Program revitalisasi sekolah di Kepulauan Meranti terus berjalan. Dari 97 sekolah yang masuk program, 33 sekolah sudah mulai direnovasi dengan dukungan anggaran Rp.18 miliar.
SELATPANJANG-RIAU, baranewsriau.com – Kabar baik datang dari dunia pendidikan Kepulauan Meranti. Program Revitalisasi Sekolah dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah kini sudah menyentuh 97 sekolah di seluruh wilayah kabupaten.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 33 sekolah telah memasuki tahap Perjanjian Kerja Sama dan sebagian sudah mulai dikerjakan fisik di lapangan. Sementara 64 sekolah lainnya masih dalam proses administrasi dan verifikasi data.
Anggaran Rp.18 Miliar untuk Sekolah Meranti
Hingga awal Agustus 2026, pemerintah telah mengalokasikan sekitar Rp.18 miliar untuk sekolah-sekolah yang sudah masuk tahap pengerjaan.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Meranti, Feni Utami, S.T., M.H., menyampaikan bahwa progres di lapangan berjalan baik.
“Alhamdulillah, beberapa sekolah sudah mencapai progres 50 persen. Bahkan ada yang sudah masuk tahap finishing. Sekolah terakhir yang tanda tangan PKS di Jakarta itu SD Negeri 3 Teluk Samak, Kecamatan Rangsang,” ujarnya, Jumat (7/8/2026).
Kuota B dari 84 ke 97 Sekolah
Awalnya Meranti hana mendapat kuota 84 sekolah. Namun berkat koordinasi dan kelengkapan data, jumlahnya naik menjadi 97 sekolah. Pihak dinas juga masih terus mengupayakan agar kuota bisa bertambah lagi.
“Kami ingin semua anak Meranti bisa belajar di sekolah yang layak dan nyaman. Karena itu kami terus berkoordinasi dengan pusat,” kata Feni.
Ada 1 Sekolah Tertahan Karena Lahan
Feni juga menjelaskan ada 1 sekolah yang belum bisa lanjut karena terkendala legalitas lahan. Untuk rehab cukup SKT atau surat hibah, tapi untuk pembangunan baru wajib sertifikat.
Untuk itu, Dinas Pendidikan terus mendampingi sekolah agar semua dokumen administrasi bisa dilengkapi sesuai aturan.
“Kami berharap semua pekerjaan selesai tepat waktu, tepat mutu, dan bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh siswa dan masyarakat,” tutupnya.
Sumber: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kepulauan Meranti
Reporter: Ucok Alexander
Editor: Rosbinner Hutagaol









































