Ratusan buruh KBPBI kepung DPRD Sumut, wakil rakyat turun ke gerbang.
MEDAN, baranewsriau.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara menemui langsung ratusan buruh yang mengepung Gedung DPRD Sumut, Kamis (17/9/2026).
Seperti terlihat dalam foto, anggota DPRD Sumut turun ke gerbang utama bersama aparat kepolisian dan berbaur dengan massa yang tergabung dalam Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI).
Massa yang dipimpin Ketua KSPSI AGN Sumut T. M. Yusuf itu datang untuk mengawal pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perlindungan Ketenagakerjaan agar berpihak kepada pekerja.
Setelah menyanyikan Lagu Indonesia Raya bersama, perwakilan buruh diterima secara resmi.
Aspirasi tersebut diterima Wakil Ketua DPRD Sumut Ihwan Ritonga bersama anggota DPRD Sumut Ahmad Hadian.
“Kami menerima aspirasi yang disampaikan teman-teman buruh. Apa yang menjadi tuntutan ini akan kami kawal dan sampaikan hingga ke tingkat pusat,” kata Ihwan Ritonga di hadapan massa.
Ketua KBPBI Sumut T. M. Yusuf menegaskan aksi ini bukan akhir perjuangan. Pihaknya akan terus mengawal pembahasan RUU tersebut hingga Oktober 2026.
“Perjuangan kami belum berakhir hari ini. Kami akan terus bergerak dan mengawal RUU ini sampai bulan Oktober. Kalau aspirasi diabaikan, kami akan turun dengan kekuatan lebih besar,” tegas Yusuf.
Adapun tuntutan KBPBI meliputi pembatasan sistem outsourcing hanya untuk pekerjaan penunjang, pembatasan masa kerja PKWT, evaluasi sistem pemagangan, penguatan hak pesangon, perlindungan cuti haid bagi buruh perempuan, serta kepastian hukum dan upah bagi pekerja platform digital seperti pengemudi ojek online dan kurir.
Aksi yang berlangsung sejak pukul 10.00 WIB tersebut berjalan aman, tertib dan kondusif dengan pengawalan Polrestabes Medan. Usai pertemuan, massa membubarkan diri dengan tertib.
Sumber: DPP AKPERSI
Reporter: Tim
Editor: Rosbinner Hutagaol – AKPERSI Kota Pekanbaru-Riau









































