Pengurus LAMR Kepulauan Meranti hadir dalam forum “Bab Al Qawa’id dan Kesultanan Islam Nusantara” di Siak
SELATPANJANG-RIAU, baranewsriau.com – Jajaran pengurus Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Kepulauan Meranti mengikuti Seminar Internasional Budaya Melayu Pesisir Selat Melaka bertajuk “BAB AL QAWA’ID dan Kesultanan Islam Nusantara”, Rabu (12/62026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00 hingga 12.30 WIB ini diselenggarakan oleh Institut Agama Islam Tafaquh Fiddin (IAITF) Dumai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Seminar digelar secara hibrid, berpusat di Ruang Raja Indra Pahlawan Lantai 2 Kantor Bupati Siak, dan disiarkan langsung melalui Zoom Meeting.
Sebanyak 785 peserta dari kalangan akademisi, praktisi, dan tokoh masyarakat mengikuti forum ini.
Acara dibuka secara resmi oleh Bupati Siak Dr. Afni Z, S.A.P., M.Si., yang juga menjadi salah satu keynote speaker.
Seminar menghadirkan narasumber ternama, di antaranya Prof. Dr. S. Salahudin Suyurno selaku Presiden PIPSM dan Assoc. Prof. Dr. H. M. Rizal Akbar, S.Si., M.PhilSy selaku Rektor IAITF Dumai sekaligus Sekjen PIPSM.
Materi ilmiah juga disampaikan pemateri lintas negara.
Dari Malaysia hadir Prof. Dr. Hj. R.A. Huzaifah Dato’ Hasim dari DMDI International College dan Dr. Azizur Rahman Ramli dari Universiti Teknologi MARA Cawangan Johor. Dari dalam negeri hadir Ustaz Ahmad Syarifuddin, S.H., dari IAITF Dumai, Datuk Seri Drs. H. Arfan Usman, M.Pd., selaku Ketua DPH LAMR Kabupaten Siak, dan Dr. M. Hatta, M.Pd dari STAI Sulthan Syarif Hasyim Siak.
Ketua Umum DPH LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti Datuk Seri Afrizal Cik, S.Sos., M.Si., mengapresiasi antusiasme peserta.
Ia menilai pemahaman tentang nilai sejarah Bab Al Qawa’id dan peradaban Kesultanan Islam di Nusantara sangat penting untuk memperkuat identitas budaya Melayu Pesisir di era modern.
“Seminar ini memberikan perspektif kaya bagi pengembangan kajian komunikasi budaya dan Islam. Warisan sejarah serta kaidah Bab Al Qawa’id bukan sekadar catatan masa lalu, melainkan fondasi peradaban yang harus terus didokumentasikan dan dilestarikan generasi muda, khususnya melalui media dan komunikasi Islam,” ujarnya.
Rangkaian acara ditutup dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara IAITF Dumai dengan LAMR Kabupaten Siak. MoU tersebut menjadi komitmen penguatan kerja sama di bidang pendidikan, kebudayaan, dan pengabdian masyarakat.
Sumber: Humas LAMR Kepulauan Meranti
Penulis: Rizal Selat
Reporter: Ibrahim
Editor: Rosbinner Hutagaol





















































