Video viral picu kecaman. Hulubalang: Perilaku tak beradab lukai marwah Melayu. Minta pelaku minta maaf adat
PEKANBARU – Sabtu (2/5/2026), http://baranewsriau.com / Hulubalang Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Pekanbaru angkat bicara terkait insiden dugaan penghinaan terhadap tokoh adat LAM Riau Kabupaten Rokan Hilir yang viral di media sosial.
Menanggapi video yang memperlihatkan seorang pria diduga melontarkan makian dan kata-kata kasar di hadapan tokoh adat Rohil, Hulubalang LAMR Pekanbaru menyatakan sikap tegas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami mengecam keras tindakan makian dan kata-kata kasar tersebut,” tegas Hulubalang LAMR Pekanbaru dalam pernyataan sikap yang diterima http://baranewsriau.com, Sabtu (2/05/2026).
Menurut Hulubalang LAMR, perilaku itu bukan hanya serangan pribadi.
“Ini merupakan penghinaan terhadap adab Melayu, terutama karena dilakukan di hadapan pemangku adat yang seharusnya dihormati,” ujarnya.
Hulubalang LAMR Pekanbaru menilai tindakan itu melanggar marwah majelis.
“Kedai kopi atau ruang publik mana pun di tanah Riau adalah tempat yang menjunjung tinggi sopan santun. Memaki di hadapan tokoh adat adalah bentuk pengangkangan terhadap nilai ‘Adat Beradab’ dan melukai perasaan masyarakat adat Melayu,” katanya.
Tuntutan Minta Maaf Adat
Hulubalang LAMR mendesak pihak yang bersangkutan menyadari kekhilafan.
“Kami mendesak pihak yang bersangkutan untuk segera melakukan permohonan maaf secara terbuka, baik secara pribadi maupun secara adat kepada institusi yang tercemar kehormatannya,” tegasnya.
Himbauan ke Kapolda Riau
Dalam pernyataan yang sama, Hulubalang LAMR Pekanbaru juga menyampaikan himbauan kepada Kapolda Riau.
“Mencermati perkembangan situasi yang mulai memanas akibat pelecehan verbal tersebut, kami menghimbau agar pihak Polda Riau segera memanggil pihak-pihak terkait untuk dimintai keterangan,” ujar Hulubalang LAMR.
Ia menambahkan, tindakan memaki di ruang publik dapat dikategorikan sebagai perbuatan tidak menyenangkan dan gangguan ketertiban umum.
“Mengingat tokoh yang dihina adalah simbol kehormatan masyarakat adat, kami meminta kepolisian bertindak cepat sebelum masyarakat atau kelompok Hulubalang mengambil langkah-langkah spontan demi menjaga marwah tokoh kami,” katanya.
Hulubalang LAMR menyatakan mendukung Polda Riau memproses masalah ini.
“Kami mendukung Polda Riau untuk memproses masalah ini secara hukum jika terdapat unsur pidana, guna memberikan efek jera agar tidak ada lagi pihak yang berani merendahkan marwah tokoh adat di Bumi Lancang Kuning,” tegasnya.
Hulubalang LAMR menutup pernyataan dengan pantun adat:
“Riau adalah tanah beradat, tempat santun disemai, tempat hormat dituai. Siapa yang tak tahu menjaga lidah, maka ia tak tahu menjaga marwah.”
Hingga berita ini diturunkan, http://baranewsriau.com masih berupaya mengonfirmasi pria yang diduga ada dalam video serta Polda Riau untuk mendapat tanggapan resmi.
Sumber: Hulubalang LAMR Pekanbaru
Editor: Rosbinner.Hutagaol





















































