BARANEWSRIAU.com, ROHIL – Sedikitnya 20 hektare lahan sawah di wilayah Kepenghuluan Bagan Punak Pesisir, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir, saat ini mengalami kekeringan parah.
Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran serius di kalangan petani karena berpotensi besar menyebabkan gagal panen.
Pantauan di lapangan menunjukkan, lahan persawahan tampak retak-retak, saluran air mengering, dan tanaman padi yang baru tumbuh terlihat kurus serta tidak merata akibat minimnya pasokan air.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Beberapa petak sawah bahkan nyaris tidak lagi memiliki kelembapan tanah yang memadai untuk pertumbuhan padi.
Tokoh masyarakat setempat, Amat Saman akrab disapa Amat Amatir menyampaikan bahwa kondisi ini telah berlangsung dalam beberapa waktu terakhir dan semakin memburuk akibat tidak adanya aliran irigasi yang memadai.
“Air benar-benar tidak masuk ke sawah. Tanah sudah keras dan pecah-pecah, tanaman padi tidak bisa tumbuh normal. Kalau dibiarkan, kami khawatir petani akan gagal panen,” ujar Amat Saman, Minggu (01/02/2026).
Ia menjelaskan, sebagian besar warga di wilayah Bagan Punak Pesisir menggantungkan hidup dari sektor pertanian.
Kekeringan ini bukan hanya mengancam hasil panen, tetapi juga keberlangsungan ekonomi petani.
Atas kondisi tersebut, Amat Saman berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Rokan Hilir, melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) serta instansi terkait lainnya, segera turun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi sawah dan mencari solusi konkret.
“Kami berharap Pemda Rohil tidak tinggal diam. Perlu ada langkah cepat, baik melalui normalisasi saluran air, pompanisasi, atau solusi lain agar sawah kembali mendapat pasokan air,” tegasnya.
Menurutnya, tanpa penanganan segera, kerugian petani dipastikan akan semakin besar dan berdampak luas pada ketahanan pangan di daerah tersebut.
Laporan: Alek Marzen
Editor: Redaksi
















































