
Rohil BaraNews.com, — Sebagai tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Tim dari Markas Besar TNI melaksanakan kegiatan penyuluhan pencegahan dan penanggulangan Karhutla yang digelar di Aula Kantor Camat Kubu Babussalam, Jalan Lintas Pesisir, Kepenghuluan Sungai Panji-Panji, Kecamatan Kubu Babussalam, Kabupaten Rokan Hilir, pada Selasa (15/9/2026) sekira pukul 11.00 WIB hingga pukul 12.20 WIB.
Rombongan Tim Mabes TNI dipimpin langsung oleh Brigjen TNI Benny Putra, didampingi Kolonel Lek Aris Setianta, Kolonel Mar. M. Asrof Widiarto, S.T., M.Tr.(Hanla), Mayor Inf. Andang Rohadi, Mayor Inf. Roni Kusnandar, serta Mayor Inf. Ade Hermansyah.
Kegiatan ini dihadiri oleh Camat Kubu Babussalam Ahmad Marjan, S.Stp., Camat Kubu Dr. H. Syafrizal, S.Ag., M.Si., Kapolsek Kubu AKP Rudi Hartono Sitinjak, S.H., Danramil 04 Kubu Kapten Inf Ujang Zakaria, serta para Kepala Kepenghuluan, perwakilan perusahaan, Masyarakat Peduli Api (MPA), tokoh masyarakat, dan unsur terkait lainnya se-Kecamatan Kubu dan Kubu Babussalam.
Dalam penyampaian materinya, Kolonel Mar. M. Asrof Widiarto menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Operasi Militer Selain Perang (OMSP), di mana TNI hadir membantu pemerintah daerah, Polri, serta masyarakat dalam penanggulangan bencana. Ditekankan tiga pilar utama pencegahan Karhutla: tingkatkan kesadaran, bangun sinergi, dan perkuat pencegahan. Juga disampaikan informasi dari BMKG bahwa tahun 2027 diprediksi cuaca akan lebih panas dibanding tahun 2026, sehingga kewaspadaan harus ditingkatkan sejak dini.
Sementara itu, Kapolsek Kubu AKP Rudi Hartono Sitinjak, S.H., dalam kesempatan tersebut menyampaikan data perkembangan penanganan Karhutla di wilayahnya. Pada tahun 2025, Kecamatan Kubu dan Kubu Babussalam menjadi wilayah dengan titik api terbanyak di Kabupaten Rokan Hilir, tercatat sebanyak 500 titik api. Dari penindakan hukum, telah tercatat 11 Laporan Polisi dengan 9 tersangka. Namun pada tahun 2026, terjadi penurunan jumlah titik api yang signifikan berkat kerja sama dan kesadaran masyarakat yang terus meningkat.
“Kami sangat mengapresiasi penyuluhan yang disampaikan Tim Mabes TNI. Hal ini semakin memperkuat komitmen kita bersama bahwa pencegahan Karhutla adalah tanggung jawab semua pihak. Sinergi antara TNI, Polri, Pemerintah Kecamatan, Kepala Kepenghuluan, perusahaan, dan seluruh lapisan masyarakat adalah kunci utama agar kebakaran hutan dan lahan dapat dicegah dan ditekan seminimal mungkin,” ujar Kapolsek Kubu.
Lebih lanjut disampaikan, pembagian peran juga telah disepakati: Camat sebagai pengendali dan koordinasi wilayah, Kepala Kepenghuluan menggerakkan masyarakat desa, perusahaan menyiapkan peralatan dan sumber air, Babinsa dan Bhabinkamtibmas menjamin keamanan serta pendampingan, sementara MPA bertugas deteksi dini dan pemadaman awal.
Kegiatan penyuluhan ini penuh antusiasme dari seluruh peserta yang hadir. Harapannya, kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman Karhutla semakin meningkat demi terjaganya lingkungan yang sehat dan lestari.









































