Dokumentasi: Humas PMII
Forum edukasi hadirkan Satgas PPKPT UNRI, praktisi hukum, dan BEM UNRI
PEKANBARU, Senin 25/5/2026, baranewsriau.com – Pengurus Komisariat PMII Universitas Riau menggelar Diskusi Publik bertajuk RESPONS, singkatan dari Ruang Edukasi dan Sinergi Penanganan Kekerasan Seksual, Jumat 22/5/2026 malam di Coffee Radja Pekanbaru.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Komisariat PMII Universitas Riau Alfu Hidayatullah mengatakan, acara ini sengaja dibuat untuk merespons cepat isu kekerasan seksual di kampus dan menjadi ruang menyamakan persepsi antara mahasiswa, Satgas kampus, serta praktisi hukum.
“Penanganan kekerasan seksual tidak boleh berhenti di regulasi. Harus diwujudkan lewat edukasi dan sinergi nyata agar korban mendapat perlindungan dan pendampingan yang layak,” jelas Alfu.
Pelaksanaan kegiatan sempat terkendala pemadaman listrik massal se-Sumatra yang membuat tegangan tidak stabil.
Namun acara tetap berjalan lancar setelah pihak tempat menggunakan genset sebagai sumber listrik cadangan.
Berkat kesiapan panitia, ketiga narasumber tetap dapat menyampaikan materi kepada peserta yang hadir.
Narasumber pertama, Ketua Satgas PPKPT Universitas Riau Dr. Separen M.H., memaparkan kesiapan sistem dan mekanisme pelaporan kekerasan seksual di kampus.
Ia menegaskan Satgas PPKPT UNRI berkomitmen menjaga kerahasiaan identitas korban dan memberi perlindungan sesuai Permendikbudristek serta UU TPKS.
Narasumber kedua, advokat sekaligus Ketua KOPRI PKC PMII Riau Utari Nelviandi S.H., M.H., membahas aspek advokasi hukum dan perlindungan perempuan.
Ia menjelaskan UU TPKS kini lebih berperspektif korban dan menekankan pentingnya pendampingan psikologis serta hukum yang terpadu agar penyintas tidak mengalami trauma berulang.
Dari sisi gerakan mahasiswa, Presiden BEM UNRI Muhammad Azhari menyoroti pentingnya keberanian dan kesadaran kolektif.
Menurutnya, lembaga kemahasiswaan harus menjadi ruang aman pertama bagi korban untuk melapor dan menjadi motor kampanye pencegahan kekerasan seksual di akar rumput.
Kegiatan mendapat respons positif dari peserta. Dr. Separen mengapresiasi inisiatif PMII UNRI karena forum diskusi seputar kekerasan seksual di level internal maupun eksternal kampus jarang digelar sejak kasus di UNRI mencuat.
“Ini kegiatan yang bagus. Sepertinya belum ada forum seperti ini sebelumnya di UNRI,” ujar Dr. Separen.
Apresiasi juga datang dari PC PMII Kota Pekanbaru yang hadir dalam acara. Mereka menilai panitia berhasil menyiapkan forum edukasi komprehensif hanya dalam waktu tiga hari.
Diskusi diikuti delegasi eksekutif mahasiswa, himpunan mahasiswa, dan kader PMII. Acara ditutup dengan pembacaan pernyataan sikap bersama untuk menolak segala bentuk kekerasan seksual di lingkungan kampus.
Sumber: PMII Komisariat Universitas Riau
Editor: Rosbinner Hutagaol





















































