BaraNewsRiau.com, Bagansiapiapi – Kondisi Jalan Purwodadi di Dusun Punak, Kepenghuluan Bagan Punak Meranti, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), menjadi keluhan masyarakat selama bertahun-tahun. Infrastruktur yang menjadi akses utama warga itu hingga kini dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah dan dinilai belum mendapatkan perhatian serius dari pihak terkait. Kamis (2/7/2026).
Salah seorang warga setempat, Yudi, mengungkapkan kerusakan jalan tersebut sudah berlangsung sangat lama. Bahkan menurutnya, sejak tahun 2001 hingga sekarang jalan itu belum pernah mendapatkan perbaikan secara maksimal.
“Sudah lama rusaknya. Sampai sekarang belum ada perbaikan yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” ujar Yudi kepada media.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, kondisi jalan yang rusak tidak hanya menghambat mobilitas warga, namun juga membahayakan keselamatan pengguna jalan. Ia menyebut sejumlah warga pernah mengalami kecelakaan akibat kondisi jalan yang berlubang dan rusak.
“Sudah ada masyarakat yang jatuh karena kondisi jalannya rusak. Kalau musim hujan lebih parah lagi karena jalan sulit dilewati,” katanya.
Yudi mengatakan persoalan tersebut sebelumnya juga telah disampaikan kepada pihak kepenghuluan setempat. Namun hingga saat ini masyarakat mengaku belum melihat adanya tanda-tanda atau langkah nyata terkait upaya perbaikan.
Berdasarkan informasi yang disampaikan warga, Jalan Purwodadi memiliki lebar semenisasi sekitar 3,5 meter dengan lebar badan jalan diperkirakan mencapai 8 meter. Sementara panjang ruas jalan yang mengalami kerusakan diperkirakan mencapai sekitar satu kilometer.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir melalui Bupati Rohil H. Bistaman bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dapat turun langsung meninjau kondisi tersebut dan segera mengambil langkah perbaikan.
Yudi berharap aspirasi masyarakat melalui pemberitaan media dapat didengar pemerintah agar akses masyarakat tidak terus terkendala.
“Kalaupun belum bisa dilakukan semenisasi secara menyeluruh, paling tidak dilakukan penimbunan atau pengerasan menggunakan batu aucas agar masyarakat lebih mudah melintas,” harapnya.
Masyarakat berharap persoalan infrastruktur yang telah berlangsung selama puluhan tahun tersebut dapat menjadi perhatian serius pemerintah daerah demi meningkatkan akses dan kenyamanan masyarakat setempat.
Penulis: Alek Marzen





















































