingat kembali peristiwa pada pelaksanaan pasar malam tahun sebelumnya, di mana sempat beredar informasi adanya sejumlah warga yang mengaku kehilangan kendaraan roda dua saat berkunjung ke lokasi. Namun saat itu disebut-sebut tidak ada bentuk pertanggungjawaban yang jelas dari pihak pelaksana.
Hal itu membuat sebagian masyarakat kembali mempertanyakan sistem keamanan yang saat ini diterapkan, termasuk keberadaan petugas keamanan, pengawasan area parkir, serta mekanisme penanganan apabila terjadi kehilangan kendaraan maupun barang milik pengunjung.
Di tengah tingginya animo masyarakat terhadap pasar malam yang disebut sebagai salah satu yang terbesar di Sumatera tersebut, publik berharap penyelenggara dapat memberikan penjelasan secara terbuka terkait sistem pengelolaan parkir, keamanan, hingga bentuk tanggung jawab kepada masyarakat sebagai pengunjung.
Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak penyelenggara terkait sorotan yang berkembang di tengah masyarakat.
Catatan Redaksi
Berita ini disusun berdasarkan hasil pantauan lapangan, dokumentasi, serta informasi yang berkembang di tengah masyarakat. Seluruh poin yang dimuat terkait dugaan aktivitas permainan, pengelolaan parkir, keamanan, maupun tanggung jawab penyelenggara masih memerlukan penjelasan dan klarifikasi dari pihak terkait.
Redaksi menjunjung tinggi asas keberimbangan dan membuka ruang hak jawab kepada pihak penyelenggara, pemerintah daerah, aparat berwenang, maupun pihak lain yang disebut atau merasa berkepentingan dalam pemberitaan ini, sesuai ketentuan Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999.
Laporan: Alek Marzen





















































