- Jawaban untuk Syaed Lukman.
Oleh : Datuk Seri Afrizal Cik, S.Sos., M.Si., C.BJ., C.EJ.
Ketua Umum DPH LAMR Kepulauan Meranti
Selatpanjang-Riau, baranewsriau.com – Tulisan ini terlahir dari membaca suatu berita di sebuah media online yang diterbitkan pada 5 November 2025, yang berjudul “Syaed Lukman Dorong OJK Anulir “Jatah Preman AW Cs” di RUPS LB BRKS”. Jumat (7/11/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Judul tersebut sangat pulgar menyerang Gubernur Riau Abdul Wahid dan orang-orang yang terpilih menjadi Komisaris Utama (Komut) dan Direktur Utama (Dirut) Bank Riau Kepri Syariah (BRKS) ketika beliau aktif menjalankan tugasnya sebagai gubernur.
Syaed Lukman menyebutkan, “Dari nama-nama yang beredar jelas terasa aroma balas budinya, dan tentunya tidak lagi mempertimbangkan aspek kemampuan dan profesionalitas”.
Menurut saya stateman seperti itu tidak harus keluar di saat “Riau Sedang Berduka”. Kita tak tahu persoalan sebenarnya yang terjadi. Walau Saudara Abdul Wahid tertangkap tangan dalam OTT yang dilakukan KPK, saya yakin tidak semua keputusan yang beliau buat salah. Masih banyak tindakan, perbuatan, tugas dan kebijakan yang dibuatnya tepat sasaran dan menguntungkan masyarakat Riau.
Dalam hal penunjukan nama-nama Calon Komut dan Dirut BRKS, tentu Gubernur Abdul Wahid sudah mempertimbangkan kelayakan seseorang.
Sebagai contoh, kalau dihitung sebagai balas jasa, tentu Drs. H. Irwan Nasir, M.Si., bukanlah orang yang paling berjasa dalam hidup Abdul Wahid. Tidak juga dekat dengan beliau. Masih banyak sanak keluarga, orang sekampung, dan orang dekat beliau di berbagai organisasi.
Hal aneh yang saya lihat dari statemen yang dikeluarkan oleh Syaed Lukman, yaitu:
pertama, beliau menyampaikannya di saat Gubernur Abdul Wahid sedang bermasalah dengan hukum, yang barang kali tak sempat menggunakan hak sanggah atas statemen tersebut. Kesannya tidak “gentelmen”, menyerang orang yang tak bisa melawan.
Kedua, ada kesan menjatuhkan pribadi-pribadi yang terpilih sebagai Calon Komut dan Dirut BRKS.
Kesan kedua ini sangat tidak elok.
Seharusnya kita sesama orang Riau ini harus dukung-mendukung untuk kemajuan kita bersama.
Jangan lagi seperti sekelompok kepiting dalam ember, yang satu mau naik, yang lainnya pula sibuk menarik. Akhirnya semuanya jatuh, terkurung dalam ember, dan mati semua.
Saya tidak mengenali siapa Syaed Lukman. Tapi saya yakin dari namanya beliau adalah seorang Melayu. Sekedar mengingat wahai saudaraku, dalam Tunjuk Ajar Melayu kita dituntun untuk bersangka baik terhadap sesama makhluk.
Almarhum Datuk Seri H. Tenas Effendy menulis tunjuk ajar tersebut dalam untaian pantun:
,,apalah tanda bintang beralih
,,terbang melayang berbintik-bintik
,,apalah tanda orang terpilih
,,kepada orang bersangka baik
🙏
,,orang Daik memasang pukat
,,dapat hiu berekor pendek
,,orang Melayu memegang adat
,,adat Melayu bersangka baik
🙏
,, orang Bintan memetik nangka
,,rasanya manis sedap dimakan
,,orang beriman berbaik sangka
,,mukanya manis lakunya sopan
🙏
Semoga kedamaian hidup kita masyarakat Riau ke depannya akan lebih baik lagi.
Jangan ada prasangka buruk terhadap kita sesama masyarakat Riau. Yang bersalah biarlah hakim yang menentukan dia bersalah. Jangan kita yang menjadi hakim tanpa palu.
Kebencian terkadang membuat kita sulit untuk berpikir jernih. Tapi ingat sekali lagi, Tunjuk Ajar Melayu menuntun kita untuk prasangka baik terhadap sesama makhluk. Apa lagi sesama manusia.
Penulis: LAMR Kepulauan Meranti
Editor: Amar Hawari, C.BJ., C.EJ.
Ucok Alex Kandar, S.E., C.BJ., C.EJ.
Ibrahim, C.BJ., C.EJ.





















































