Pembinaan Lapas Kelas IIA Pekanbaru 30 Mei 2026 buktikan warga binaan tetap berkarya dan bermanfaat
PEKANBARU, baranewsriau.com – Stigma negatif terhadap warga binaan pemasyarakatan ditepis melalui kegiatan produktif di Lapas Kelas IIA Pekanbaru. Ratusan WBP membuktikan diri tetap berfungsi dan berkarya lewat senam bersama dan penampilan musik, Sabtu 30 Mei 2026, berdasarkan rilis Humas Lapas Kelas IIA Pekanbaru.
Sejak pagi, lapangan olahraga Lapas dipenuhi semangat warga binaan yang antusias mengikuti senam bersama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Program pembinaan jasmani ini tidak sekadar menjaga kebugaran, tetapi juga melatih disiplin, kekompakan, dan semangat hidup sehat.
Instruktur memandu gerakan senam yang menjadi rutinitas positif bagi warga binaan dalam menjalani masa pembinaan.
Plh. Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yusup Gunawan, hadir langsung memberikan arahan dan motivasi.
Beliau menegaskan bahwa setiap warga binaan memiliki potensi untuk berubah dan tetap memberikan manfaat, baik selama di dalam lapas maupun ketika kembali ke masyarakat.
“Setiap warga binaan adalah manusia yang sedang berproses. Lapas hadir untuk membina, bukan menghukum semata. Kesehatan fisik dan mental adalah modal utama agar mereka bisa kembali berfungsi secara utuh di masyarakat,” tegas Yusup Gunawan.
Beliau juga mengingatkan pentingnya mematuhi tata tertib, mengikuti seluruh program pembinaan, serta menjaga semangat untuk memperbaiki diri.
“Manfaatkan setiap kegiatan yang diberikan dengan baik. Ini bekal kalian untuk kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih positif dan bertanggung jawab,” tambah Yusup.
Usai senam, suasana semakin hidup saat warga binaan menampilkan bakat bermusik dan bernyanyi bersama. Alat musik sederhana dimainkan dengan penuh penghayatan.
Lagu-lagu yang dibawakan menciptakan suasana keakraban dan menghilangkan kejenuhan. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa kreativitas tetap tumbuh meski di balik jeruji.
Selain sebagai hiburan, kegiatan musik terbukti membantu mengurangi stres, meningkatkan kesehatan mental, menumbuhkan rasa percaya diri, serta menjadi wadah menyalurkan bakat positif.
Interaksi melalui seni musik juga mempererat hubungan sosial antar warga binaan dan menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang lebih harmonis.
Melalui kombinasi pembinaan jasmani dan seni, Lapas Kelas IIA Pekanbaru berkomitmen menghadirkan program yang memanusiakan manusia.
Kegiatan ini diharapkan mampu mengubah cara pandang masyarakat bahwa warga binaan bukan kelompok yang harus dihina, melainkan individu yang sedang dibina untuk kembali berfungsi dan berkontribusi.
Lapas Kelas IIA Pekanbaru akan terus menghadirkan program produktif agar setiap warga binaan siap menjalani proses reintegrasi sosial sebagai pribadi yang sehat, terampil, dan bermanfaat di masa mendatang.
Catatan Redaksi: Berita ini disusun dan dikembangkan redaksi “baranewsriau.com” berdasarkan rilis resmi Humas Lapas Kelas IIA Pekanbaru.
Sumber: Humas Lapas Kelas IIA Pekanbaru
Editor: Rosbinner Hutagaol





















































