Bagansiapiapi, Baranewsriau.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) bergerak cepat melakukan upaya pencegahan penyebaran malaria menyusul status Kejadian Luar Biasa (KLB) malaria di Kecamatan Bangko.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggelar Gerakan Kamis Bersih melalui kegiatan gotong royong di sejumlah titik rawan genangan air dan penumpukan sampah, Kamis (6/8/2026) pagi.
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kepala DLH Rohil, Suwandi, S.Sos, itu dipusatkan di Jalan Nelayan, tepatnya di Jalan Usaha I dan II, Jalan Karya, serta Jalan Pembangunan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Aksi bersih lingkungan tersebut melibatkan Camat Bangko Aspri Mulya, S.STP., M.Si, jajaran Kecamatan Bangko, Lurah Bagan Barat Siti Zuhra, S.STP, perangkat kelurahan, serta para Ketua RT dan RW se-Kelurahan Bagan Barat.
Suwandi menjelaskan, kegiatan gotong royong dilaksanakan selama tiga hari, mulai Kamis hingga Sabtu, dengan sasaran utama membersihkan parit, drainase, halaman rumah warga, serta mengangkut sampah yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk penyebab malaria.
“Pencegahan malaria tidak hanya dilakukan melalui penanganan medis, tetapi juga harus dimulai dari kebersihan lingkungan. Karena itu kami turun langsung bersama masyarakat membersihkan drainase, genangan air, dan sampah yang dapat menjadi habitat nyamuk,” ujar Suwandi.
Selain aksi bersih-bersih, DLH Rohil juga melakukan sosialisasi kepada warga mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, menguras tempat penampungan air, serta tidak membuang sampah sembarangan sebagai langkah pencegahan penyebaran malaria.
Menurut Suwandi, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam memutus rantai penyebaran penyakit. Ia berharap gerakan gotong royong dapat menjadi kebiasaan yang terus dilakukan secara berkelanjutan di lingkungan masing-masing.
“Ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir dalam melindungi masyarakat dari ancaman malaria. Lingkungan yang bersih adalah salah satu benteng utama untuk mencegah berkembangnya nyamuk pembawa malaria,” tambahnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir telah mengintensifkan langkah penanganan KLB malaria melalui rapat koordinasi yang dipimpin Bupati H. Bistamam bersama Wakil Bupati Jhony Charles, BBA., MBA, selaku Komandan Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan KLB Malaria, dengan melibatkan unsur Forkopimda, OPD terkait, dan para camat dari wilayah terdampak.
Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, pemerintah daerah berharap penyebaran malaria di Kecamatan Bangko dapat segera dikendalikan dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan semakin meningkat.
Oleh: Alek Marzen
Editor: Redaksi





















































