Penyaluran Pupuk Cetak Sawah Sungai Besar Disorot, Dugaan Konflik Kepentingan Menguat

ALEK MARZEN

- Redaktur

Kamis, 5 Februari 2026 - 22:57 WIB

50117 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar ilustrasi

BARANEWSRIAU.com, ROHIL | Keterlibatan Wakil Ketua Badan Permusyawaratan Kepenghuluan (BPKep) Sungai Besar dalam penyaluran pupuk urea bantuan program cetak sawah terus menuai sorotan tajam publik.

Penyaluran pupuk tersebut diketahui dilakukan bersama Ketua Brigade Pangan (PB) yang merupakan abang kandung Ketua BPKep Sungai Besar, sekaligus menjabat sebagai Ketua Program Cetak Sawah di Kepenghuluan Sungai Besar, Kecamatan Pekaitan, Kabupaten Rokan Hilir, Riau.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Situasi ini memunculkan dugaan kuat adanya konflik kepentingan dalam distribusi pupuk urea yang diduga merupakan bantuan dari Pemerintah Provinsi Riau untuk mendukung program ketahanan pangan nasional.

Sorotan publik semakin menguat setelah beredar pengakuan dari Darma selalu ketua BP sebagai pihak yang membagikan pupuk di lapangan.

Ia menyebut pupuk tersebut bukan pupuk bersubsidi, melainkan bantuan untuk program cetak sawah, sehingga dibagikan langsung olehnya.

“Pupuk ini bukan pupuk bersubsidi. Ini bantuan untuk cetak sawah, jadi saya yang bagi. OPLA juga saya bagi. Di lapangan saya maunya aman-aman saja,” ujar Darma kepada Baranewsriau.com, belum lama ini.

Baca Juga :  Kebun plasma PT.jatim jaya perkasa menjadi misteri tak terpecahkan masyarakat kubu & Kuba akan bentuk tim transisi dan revitalisasi

Namun, Darma juga mengakui adanya pemungutan uang dari penerima pupuk dengan alasan operasional.

“Uang yang saya pungut sebagian untuk anggota yang bekerja saat pembagian pupuk, sebagian untuk sewa gudang, dan sebagian lagi saya bikin tempat alat bantuan alsintan,” ungkapnya.

Praktik tersebut dinilai tidak sejalan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas, terlebih jika pupuk urea tersebut merupakan bantuan pemerintah yang seharusnya diterima masyarakat tanpa pungutan apa pun.

Di sisi lain, Penghulu Sungai Besar, Antok Sutomo, menegaskan bahwa dirinya tidak mengetahui dan tidak terlibat dalam penyaluran pupuk bantuan tersebut.

Saat dikonfirmasi, Antok menyatakan bahwa sebagai Datuk Penghulu, ia tidak pernah menerima laporan maupun melakukan koordinasi terkait distribusi pupuk cetak sawah dimaksud.

“Saya tidak tahu menahu soal penyaluran pupuk itu. Tidak ada koordinasi kepada saya, baik secara langsung maupun lintas kepenghuluan. Saya juga tidak terlibat dalam kegiatan tersebut,” tegas Antok Sutomo pada Selasa (03/02/2026) lalu.

Baca Juga :  Keluarga Besar Koramil 04-Kubu Santuni Anak Yatin Dan Berbuka Puasa Bersama.

Pernyataan Penghulu Sungai Besar ini semakin memperkuat pertanyaan publik mengenai mekanisme penyaluran pupuk, jalur koordinasi, serta fungsi pengawasan internal di tingkat kepenghuluan dan BPKep.

Pengamat menilai, apabila benar pupuk urea tersebut berasal dari program pemerintah provinsi dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional, maka pola distribusi yang tidak transparan dan tanpa koordinasi resmi berpotensi mencederai semangat besar program Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada pangan dan tata kelola bantuan yang bersih.

Hingga berita ini diterbitkan, Wakil Ketua BPKep Sungai Besar, Ketua Brigade Pangan, serta instansi terkait di tingkat kecamatan dan kabupaten belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan konflik kepentingan dan pungutan dalam penyaluran pupuk tersebut.

Media ini akan terus menyoroti dan menelusuri kasus ini secara berkelanjutan hingga terbuka terang, demi memastikan bantuan pertanian benar-benar sampai kepada petani sesuai aturan dan tujuan program nasional.

 

 

Laporan: Alek Marzen

Editor: Redaksi

Berita Terkait

Polisi Segel 8 Rumah Terduga Narkoba Di Panipahan.
Ciptakan Keamanan Objek Vital, Personil Koramil 04/Kubu Patroli PHR.
Pererat Sinergi, Kapolsek Kubh Gelar Silaturahmi Dengan Perangkat Desa.
Polsek Kubu Gerebek Tempat Penjual Sabu, Amankan Pelaku Dan Uang Tunai Hasil Penjualan.
Rohil Resmi Ditunjuk Tuan Rumah Kejurprov Catur Riau ke-37 Tahun 2026
Kapolsek Kubu Bahas Strategi Pemberantasan Narkoba Hingga Ke Desa Bersama Forum Masyarakat Anti Pekat.
Ciptakan Situasi Kondusif, Kapolsek Kubu Gelar Silaturahmi Dan Cooling Syistem Dengan masyarakat.
Hindari Penyebaran PMK, Babinsa Koramil 04/Kubu Cek Ternak Warga.

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 13:40 WIB

Polisi Segel 8 Rumah Terduga Narkoba Di Panipahan.

Rabu, 15 April 2026 - 12:59 WIB

Ciptakan Keamanan Objek Vital, Personil Koramil 04/Kubu Patroli PHR.

Rabu, 15 April 2026 - 11:37 WIB

Pererat Sinergi, Kapolsek Kubh Gelar Silaturahmi Dengan Perangkat Desa.

Selasa, 14 April 2026 - 21:03 WIB

Polsek Kubu Gerebek Tempat Penjual Sabu, Amankan Pelaku Dan Uang Tunai Hasil Penjualan.

Selasa, 14 April 2026 - 17:42 WIB

Kapolsek Kubu Bahas Strategi Pemberantasan Narkoba Hingga Ke Desa Bersama Forum Masyarakat Anti Pekat.

Selasa, 14 April 2026 - 14:28 WIB

Ciptakan Situasi Kondusif, Kapolsek Kubu Gelar Silaturahmi Dan Cooling Syistem Dengan masyarakat.

Selasa, 14 April 2026 - 12:09 WIB

Hindari Penyebaran PMK, Babinsa Koramil 04/Kubu Cek Ternak Warga.

Selasa, 14 April 2026 - 11:58 WIB

Polres Rohil Bersama Polda Riau Lakukan Penggeledahan Rumah Diduga Bandar Narkoba.

Berita Terbaru

ROKAN HILIR

Polisi Segel 8 Rumah Terduga Narkoba Di Panipahan.

Rabu, 15 Apr 2026 - 13:40 WIB