Mantan Ketua DPRD Riau dorong penerbitan buku sejarah lahirnya Kabupaten Kepulauan Meranti. Para pelaku sejarah diminta segera didokumentasikan jelang HUT ke-18.
SELATPANJANG-RIAU, baranewsriau.com – Mantan Ketua. DPRD Provinsi Riau periode 2008, Sofyan Hamzah, BA., menyatakan dukungan penuh terhadap rencana penerbitan buku sejarah perjuangan lahirnya Kabupaten Kepulauan Meranti, Kamis (6/8/2026).
- Dukungan itu disampaikan jelang peringatan
KlikHUT ke-18 Kabupaten Kepulauan Meranti. Sofyan mengaku prihatin karena hingga kini belum ada buku resmi yang mengabadikan proses panjang pembentukan daerah tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sudah hampir 18 tahun Meranti berdiri, namun pemerintah daerah belum menerbitkan buku sejarah perjuangan lahirnya daerah ini,” ujarnya kepada awak media, Rabu (5/8/2026).
Dorongan dari Tokoh Perjuangan
Semangat penerbitan buku ini kembali menguat setelah Sofyan dihubungi Ramlan, S.H., CPLA, salah satu tokoh perjuangan pembentukan Kabupaten Kepulauan Meranti yang dulu bermukim di Jakarta sekaligus penggagas Meranti Center Jakarta.
Ramlan mengirimkan kerangka awal penulisan sejarah perjuangan Meranti yang mendapat respons positif dari berbagai kalangan.
Menurut Sofyan, penerbitan buku tidak boleh lagi ditunda mengingat sebagian besar pelaku sejarah kini telah berusia di atas 60 tahun.
“Saya sangat mendesak agar buku ini segera diterbitkan, mumpung para pelaku sejarahnya masih ada. Sejarah lahirnya Meranti sangat penting diwariskan kepada anak cucu kita,” tegasnya.
Berawal dari Kegelisahan KKBPKM
Gagasan penyusunan buku berawal dari diskusi di Wadah GW Kerukunan Keluarga Besar Pejuang Kabupaten Kepulauan Meranti (KKBPKM).
Ramlan mengungkapkan, hingga kini belum ada dokumentasi utuh mengenai proses perjuangan.
“Sudah hampir 18 tahun kabupaten tercinta ini berdiri, namun belum ada langkah nyata untuk menerbitkan buku sejarah perjuangan ini,” kata Ramlan.
Bersama Ketua PWI Kepulauan Meranti, Wira, dan sejumlah pihak penerbit, tim mulai menyusun kerangka penulisan yang merekam perjalanan sejak *tahun 1957 hingga 2008.
Buku untuk sementara berjudul
“Setengah Abad Memperjuangkan Lahirnya Kabupaten Kepulauan Meranti”.
Rencana Seminar Bedah Sejarah
Untuk menyempurnakan isi, para penggagas berencana menggelar seminar bedah sejarah yang melibatkan seluruh simpul perjuangan dari berbagai daerah.
Simpul yang akan dilibatkan meliputi BP2KM Selatpanjang, BP2KM Riau di Pekanbaru, IKB Batam, Karimun, Tanjungpinang, Dumai, Siak, hingga Meranti Center Jakarta.
“Setiap simpul diharapkan menggelar rapat internal untuk merangkum fakta dan peran tokoh. Hasilnya akan dibahas dalam forum seminar,” jelas Ramlan.
Ia menegaskan tujuannya agar buku yang terbit objektif dan tidak ada pihak yang merasa dirugikan.
Dukungan Tokoh Terus Mengalir
Rencana ini mendapat sambutan luas. Sekjen BP2KM, Falzan Surahman menyebut perjuangan sejak 1957 layak diabadikan. Tokoh Meranti di Pekanbaru, Hajah Jahlela Wati, S.H., juga menyatakan dukungan dan siap berperan aktif dalam seminar.
Ketua Umum Meranti Center Jakarta, Firdaus Muchtar Jamil, siap menyerahkan dokumen dan rekaman sejarah yang telah dihimpun. Ia berharap seminar dapat digelar bertepatan dengan rangkaian HUT ke-18 di Selatpanjang.
Penerbitan buku ini diharapkan menjadi dokumentasi resmi sekaligus warisan bagi generasi mendatang, bahwa terbentuknya Meranti adalah hasil perjuangan kolektif lebih dari setengah abad.
Sumber: Meranti Center
Reporter: Ibrahim
Editor: Rosbinner Hutagaol





















































