HNSI Rohil Minta Pemerintah Tak Gegabah Cabut Solar Subsidi Nelayan Bubu Tiang

Redaksi

- Redaktur

Minggu, 14 Desember 2025 - 21:19 WIB

50174 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BARANEWSRIAU.com, ROHIL – Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Rokan Hilir, Jaswadi, merespons pernyataan Ripi Candra dari pemberitaan media online belum lama ini meminta Dinas Perikanan Kabupaten Rokan Hilir meninjau ulang atau menghentikan sementara surat rekomendasi BBM jenis solar subsidi bagi nelayan bubu tiang.

Dalam pernyataan tertulisnya, Jaswadi menyampaikan bahwa setiap pandangan dan masukan dalam kebijakan sektor perikanan merupakan bagian dari dinamika organisasi yang patut dihormati.

Namun demikian, ia menilai persoalan solar subsidi perlu disikapi secara lebih arif, komprehensif, dan mempertimbangkan dampak sosial-ekonomi yang ditimbulkan di lapangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami menghargai pandangan yang disampaikan. Namun, evaluasi kebijakan sebaiknya dilakukan secara menyeluruh dan proporsional, agar tidak berujung pada kebijakan yang justru memberatkan nelayan kecil, “ujar Jaswadi, Minggu (14/12/2025) malam.

Menurut Jaswadi, wacana penghentian atau peninjauan ulang rekomendasi solar subsidi bagi nelayan bubu tiang perlu dikaji secara cermat dengan mengacu pada fakta dan mekanisme yang berlaku.

Ia menegaskan bahwa selama ini penyaluran BBM subsidi kepada nelayan dilakukan melalui prosedur resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah.

Baca Juga :  Diduga Oknum Wartawan Takuti Sejumlah Kasek Bawa Amplop.

“Jika muncul kekhawatiran terkait potensi kerugian negara, tentu harus dilandasi dasar hukum dan data yang jelas. Rekomendasi tersebut diterbitkan oleh pemerintah, sehingga nelayan seharusnya tidak diposisikan sebagai pihak yang dipersalahkan,” katanya.

Jaswadi juga memaparkan kondisi riil armada nelayan bubu tiang di Rokan Hilir yang dinilainya masih berada dalam kategori usaha perikanan rakyat. Di Pulau Halang, kapal nelayan bubu tiang rata-rata berkapasitas sekitar 15 hingga 17 ton, sementara di Sungai Bakau hanya sekitar 7 ton.

Dengan kapasitas tersebut, kata dia, ketergantungan nelayan terhadap BBM subsidi masih sangat tinggi untuk menopang keberlangsungan operasional melaut.

Ia menambahkan, aktivitas nelayan bubu tiang turut menopang mata rantai ekonomi daerah. Hasil tangkapan tidak hanya dipasarkan sebagai ikan konsumsi, tetapi juga diolah menjadi produk makanan khas dan oleh-oleh Bagansiapiapi. Sementara ikan berukuran kecil dimanfaatkan sebagai bahan baku pelet untuk kebutuhan budidaya perikanan.

“Bubu tiang adalah alat tangkap tradisional yang telah digunakan sejak puluhan bahkan ratusan tahun lalu. Dari sektor inilah Rokan Hilir pernah mencatatkan sejarah sebagai salah satu daerah penghasil ikan terbesar di Indonesia,” ujarnya.

Baca Juga :  Giat Patroli Siskamling,Jaga Keamanan Lingkungan.

Jaswadi mengingatkan, penghentian rekomendasi solar subsidi berpotensi berdampak langsung terhadap sekitar 1.500 orang nelayan dan pekerja pendukung, baik di laut maupun di darat, yang tersebar di Pulau Halang dan Sungai Bakau.

Terkait persoalan perizinan yang menjadi sorotan, Jaswadi menegaskan bahwa hal tersebut berada dalam kewenangan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat melalui kementerian terkait. Menurutnya, persoalan administratif seharusnya diselesaikan melalui pembinaan, pendampingan, dan koordinasi lintas instansi.

“Penyelesaian administrasi hendaknya tidak dilakukan dengan cara menghentikan akses nelayan terhadap BBM subsidi yang menjadi kebutuhan dasar mereka,” kata Jaswadi.

Atas dasar itu, ia berharap Dinas Perikanan Kabupaten Rokan Hilir dapat mengambil langkah evaluasi secara dialogis, berkeadilan, dan mengedepankan kepentingan nelayan kecil.

Ia menegaskan, HNSI Rohil siap membuka ruang komunikasi dan dialog dengan seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah dan sesama pengurus organisasi, guna mencari solusi terbaik yang menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan sekaligus melindungi kesejahteraan nelayan.

 

 

 

Laporan: Alek Marzen

Editor: Redaksi

Berita Terkait

Kapolsek Bangko Tinjau Program Ketapang di Suak Air Hitam, Jagung Berpotensi Panen Melimpah
Polsek Kubu Perluas Pengawasan Ketahanan Pangan,Pantau Perkembangan Jagung.
Polres Rohil Ungkap 31 Kasus Narkoba Selama Mei 2026, Kapolres Komitmen Selamatkan Generasi Bangsa Dari Bahaya Narkoba.
Dukung Asta Cita Presiden, Polsek Bangko Monitoring Lahan Jagung 2 Hektare di Suak Air Hitam
Polsek Kubu Dukung Program Asta Cita, Tanam Jagung Serentak 3 Hektar Jaga Ketahanan Pangan
Kapolsek kubu Pantau Perkembangan Tanaman Jagung, Hasil Pertumbuhan Sangat Baik.
Zulpakar, SE., M.Si Siap Tidak Menerima Gaji dan Tunjangan Selama Menjabat Penghulu Bagan Jawa
Dukung Asta Cita Presiden, Bhabinkamtibmas Cek Kesiapan Lahan Tanam Jagung 3 Hektar.

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 23:25 WIB

Jadi Guru Sehari, Polsek Sabak Auh Ajak 50 Murid TK Tanam Pohon & Kenal Rambu Lalin 

Minggu, 31 Mei 2026 - 19:06 WIB

Totalitas Kawal Pangan! Polsek Sabak Auh Titip sisir tiap Jengkal latih jagung Asta Cita, Usia 7 Tahun

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:58 WIB

Aipda Romi Arief: Jagung Pipil Binaan Polsek Sabak Auh Masuk Usia 68 Hari, Rawat Berkala Terus

Rabu, 27 Mei 2026 - 14:22 WIB

Polsek Sabak Auh Laksanakan Pengamanan Takbiran dan Pawai Idul Adha 1447 H

Selasa, 26 Mei 2026 - 18:35 WIB

Polsek Sabak Auh Pantau Lahan Jagung 1 Hektar, Dukung Program Ketahanan Pangan Asta Cita Presiden

Senin, 25 Mei 2026 - 16:49 WIB

Dukung Program Asta Cita, Polsek Sabak Auh Pantau Lahan Jagung Pipil dan Dampingi Petani

Jumat, 22 Mei 2026 - 16:51 WIB

Bhabinkamtibmas Sabak Auh Sosialisasikan Cegah Karhutla Saat Sambangi Peternak Sungai Tengah

Selasa, 19 Mei 2026 - 23:41 WIB

Polsek Sabak Auh Pantau Lahan Jagung di Desa Sabak Permai Dukung Ketahanan Pangan

Berita Terbaru