Polda Riau Bangun 26 Jembatan Merah Putih Presisi di Daerah Terpencil

ROSBINNER HUTAGAOL

- Redaktur

Selasa, 27 Januari 2026 - 18:08 WIB

5030 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pekanbaru,  baranewsriau.com – Polda Riau membangun dan merenovasi 26 jembatan di sejumlah wilayah terpencil melalui program Jembatan Merah Putih Presisi. Selasa (27/01/2026).

Program ini bertujuan membuka akses vital masyarakat, terutama untuk pendidikan, ekonomi, dan keselamatan warga.Kegiatan rilis program pembangunan jembatan tersebut digelar di Pekanbaru, dengan mengusung tema “Menjembatani Peradaban, Menggapai Harapan Melalui Jembatan Merah Putih Presisi.”

Hadir dalam kegiatan ini Wakapolda Riau Brigjen Pol Hengki Haryadi, Karo Ops Polda Riau Kombes Pol Ino Harianto, Dansat Brimob Polda Riau Kombes Pol I Ketut Gede Adi Wibawa, Dir Polairud Polda Riau Kombes Pol Apri Fajar Hermanto, serta Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wakapolda Riau Brigjen Pol Hengki Haryadi mengatakan, program pembangunan jembatan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI terkait percepatan pembangunan ribuan jembatan di daerah terpencil, yang kemudian diperintahkan Kapolri untuk diimplementasikan oleh jajaran Polri di seluruh Indonesia.

“Di Riau, jembatan bukan sekadar penghubung wilayah. Jika akses ini terputus, maka akses hidup masyarakat juga terganggu, mulai dari pendidikan, ekonomi, hingga aktivitas ibadah,” ujar Hengki.

Baca Juga :  Peran Satpam Sangat Strategis: Kapolda Riau Pimpin Langsung Acara Syukuran HUT Satpam ke-45

Menurutnya, Polda Riau membentuk tim khusus untuk melakukan verifikasi dan asesmen jembatan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.

Hasilnya, ditetapkan pembangunan 26 jembatan yang terdiri dari 17 jembatan baru dan 9 jembatan renovasi, dengan total panjang mencapai sekitar 700 meter.

“Pembangunan ini berbasis kebutuhan dan aspirasi masyarakat. Kami membangun bersama masyarakat, mulai dari perencanaan hingga perawatan ke depan,” jelasnya.

Hengki mencontohkan kondisi di Dusun Sumut, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, di mana akses ke sekolah dasar harus melewati sungai yang kerap dilintasi buaya. Kondisi serupa juga ditemukan di sejumlah wilayah lain, yang membahayakan keselamatan anak-anak sekolah.

Dansat Brimob Polda Riau Kombes Pol I Ketut Gede Adi Wibawa menambahkan, seluruh jembatan tersebut tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Riau. Kabupaten Indragiri Hulu menjadi wilayah dengan jumlah jembatan terbanyak, yakni empat jembatan, terdiri dari dua jembatan baru dan dua renovasi.

“Di Kampar ada dua jembatan, Rokan Hulu dua, Rokan Hilir tiga, Indragiri Hilir dua, Siak dua, Pelalawan dua, Dumai satu, Kuantan Singingi dua, Kepulauan Meranti tiga, Polresta Pekanbaru satu, dan Bengkalis dua. Totalnya 26 jembatan,” jelas Kombes I Ketut.

Baca Juga :  Didampingi Penasehat Hukum Jaka Marhaen,SH, DPP AMI Resmi Laporkan Teva Iris ke Mapolda Riau

Sementara itu, Karo Ops Polda Riau Kombes Pol Ino Harianto menyebut salah satu jembatan paling mendesak berada di Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Indragiri Hilir, dengan panjang mencapai 608 meter. Selama ini, anak-anak sekolah harus menggunakan perahu kecil yang berisiko tinggi terhadap keselamatan.

“Jembatan ini menjadi urat nadi masyarakat dan akses utama anak-anak sekolah. Karena volumenya besar, kami melibatkan personel Polri dan masyarakat setempat secara gotong royong,” ungkap Ino.

Selain jembatan, Polda Riau juga akan melakukan renovasi bangunan SD Negeri 020 di wilayah Indragiri Hilir yang kondisinya memprihatinkan dan hanya memiliki satu akses pendidikan bagi warga sekitar.

Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi ini melibatkan kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, masyarakat, akademisi, pelaku usaha, dan media. Seluruh proses ditargetkan rampung dalam waktu sekitar satu bulan dan segera dapat diresmikan.

“Ini adalah operasi kemanusiaan. Negara hadir untuk memastikan masyarakat dapat hidup, belajar, dan beraktivitas dengan aman,” pungkas Hengki.

 

Sumber: Humas Polda

(Ros.H)

Berita Terkait

Kajati Riau Ikuti Monev Pengawasan, Perkuat Pelaksanaan Tugas Pengawasan di Tahun 2026 During
Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau, Bongkar Peredaran Ganja di Pekanbaru Via Lapor 110
Satgas Jembatan Merah Putih Presisi: Kapolda Bersama Wakapolda Riau Lepas 250 Personel 
Somasi hukum dilayangkan oleh salah satu penumpangke perusahaan otobus bintang simPATI star
DUTA STAI Nurul Hidayah Tembus Grand Final Putera Puteri Kampus Riau 2026, Raih Dua Gelar Prestisius
Pelatihan TKA SMP Negeri Kota Pekanbaru: Meningkatkan Kemampuan Akademik
Polres Meranti Turun Langsung Di Sekolah Terus Galakkan Tanam Pohon Dan Edukasi Green Policing
Kejati Riau Gelar Halal Bihalal Menyambut Bulan Suci Ramadhan

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 11:10 WIB

Diduga Pungli Ratusan Juta Rupiah, Kepsek SDN 007 Bagan Jawa Disorot Tajam

Selasa, 27 Januari 2026 - 16:47 WIB

Diduga Hutan Lindung dan Mangrove di Palika Dirusak Investor Besar, Alat Berat Masuk, Uang Ratusan Juta Mengalir ke Oknum Lokal

Selasa, 27 Januari 2026 - 14:28 WIB

Polsek Bangko Gelar Patroli Intensif Antisipasi Kejahatan C3 dan Premanisme

Senin, 26 Januari 2026 - 20:02 WIB

Pemda Rohil Klarifikasi Pesan Berantai Tunggakan Listrik OPD dan Kecamatan

Senin, 26 Januari 2026 - 12:56 WIB

Diduga Mafia Lahan Masih Bebas “Bertengkar” di Rohil

Senin, 26 Januari 2026 - 11:31 WIB

Intensifkan Program Han Pangan, Babinsa Koramil 04/Kubu Dampingi Petani.

Minggu, 25 Januari 2026 - 15:07 WIB

Sengketa Tapal Batas Sungai Daun–Pasir Limau Kapas Rugikan Warga, Pemerintah Daerah Diharap Turun Tangan

Minggu, 25 Januari 2026 - 12:28 WIB

Polres Rohil Tanam Pohon, Wujudkan Lingkungan Hijau dan Sehat”

Berita Terbaru