Calon Penghulu Bagan Jawa Tawarkan Program Nyata: Gratis SKTR-SKGR, Sumur Bor, Lampu Jalan, Jalan Gang Semenisasi Hingga Bantuan Pendidikan Anak Berprestasi
BaraNewsRiau.com, Bagansiapiapi – Menjelang pesta demokrasi tingkat kepenghuluan, masyarakat Bagan Jawa mulai menaruh harapan besar kepada sosok pemimpin yang dinilai mampu menghadirkan perubahan nyata. Salah satu figur yang mendapat perhatian publik adalah Zulpakar, SE., M.Si, yang maju sebagai Calon Penghulu Bagan Jawa dengan membawa visi pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Dengan mengusung semangat “Bagan Jawa Maju, Terang, Sehat dan Sejahtera”, Zulpakar menawarkan sejumlah program prioritas yang dinilai realistis, terukur dan berpihak kepada kepentingan rakyat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam berbagai kesempatan bertemu masyarakat, Zulpakar menegaskan bahwa dirinya maju bukan untuk mencari keuntungan pribadi, melainkan untuk mengabdikan diri membangun kampung halaman yang lebih baik.
Salah satu komitmen yang menjadi perhatian masyarakat adalah pernyataannya yang tidak akan menerima gaji dan tunjangan sebagai penghulu apabila dipercaya memimpin Kepenghuluan Bagan Jawa.
Selain itu, Zulpakar juga berjanji akan menggratiskan pengurusan SKTR dan SKGR, sehingga masyarakat tidak lagi terbebani biaya dalam memperoleh pelayanan administrasi pertanahan.
“Bagi saya pelayanan kepada masyarakat adalah prioritas. Pemerintahan harus hadir untuk membantu, bukan mempersulit rakyat,” ujar Zulpakar.
Di bidang sumber daya manusia, Zulpakar menyiapkan program bantuan pendidikan bagi anak-anak kurang mampu yang memiliki prestasi akademik maupun non akademik agar dapat terus melanjutkan pendidikan dan meraih masa depan yang lebih baik.
Fokus Pada Infrastruktur Dasar Masyarakat
Tidak hanya berbicara mengenai pelayanan publik, Zulpakar juga menaruh perhatian besar terhadap persoalan infrastruktur yang selama ini menjadi keluhan warga.
Program unggulannya adalah pembangunan sumur bor di berbagai titik lingkungan Kepenghuluan Bagan Jawa guna menjawab kebutuhan masyarakat terhadap akses air bersih.
Selain itu, ia juga berkomitmen melakukan pembenahan penerangan jalan yang selama ini dinilai masih minim. Berdasarkan hasil pemantauan lapangan, banyak ruas jalan lingkungan yang masih gelap akibat lampu yang rusak atau tidak berfungsi.
Menurutnya, penerangan jalan bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga berkaitan dengan keamanan masyarakat serta mendukung aktivitas ekonomi warga pada malam hari.
Jalan Gang dan Drainase Menjadi Prioritas
Persoalan jalan lingkungan dan drainase juga menjadi fokus utama program pembangunan yang dibawa Zulpakar.
Ia bertekad mendorong pembangunan jalan gang secara bertahap dengan standar semenisasi sehingga masyarakat dapat menikmati akses jalan yang layak dan nyaman.
Sementara pembangunan drainase akan diprioritaskan untuk mengatasi persoalan genangan air yang selama ini masih ditemukan di sejumlah kawasan permukiman.
“Jalan yang baik dan drainase yang berfungsi akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta mempercepat pertumbuhan ekonomi lingkungan,” tegasnya.
Membangun Ekonomi Rakyat dari Tingkat Kepenghuluan
Dalam bidang pemberdayaan ekonomi, Zulpakar berencana menyediakan lahan kebun masyarakat yang akan dikelola secara kelompok dengan pendampingan pemerintah kepenghuluan.
Program tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan, membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat secara berkelanjutan.
Lebih jauh, Zulpakar menegaskan bahwa seluruh aparatur kepenghuluan yang saat ini bertugas tidak akan diberhentikan, diganti maupun dirotasi hanya karena perbedaan pilihan politik.
Menurutnya, pemerintahan yang baik harus mengedepankan profesionalisme, persatuan dan pelayanan kepada masyarakat.
Politik Gagasan, Bukan Politik Janji
Bagi Zulpakar, pembangunan Bagan Jawa harus dimulai dari keberanian menghadirkan solusi atas persoalan yang dirasakan masyarakat setiap hari.
Melalui program pelayanan gratis, pembangunan infrastruktur, pendidikan, ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi rakyat, dirinya berharap dapat membawa semangat baru menuju Bagan Jawa yang lebih maju.
“Saya tidak datang membawa janji kosong. Saya datang membawa gagasan, komitmen dan kerja nyata untuk seluruh masyarakat Bagan Jawa. Jika amanah diberikan kepada saya, maka amanah itu akan saya gunakan untuk membangun, melayani dan mengabdi,” tutup Zulpakar.
Laporan: Alek Marzen
BaraNewsRiau.com | Suara Rakyat, Inspirasi Daerah.





















































