Ditengah Modernisasi, Masyarakat Batu Enam Bagansiapiapi Masih Merawat Tradisi Warisan Leluhur 

Redaksi

- Redaktur

Minggu, 30 November 2025 - 02:11 WIB

50154 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BAGANSIAPIAPI, BARANEWSRIAU.com |Di tengah arus modernisasi yang terus menggerus identitas lokal, masyarakat Batu Enam, Kepenghuluan Bagan Punak Meranti, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, justru menunjukkan keteguhan dalam merawat tradisi warisan leluhur.

Wilayah yang mayoritas dihuni warga keturunan Jawa, berpadu dengan masyarakat Melayu tempatan ini, menyimpan potret kehidupan sosial yang rukun dan bersahaja. Salah satu tradisi yang tetap terjaga adalah budaya kenduri dengan sedekah nasi bungkus.

Dalam setiap acara, baik kekah (khitanan) maupun takziah, warga tidak menghidangkan jamuan seperti lazimnya. Masyarakat memilih membagikan nasi bungkus kepada tamu dan warga sekitar sebagai bentuk sedekah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sedari dulu kami dibiasakan berbagi dengan cara sederhana. Bukan soal besar kecilnya sedekah, tapi niat dan kebersamaan yang dijaga,” ujar Kusno, salah seorang tokoh masyarakat Jawa di Batu Enam, kepada baranewsriau.com, Minggu (30/11/2025).

Baca Juga :  Tingkatkan Hubungan Silaturahmi,Personil Koramil 04/Kubu Giat Komsos.

Kehidupan sehari-hari warga umumnya bergantung pada sektor pertanian, sebagian lainnya berkebun dan berdagang kecil-kecilan. Meski demikian, kohesi sosial tetap terjaga kuat. Warga terbiasa saling membantu tanpa memandang latar belakang.

Nilai solidaritas ini juga terlihat dari kebiasaan iuran bulanan. Dana yang terkumpul digunakan untuk membantu warga yang tertimpa musibah, baik sakit maupun kematian.

“Kami tidak ingin ada orang yang merasa sendirian kalau sedang susah. Di sini, kalau satu kena musibah, semua ikut menanggung,” kata Kusno.

Gotong royong pun menjadi denyut kehidupan sosial. Baru-baru ini, warga bersama-sama membersihkan area pemakaman umum di sekitar bundaran Gong Batu Enam. Kegiatan dilakukan secara swadaya, melibatkan pemuda hingga orang tua.

Selain itu, budaya Jawa tetap terjaga melalui penggunaan bahasa Jawa halus dalam acara adat. Bahasa tersebut menjadi simbol penghormatan terhadap para leluhur dan sesepuh kampung.

Baca Juga :  Wao...Masyarakat Beramai- Ramai Hadiri Kampanye H Bistamam-Jhony Charles Di Lapangan Bola Mukti Jaya.

“Bahasa itu bukan sekadar alat komunikasi, tapi etika. Di situ ada tata krama, ada ajaran untuk menghormati yang tua dan menyayangi yang muda,” tutur Kusno.

Setiap tahun, warga Batu Enam juga memperingati Malam Satu Suro dengan doa bersama dan rangkaian kegiatan adat yang dibiayai dari swadaya masyarakat.

“Ini momen untuk mengingat asal-usul dan menguatkan batin. Anak-anak muda kami libatkan supaya tahu jati dirinya,” ujarnya.

Di tengah perubahan zaman, masyarakat Batu Enam membuktikan bahwa modernitas tidak harus menghapus tradisi. Kearifan lokal justru menjadi fondasi kuat untuk menjaga persatuan dan harmoni.

Bagi warga setempat, Batu Enam bukan sekadar tempat tinggal. Ia adalah rumah sejarah, ruang budaya, dan simpul kebersamaan yang dirawat dari generasi ke generasi.

 

 

 

Penulis: Alek Marzen

Editor: Redaksi/BNc.

 

Berita Terkait

Kapolsek Bangko Tinjau Program Ketapang di Suak Air Hitam, Jagung Berpotensi Panen Melimpah
Polsek Kubu Perluas Pengawasan Ketahanan Pangan,Pantau Perkembangan Jagung.
Polres Rohil Ungkap 31 Kasus Narkoba Selama Mei 2026, Kapolres Komitmen Selamatkan Generasi Bangsa Dari Bahaya Narkoba.
Dukung Asta Cita Presiden, Polsek Bangko Monitoring Lahan Jagung 2 Hektare di Suak Air Hitam
Polsek Kubu Dukung Program Asta Cita, Tanam Jagung Serentak 3 Hektar Jaga Ketahanan Pangan
Kapolsek kubu Pantau Perkembangan Tanaman Jagung, Hasil Pertumbuhan Sangat Baik.
Zulpakar, SE., M.Si Siap Tidak Menerima Gaji dan Tunjangan Selama Menjabat Penghulu Bagan Jawa
Dukung Asta Cita Presiden, Bhabinkamtibmas Cek Kesiapan Lahan Tanam Jagung 3 Hektar.

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 10:43 WIB

Kapolsek Bangko Tinjau Program Ketapang di Suak Air Hitam, Jagung Berpotensi Panen Melimpah

Selasa, 2 Juni 2026 - 13:46 WIB

Polres Rohil Ungkap 31 Kasus Narkoba Selama Mei 2026, Kapolres Komitmen Selamatkan Generasi Bangsa Dari Bahaya Narkoba.

Minggu, 31 Mei 2026 - 10:01 WIB

Dukung Asta Cita Presiden, Polsek Bangko Monitoring Lahan Jagung 2 Hektare di Suak Air Hitam

Sabtu, 30 Mei 2026 - 15:42 WIB

Polsek Kubu Dukung Program Asta Cita, Tanam Jagung Serentak 3 Hektar Jaga Ketahanan Pangan

Jumat, 29 Mei 2026 - 14:45 WIB

Kapolsek kubu Pantau Perkembangan Tanaman Jagung, Hasil Pertumbuhan Sangat Baik.

Jumat, 29 Mei 2026 - 13:58 WIB

Zulpakar, SE., M.Si Siap Tidak Menerima Gaji dan Tunjangan Selama Menjabat Penghulu Bagan Jawa

Kamis, 28 Mei 2026 - 20:33 WIB

Dukung Asta Cita Presiden, Bhabinkamtibmas Cek Kesiapan Lahan Tanam Jagung 3 Hektar.

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:54 WIB

Riski Kurniawan, S.I.Q., Imam Masjid Khairunnas Pusat Perkantoran Ibukota Rohil

Berita Terbaru