JAKARTA, baranewsriau.com- Ketua Umum Brigade Rakyat Nusantara (BRN), Dr. Realy Reagen, meminta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi segera memberikan solusi konkret terkait sekitar 1.000 calon dokter yang terancam drop out (DO), Jumat (22/5/2026).
Menurutnya, persoalan ini tidak boleh dibiarkan berlarut karena berdampak pada masa depan mahasiswa dan kebutuhan tenaga kesehatan nasional.
Dr. Realy Reagen menilai dunia pendidikan kedokteran memiliki peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia kesehatan yang berkualitas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Karena itu, setiap persoalan administratif, akademik, maupun regulasi yang berpotensi menghambat kelulusan mahasiswa harus ditangani cepat, adil, dan manusiawi.
“Jangan sampai ribuan calon dokter yang sudah berjuang bertahun-tahun harus kehilangan masa depannya akibat persoalan yang seharusnya bisa dicarikan jalan keluar bersama. Negara membutuhkan tenaga medis yang banyak dan berkualitas, apalagi pelayanan kesehatan masyarakat masih harus terus diperkuat,” ujar Dr. Realy Reagen dalam keterangannya.
Ia juga meminta Kemendikti Saintek untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan yang menjadi penyebab munculnya ancaman DO terhadap para mahasiswa kedokteran tersebut.
Menurutnya, komunikasi antara kampus, pemerintah, organisasi profesi, dan mahasiswa harus diperkuat agar tidak terjadi kesalahpahaman maupun ketidakpastian akademik.
Selain itu, BRN menilai bahwa penyelesaian masalah ini tidak cukup hanya melalui pendekatan administratif semata, melainkan juga harus mempertimbangkan aspek psikologis dan sosial mahasiswa yang terdampak.
Banyak mahasiswa kedokteran yang telah mengorbankan waktu, tenaga, bahkan biaya besar untuk menempuh pendidikan hingga tahap profesi.
“Pemerintah harus hadir memberikan kepastian. Jangan sampai para mahasiswa merasa ditinggalkan. Kita harus menjaga semangat generasi muda yang ingin mengabdi di bidang kesehatan,” lanjutnya.
Dr. Realy Reagen juga mengapresiasi perhatian Komisi IX DPR RI yang telah memberikan sejumlah solusi dan mendorong adanya jalan keluar terhadap persoalan tersebut.
Ia berharap langkah DPR dapat segera ditindaklanjuti oleh kementerian terkait melalui kebijakan yang berpihak kepada mahasiswa tanpa mengabaikan standar kualitas pendidikan kedokteran.
BRN menegaskan komitmennya untuk terus mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan di Indonesia.
Menurut Dr. Realy Reagen, penyelesaian persoalan ini akan menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam melindungi generasi penerus bangsa yang tengah mempersiapkan diri menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat Indonesia.
Sumber: Humas DPP BRN
Editor: Rosbinner Hutagaol





















































