Menghidupkan Marwah Melayu di Era Global: Kuatkan Adat dalam Menghidupkan Masyarakat Meranti

ROSBINNER HUTAGAOL

- Redaktur

Minggu, 4 Januari 2026 - 17:11 WIB

50180 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAMR Kepulauan Meranti

Selatpanjang-Riau,  baranewsriau.com – Di tengah derasnya arus globalisasi, identitas budaya seringkali tergeser oleh kepentingan praktis. Namun bagi masyarakat Melayu Meranti , adat istiadat adalah benteng yang menjaga marwah dan jati diri. Saat Humas LAMR Kepulauan Meranti menyampaikan kepada Media, Minggu (4/01/2026).

Adat bukan hanya simbol seremonial, melainkan pedoman hidup yang mengatur etika, tata pergaulan, hingga politik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Orang tua-tua Melayu selalu mengingatkan:

“Adat bersendikan syarak, syarak bersendikan Kitabullah.”

Inilah yang membuat adat memiliki kedudukan tertinggi dalam kehidupan masyarakat.

“Adat menjadi hukum moral, sosial, bahkan politik. Ketika adat diabaikan, maka sendi kehidupan akan rapuh, politik kehilangan etika, masyarakat kehilangan pegangan, dan generasi muda tercerabut dari akarnya,” kata Datuk Ucok, Humas LAMR Kepulauan Meranti.

Dalam keseharian, orang Melayu menjunjung tinggi sopan santun, musyawarah, dan saling menghormati.

Baca Juga :  Ketum DPH LAMR Bersama Tujuh Ketua LAMR Kecamatan Bersilaturahmi dengan Bupati Kepulauan Meranti

Pepatah lama berkata:

“Berdiri sama tinggi, duduk sama rendah, berat sama dipikul, ringan sama dijinjing.”

Inilah cermin solidaritas dan rasa kebersamaan yang seharusnya juga mewarnai kehidupan politik hari ini.

Etika politik sejatinya lahir dari adat.

Dalam budaya Melayu, pemimpin dihargai bukan karena kedudukan semata, tetapi juga karena budi pekerti.

Pepatah mengingatkan:

“Tinggi tampuk kerana sirih, tinggi adat kerana budi.” Artinya, jabatan hanyalah amanah, sementara nilai moral adalah dasar yang membuat kepemimpinan itu dihormati.

Adat Melayu juga berfungsi sebagai filter terhadap pengaruh luar.

Globalisasi memang tak terelakkan, namun adat menjadi penuntun agar modernisasi tidak mengikis nilai kemanusiaan.

Orang Melayu percaya bahwa adat adalah warisan yang kita jaga Penting untuk dipahami, bahwa menjaga adat bukan berarti menolak kemajuan.

Baca Juga :  LAMR Kepulauan Meranti dan Balai Bahasa Provinsi Riau Bekerja Sama dalam Penulisan dan Penerjemahan Cerita Anak Dwibahasa

Sebaliknya, adat justru dapat menjadi landasan pembangunan yang berkeadilan. Dengan adat, pembangunan bisa diarahkan untuk memuliakan manusia, bukan sekadar mengejar materi.

Politik pun diarahkan untuk mensejahterakan rakyat, bukan memperkaya kelompok tertentu.

Seperti pepatah Melayu yang begitu terkenal

“Biar mati anak, jangan mati adat.” Ungkapan ini menegaskan betapa pentingnya menjaga warisan leluhur.

Hilangnya adat berarti hilangnya jati diri, dan hilangnya jati diri berarti kehilangan arah dalam kehidupan.

Kini, tantangan terbesar adalah menanamkan kembali nilai adat pada generasi muda Meranti .

Mereka harus dididik bukan hanya dengan kecerdasan intelektual, tetapi juga dengan kecerdasan budaya.

Dengan begitu, adat istiadat akan tetap tegak, etika tetap hidup, dan marwah Melayu tetap terjaga di tengah gelombang perubahan zaman..

 

Sumber: Humas LAMR Kepulauan Meranti

(Ibrahim)

Berita Terkait

10 KADES SILATURAHMI KE LAMR MERANTI, SEPAKAT JAGA TUAH LINDUNGI MARWAH 
KONFERENSI PERS DI LAPAS SELATPANJANG, KETUA LAMR MERANTI BERI NASIHAT ADAT KE WARGA BINAAN
DATUK SERI AFRIZAL CIK: SYARAHAN SASTRA BUDAYA AGENDA TETAP LAMR MERANTI DI SEKOLAH
BUPATI ASMAR SIAP EVALUASI TARIF ANGKUT BURUH MERANTI, DORONG SOLUSI BERSAMA PENGUSAHA
BUPATI ASMAR: PENANGKAPAN OLEH POLRES MERANTI SELAMATKAN RATUSAN RIBU JIWA
6 BULAN UNGKAP 60 KG NARKOBA, KAPOLRES MERANTI DAPAT PUJIAN LAMR: BUKTI KESUNGGUHAN BERANTAS SABU
LAMR Meranti Sambut Kunjungan Manager Baru ULP PT PLN Selatpanjang
Tepung Tawar 110 JCH Meranti, Bupati Asmar: Jaga Kesehatan di Mekkah

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 15:12 WIB

10 KADES SILATURAHMI KE LAMR MERANTI, SEPAKAT JAGA TUAH LINDUNGI MARWAH 

Kamis, 7 Mei 2026 - 20:53 WIB

DATUK SERI AFRIZAL CIK: SYARAHAN SASTRA BUDAYA AGENDA TETAP LAMR MERANTI DI SEKOLAH

Selasa, 5 Mei 2026 - 00:39 WIB

BUPATI ASMAR SIAP EVALUASI TARIF ANGKUT BURUH MERANTI, DORONG SOLUSI BERSAMA PENGUSAHA

Senin, 4 Mei 2026 - 13:02 WIB

BUPATI ASMAR: PENANGKAPAN OLEH POLRES MERANTI SELAMATKAN RATUSAN RIBU JIWA

Minggu, 3 Mei 2026 - 10:22 WIB

6 BULAN UNGKAP 60 KG NARKOBA, KAPOLRES MERANTI DAPAT PUJIAN LAMR: BUKTI KESUNGGUHAN BERANTAS SABU

Rabu, 29 April 2026 - 23:32 WIB

LAMR Meranti Sambut Kunjungan Manager Baru ULP PT PLN Selatpanjang

Minggu, 26 April 2026 - 20:23 WIB

Tepung Tawar 110 JCH Meranti, Bupati Asmar: Jaga Kesehatan di Mekkah

Minggu, 26 April 2026 - 10:18 WIB

Tim Satresnarkoba Polres Meranti, Tanpa Ampun Sikat Pengedar Sabu Di Selatpanjang.

Berita Terbaru