Penyaluran Pupuk Cetak Sawah Sungai Besar Disorot, Dugaan Konflik Kepentingan Menguat

ALEK MARZEN

- Redaktur

Kamis, 5 Februari 2026 - 22:57 WIB

50131 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar ilustrasi

BARANEWSRIAU.com, ROHIL | Keterlibatan Wakil Ketua Badan Permusyawaratan Kepenghuluan (BPKep) Sungai Besar dalam penyaluran pupuk urea bantuan program cetak sawah terus menuai sorotan tajam publik.

Penyaluran pupuk tersebut diketahui dilakukan bersama Ketua Brigade Pangan (PB) yang merupakan abang kandung Ketua BPKep Sungai Besar, sekaligus menjabat sebagai Ketua Program Cetak Sawah di Kepenghuluan Sungai Besar, Kecamatan Pekaitan, Kabupaten Rokan Hilir, Riau.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Situasi ini memunculkan dugaan kuat adanya konflik kepentingan dalam distribusi pupuk urea yang diduga merupakan bantuan dari Pemerintah Provinsi Riau untuk mendukung program ketahanan pangan nasional.

Sorotan publik semakin menguat setelah beredar pengakuan dari Darma selalu ketua BP sebagai pihak yang membagikan pupuk di lapangan.

Ia menyebut pupuk tersebut bukan pupuk bersubsidi, melainkan bantuan untuk program cetak sawah, sehingga dibagikan langsung olehnya.

“Pupuk ini bukan pupuk bersubsidi. Ini bantuan untuk cetak sawah, jadi saya yang bagi. OPLA juga saya bagi. Di lapangan saya maunya aman-aman saja,” ujar Darma kepada Baranewsriau.com, belum lama ini.

Baca Juga :  Penutupan Turnamen Futsal Piala Kapolsek Kubu Cuo I 2026, Pererat Silaturahmi Dan Masyarakat.

Namun, Darma juga mengakui adanya pemungutan uang dari penerima pupuk dengan alasan operasional.

“Uang yang saya pungut sebagian untuk anggota yang bekerja saat pembagian pupuk, sebagian untuk sewa gudang, dan sebagian lagi saya bikin tempat alat bantuan alsintan,” ungkapnya.

Praktik tersebut dinilai tidak sejalan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas, terlebih jika pupuk urea tersebut merupakan bantuan pemerintah yang seharusnya diterima masyarakat tanpa pungutan apa pun.

Di sisi lain, Penghulu Sungai Besar, Antok Sutomo, menegaskan bahwa dirinya tidak mengetahui dan tidak terlibat dalam penyaluran pupuk bantuan tersebut.

Saat dikonfirmasi, Antok menyatakan bahwa sebagai Datuk Penghulu, ia tidak pernah menerima laporan maupun melakukan koordinasi terkait distribusi pupuk cetak sawah dimaksud.

“Saya tidak tahu menahu soal penyaluran pupuk itu. Tidak ada koordinasi kepada saya, baik secara langsung maupun lintas kepenghuluan. Saya juga tidak terlibat dalam kegiatan tersebut,” tegas Antok Sutomo pada Selasa (03/02/2026) lalu.

Baca Juga :  Dukung Ketahanan Pangan, Polsek Kubu Pantau Perkembangan Tanaman Jagung.

Pernyataan Penghulu Sungai Besar ini semakin memperkuat pertanyaan publik mengenai mekanisme penyaluran pupuk, jalur koordinasi, serta fungsi pengawasan internal di tingkat kepenghuluan dan BPKep.

Pengamat menilai, apabila benar pupuk urea tersebut berasal dari program pemerintah provinsi dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional, maka pola distribusi yang tidak transparan dan tanpa koordinasi resmi berpotensi mencederai semangat besar program Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada pangan dan tata kelola bantuan yang bersih.

Hingga berita ini diterbitkan, Wakil Ketua BPKep Sungai Besar, Ketua Brigade Pangan, serta instansi terkait di tingkat kecamatan dan kabupaten belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan konflik kepentingan dan pungutan dalam penyaluran pupuk tersebut.

Media ini akan terus menyoroti dan menelusuri kasus ini secara berkelanjutan hingga terbuka terang, demi memastikan bantuan pertanian benar-benar sampai kepada petani sesuai aturan dan tujuan program nasional.

 

 

Laporan: Alek Marzen

Editor: Redaksi

Berita Terkait

Kapolsek Bangko Tinjau Program Ketapang di Suak Air Hitam, Jagung Berpotensi Panen Melimpah
Polsek Kubu Perluas Pengawasan Ketahanan Pangan,Pantau Perkembangan Jagung.
Polres Rohil Ungkap 31 Kasus Narkoba Selama Mei 2026, Kapolres Komitmen Selamatkan Generasi Bangsa Dari Bahaya Narkoba.
Dukung Asta Cita Presiden, Polsek Bangko Monitoring Lahan Jagung 2 Hektare di Suak Air Hitam
Polsek Kubu Dukung Program Asta Cita, Tanam Jagung Serentak 3 Hektar Jaga Ketahanan Pangan
Kapolsek kubu Pantau Perkembangan Tanaman Jagung, Hasil Pertumbuhan Sangat Baik.
Zulpakar, SE., M.Si Siap Tidak Menerima Gaji dan Tunjangan Selama Menjabat Penghulu Bagan Jawa
Dukung Asta Cita Presiden, Bhabinkamtibmas Cek Kesiapan Lahan Tanam Jagung 3 Hektar.

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 23:25 WIB

Jadi Guru Sehari, Polsek Sabak Auh Ajak 50 Murid TK Tanam Pohon & Kenal Rambu Lalin 

Minggu, 31 Mei 2026 - 19:06 WIB

Totalitas Kawal Pangan! Polsek Sabak Auh Titip sisir tiap Jengkal latih jagung Asta Cita, Usia 7 Tahun

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:58 WIB

Aipda Romi Arief: Jagung Pipil Binaan Polsek Sabak Auh Masuk Usia 68 Hari, Rawat Berkala Terus

Rabu, 27 Mei 2026 - 14:22 WIB

Polsek Sabak Auh Laksanakan Pengamanan Takbiran dan Pawai Idul Adha 1447 H

Selasa, 26 Mei 2026 - 18:35 WIB

Polsek Sabak Auh Pantau Lahan Jagung 1 Hektar, Dukung Program Ketahanan Pangan Asta Cita Presiden

Senin, 25 Mei 2026 - 16:49 WIB

Dukung Program Asta Cita, Polsek Sabak Auh Pantau Lahan Jagung Pipil dan Dampingi Petani

Jumat, 22 Mei 2026 - 16:51 WIB

Bhabinkamtibmas Sabak Auh Sosialisasikan Cegah Karhutla Saat Sambangi Peternak Sungai Tengah

Selasa, 19 Mei 2026 - 23:41 WIB

Polsek Sabak Auh Pantau Lahan Jagung di Desa Sabak Permai Dukung Ketahanan Pangan

Berita Terbaru