Ilustrasi…
BARANEWSRIAU.com, Bagansiapiapi- Camat Bangko, Aspri Mulya, menyatakan akan memanggil Penjabat (Pj) Penghulu Bagan Jawa menyusul pemberitaan baru baru ini yang tersebar menyebutkan kepala pemerintahan desa tersebut jarang masuk kantor dan dinilai kurang responsif terhadap pelayanan masyarakat.
“Kita akan panggil Pj Penghulu ke kantor untuk dimintai penjelasan,” kata Aspri Mulya saat dikonfirmasi, Kamis (25/12/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga mengapresiasi informasi yang disampaikan masyarakat dan media sebagai bagian dari fungsi kontrol publik. “Terima kasih atas informasinya,” ujarnya.
Langkah pemanggilan tersebut menyusul keluhan warga Kepenghuluan Bagan Jawa, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), terkait kepemimpinan Pj Penghulu Syahrudin. Dalam pemberitaan salah satu media daring, Syahrudin disebut kerap tidak berada di kantor pada jam kerja dan sulit dihubungi ketika dibutuhkan masyarakat.
Seorang warga berinisial K mengungkapkan bahwa kondisi tersebut telah berlangsung cukup lama dan menimbulkan keresahan. Menurutnya, pelayanan publik menjadi tidak optimal dan sejumlah persoalan di tingkat kepenghuluan kerap memicu polemik.
Bahkan, berdasarkan informasi yang beredar di masyarakat, beberapa persoalan disebut masih dalam proses penanganan aparat penegak hukum.
Situasi itu mendorong sebagian warga meminta pemerintah daerah, termasuk Bupati dan Wakil Bupati Rokan Hilir, untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Pj Penghulu Bagan Jawa. Warga juga berharap ada langkah tegas guna menjaga stabilitas pemerintahan desa dan memulihkan kepercayaan publik.
Untuk memastikan keberimbangan informasi, awak media telah berupaya menghubungi Pj Penghulu Bagan Jawa Syahrudin melalui sambungan telepon pada Kamis (25/12/2025). Namun hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan.
Redaksi menegaskan tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari Pj Penghulu Bagan Jawa Syahrudin sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Laporan: Alek Marzen
Editor: Redaksi















































