_Kebijakan peduli lingkungan dari Polda Riau masuk arahan strategis Kapolri._
PEKANBARU, baranewsriau.com – Program Green Policing yang dirintis Polda Riau kini diakui menjadi kebijakan nasional. Program peduli lingkungan tersebut resmi masuk dalam Commander Wish atau arahan strategis Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto, Rabu (14/10/2026).
Commander Wish adalah kumpulan harapan dan kebijakan utama Kapolri untuk seluruh jajaran kepolisian. Masuknya Green Policing menandakan program dari Riau tersebut dinilai berhasil dan akan diterapkan secara nasional sebagai bagian dari pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas).
Green Policing awalnya dikembangkan Polda Riau saat dipimpin Komjen Herry Heryawan yang kini menjabat Kabaharkam Polri. Program ini menggabungkan tugas kepolisian dengan kepedulian terhadap lingkungan.
Dalam arahan Kapolri tersebut, Kabaharkam bersama Kakorlantas Polri ditunjuk sebagai penanggung jawab kegiatan kehadiran polisi di tengah masyarakat, termasuk pelaksanaan Green Policing.
Menanggapi hal itu, Kabid Humas Polda Riau Kombes Akmadi mengatakan, pengakuan ini menjadi semangat baru bagi jajaran di Riau.
“Green Policing dibangun dari pemahaman bahwa menjaga lingkungan juga merupakan bagian dari menjaga keamanan masyarakat,” ujar Akmadi, Selasa (13/10/2026).
Menurut Akmadi, masalah lingkungan di Riau seperti kebakaran hutan dan lahan, kerusakan gambut, serta perambahan hutan berdampak langsung pada kehidupan warga.
“Persoalan ini tidak hanya menimbulkan dampak ekologis, tetapi juga memengaruhi kesehatan, aktivitas ekonomi, dan keamanan warga,” katanya.
Ia menjelaskan, Green Policing tidak hanya soal menanam pohon, tetapi mengajak semua pihak mencegah kerusakan sejak dini.
“Pencegahan karhutla, perlindungan hutan, dan pelestarian lingkungan tidak mungkin hanya dilakukan kepolisian. Harus ada keterlibatan masyarakat, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan,” ucapnya.
Selama ini, kata Akmadi, Polda Riau telah melakukan penanaman pohon, edukasi lingkungan, pencegahan karhutla, serta perlindungan kawasan gambut dan mangrove.
“Yang ingin kita bangun bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan kesadaran dan tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Akmadi menegaskan, jajaran Polsek hingga Bhabinkamtibmas akan terus didorong untuk melibatkan masyarakat menjaga lingkungan.
“Semangatnya adalah polisi hadir, dekat, dan bekerja bersama masyarakat. Karena menjaga lingkungan pada akhirnya juga berarti melindungi kehidupan dan masa depan masyarakat,” pungkasnya.
Editor: Rosbinner Hutagaol
Reporter: Tim
Sumber: Humas Polresta Pekanbaru









































