Panipahan Rohul-Riau, baranewsriau.com – Aksi puluhan ibu-ibu di Kelurahan Panipahan, Jumat (3/4/2026), berubah menjadi simbol kemarahan publik terhadap dugaan pembiaran peredaran narkoba oleh aparat penegak hukum. Bertempat di Simpang Empat Jalan Damai, massa secara langsung mendatangi rumah yang disebut-sebut milik terduga bandar narkoba berinisial ML. Jumat (3/04/2026).
Dengan suara lantang, mereka tidak hanya menuntut penangkapan, tetapi juga mempertanyakan keseriusan aparat dalam menangani kasus tersebut.
“Kalau memang serius berantas narkoba, kenapa sampai sekarang belum ditangkap? Jangan tutup mata! ”teriak salah satu peserta aksi.
Warga menilai, dugaan aktivitas peredaran narkoba di lokasi tersebut bukan hal baru. Namun, hingga kini belum terlihat langkah tegas dari pihak kepolisian, baik di tingkat Polsek maupun Polres.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi ini memunculkan dugaan adanya pembiaran yang memicu keresahan luas di tengah masyarakat.
“Ini bukan rahasia lagi di kampung. Semua orang tahu. Tapi kenapa aparat seolah tidak tahu? ”ujar warga lainnya dengan nada kecewa.
Dalam aksinya, massa secara terbuka mendesak Kapolsek dan Kapolres untuk turun langsung ke lapangan dan tidak hanya mengandalkan laporan administratif.
Selain itu, warga juga menyoroti keberadaan tempat hiburan malam, khususnya karaoke family, yang dinilai menjadi titik rawan aktivitas negatif, termasuk dugaan peredaran narkoba.
Warga mendesak agar aparat tidak hanya fokus pada tindakan simbolik, tetapi benar-benar melakukan penindakan menyeluruh.
Tuntutan warga:
– Tangkap terduga bandar narkoba berinisial ML tanpa tebang pilih
– Bongkar jaringan peredaran narkoba di Panipahan
– Evaluasi dan tutup tempat hiburan malam yang diduga bermasalah
– Minta Kapolsek dan Kapolres bertanggung jawab atas situasi yang terjadi
Meski berlangsung dengan pengawalan aparat, aksi ini menjadi peringatan keras bahwa kepercayaan publik terhadap penegakan hukum mulai terkikis.
Warga menegaskan, jika dalam waktu dekat tidak ada tindakan nyata, mereka siap menggelar aksi lanjutan dengan massa yang lebih besar.
“Kalau aparat tidak bergerak, kami yang akan terus bergerak, ”tegas seorang ibu dengan nada tinggi.
(Ibrahim)
Editor: Ros.H





















































