HNSI Rohil Minta Pemerintah Tak Gegabah Cabut Solar Subsidi Nelayan Bubu Tiang

Redaksi

- Redaktur

Minggu, 14 Desember 2025 - 21:19 WIB

50167 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BARANEWSRIAU.com, ROHIL – Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Rokan Hilir, Jaswadi, merespons pernyataan Ripi Candra dari pemberitaan media online belum lama ini meminta Dinas Perikanan Kabupaten Rokan Hilir meninjau ulang atau menghentikan sementara surat rekomendasi BBM jenis solar subsidi bagi nelayan bubu tiang.

Dalam pernyataan tertulisnya, Jaswadi menyampaikan bahwa setiap pandangan dan masukan dalam kebijakan sektor perikanan merupakan bagian dari dinamika organisasi yang patut dihormati.

Namun demikian, ia menilai persoalan solar subsidi perlu disikapi secara lebih arif, komprehensif, dan mempertimbangkan dampak sosial-ekonomi yang ditimbulkan di lapangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami menghargai pandangan yang disampaikan. Namun, evaluasi kebijakan sebaiknya dilakukan secara menyeluruh dan proporsional, agar tidak berujung pada kebijakan yang justru memberatkan nelayan kecil, “ujar Jaswadi, Minggu (14/12/2025) malam.

Menurut Jaswadi, wacana penghentian atau peninjauan ulang rekomendasi solar subsidi bagi nelayan bubu tiang perlu dikaji secara cermat dengan mengacu pada fakta dan mekanisme yang berlaku.

Ia menegaskan bahwa selama ini penyaluran BBM subsidi kepada nelayan dilakukan melalui prosedur resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah.

Baca Juga :  Perangkat Kepenghuluan Sungai Bakau Diduga 21 Hari Tak Ngantor, Bawa Aset Desa

“Jika muncul kekhawatiran terkait potensi kerugian negara, tentu harus dilandasi dasar hukum dan data yang jelas. Rekomendasi tersebut diterbitkan oleh pemerintah, sehingga nelayan seharusnya tidak diposisikan sebagai pihak yang dipersalahkan,” katanya.

Jaswadi juga memaparkan kondisi riil armada nelayan bubu tiang di Rokan Hilir yang dinilainya masih berada dalam kategori usaha perikanan rakyat. Di Pulau Halang, kapal nelayan bubu tiang rata-rata berkapasitas sekitar 15 hingga 17 ton, sementara di Sungai Bakau hanya sekitar 7 ton.

Dengan kapasitas tersebut, kata dia, ketergantungan nelayan terhadap BBM subsidi masih sangat tinggi untuk menopang keberlangsungan operasional melaut.

Ia menambahkan, aktivitas nelayan bubu tiang turut menopang mata rantai ekonomi daerah. Hasil tangkapan tidak hanya dipasarkan sebagai ikan konsumsi, tetapi juga diolah menjadi produk makanan khas dan oleh-oleh Bagansiapiapi. Sementara ikan berukuran kecil dimanfaatkan sebagai bahan baku pelet untuk kebutuhan budidaya perikanan.

“Bubu tiang adalah alat tangkap tradisional yang telah digunakan sejak puluhan bahkan ratusan tahun lalu. Dari sektor inilah Rokan Hilir pernah mencatatkan sejarah sebagai salah satu daerah penghasil ikan terbesar di Indonesia,” ujarnya.

Baca Juga :  Penggeledahan Disdikbud Rohil "Kejati Riau, Cari Bukti Dugaan Korupsi

Jaswadi mengingatkan, penghentian rekomendasi solar subsidi berpotensi berdampak langsung terhadap sekitar 1.500 orang nelayan dan pekerja pendukung, baik di laut maupun di darat, yang tersebar di Pulau Halang dan Sungai Bakau.

Terkait persoalan perizinan yang menjadi sorotan, Jaswadi menegaskan bahwa hal tersebut berada dalam kewenangan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat melalui kementerian terkait. Menurutnya, persoalan administratif seharusnya diselesaikan melalui pembinaan, pendampingan, dan koordinasi lintas instansi.

“Penyelesaian administrasi hendaknya tidak dilakukan dengan cara menghentikan akses nelayan terhadap BBM subsidi yang menjadi kebutuhan dasar mereka,” kata Jaswadi.

Atas dasar itu, ia berharap Dinas Perikanan Kabupaten Rokan Hilir dapat mengambil langkah evaluasi secara dialogis, berkeadilan, dan mengedepankan kepentingan nelayan kecil.

Ia menegaskan, HNSI Rohil siap membuka ruang komunikasi dan dialog dengan seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah dan sesama pengurus organisasi, guna mencari solusi terbaik yang menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan sekaligus melindungi kesejahteraan nelayan.

 

 

 

Laporan: Alek Marzen

Editor: Redaksi

Berita Terkait

Peringati Hut Korem 031/WB Ke 67 Tahun2026, Koramil 04/Kubu Kodim 0321 Rohil Berbagi Sembako
Cegah Pekat Dan Perdaran Narkoba, Polsek Kubu Bersama Pihak Terkait Patroli Sinergitas.
Kapolsek Kubu Laksanakan Cooling System Sekaligus Hadiri Reses anggota DPRD Rohil.
Tingkatkan Program Han Pangan, Babinsa Dampingi Petani.
Jaga Kebugaran Dan Perkuat Pendekatan Secara Humanis, Polres Rohil Gelar “Senam Pagi Sehat” Bersama Masyarakat.
Kapolsek Panipahan Laksanakan Cooling Syistem Di Gereja HKBP Pasca aksi Demonstrasi, Situasi Kamtibmas Tetap Kondusif.
Dinas PUPR Rohil Turun Langsung ke Bagan Punak Pesisir, Tinjau Banjir Air Pasang yang Rendam Jalan Warga
Tingkatkan Hubungan Silaturahmi, Babinsa Koramil 04/Kubu Giat Komsos.

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 14:28 WIB

Doa Bersama Tandai Dimulainya Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II di Teluk Meranti

Sabtu, 18 April 2026 - 11:35 WIB

Kapolsek Teluk Meranti Apresiasi,  Menyusuri Sungai Kampar, Material Jembatan Tiba di Desa Pangkalan Terap

Kamis, 16 April 2026 - 12:18 WIB

Polsek Teluk Meranti Pelalawan, Patroli Gabungan Antisipasi Karhutla 

Kamis, 16 April 2026 - 11:43 WIB

Polsek Teluk Meranti Pelalawan, Patroli Gabungan Antisipasi Karhutla 

Jumat, 10 April 2026 - 09:51 WIB

Polsek Teluk Meranti Gencarkan Penyebaran Maklumat Kapolda dan Penyuluhan Cegah Karhutla

Selasa, 31 Maret 2026 - 13:18 WIB

Kapolsek Teluk Meranti Laksanakan Kunjungan Perdana ke Kantor Camat, Perkuat Sinergitas

Jumat, 27 Maret 2026 - 16:45 WIB

Sertijab di Polres Pelalawan: IPDA Vicky Risky, Paur Bidhumas Polda Riau, Dilantik Jadi Kapolsek Teluk Meranti Pelalawan

Rabu, 18 Maret 2026 - 23:15 WIB

Kapolda Riau Dampingi Kapolri-Titiek Soeharto Tinjau TNTN: Dukung Pelestarian Gajah hingga Tanam Pohon

Berita Terbaru