Jejak Lama Pemotongan UP di Bapenda Pekanbaru: Pernah Tercium Kejaksaan, Kini Kembali Muncul ke Permukaan

BARA NEWS RIAU

- Redaktur

Selasa, 5 Agustus 2025 - 18:03 WIB

50539 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEKANBARU, – Setelah menunggu sekian lama, akhirnya Upah Pungut (UP) bagi para Tenaga Harian Lepas (THL) dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pekanbaru akhirnya dicairkan. Namun alangkah terkejutnya para THL dan ASN tersebut, ternyata hak yang mereka dapatkan ternyata dipotong.
Menurut pengakuan salah seorang THL Bapenda Pekanbaru yang minta namanya dirahasiakan, pemotongan yang dialami para THL tersebut bervariasi antara Rp 750 ribu hingga Rp 1,2 juta.

“Saya sendiri dipotong sebesar Rp750 ribu rupiah, ” ujar THL tersebut sambil memperlihatkan bukti transfer yang diterimanya melalui rekening di Bank BJB.

Para THL Bapenda ini mengaku bingung dengan pemotongan yang tanpa pemberitahuan dan alasan yang jelas tersebut. “Ada informasi yang mengatakan pemotongan ini karena pimpinan menetapkan grade tertentu, namun seperti apa penetapan grade itu tidak jelas,” ungkapnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepada awak media, THL Bapenda ini mengungkapkan bahwa dirinya selama ini telah melaksanakan tugas dengan baik, ia tidak pernah menerima surat peringatan ataupun sanksi dari atasannya, namun ternyata kena potongan juga.

Baca Juga :  PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) Donasikan 1 Unit Serbaguna Yamaha untuk 8 SMK

“Kalaupun kinerja saya tidak bagus, tentu berpengaruh pada gaji yang saya terima, buktinya gaji saya tetap full seperti biasa. Ini yang kami heran kok bisa UP kami dipotong tanpa sebab yang jelas,” katanya.

Apalagi, saat ditanya kepada koordinator yang biasa melakukan penilaian, ia mengaku bahwa telah memberikan nilai yang baik kepada para THL yang dikoordinir.

THL Bapenda ini juga menceritakan bahwa pencairan UP ini telah mengalami keterlambatan dari jadwal semestinya. Hal ini sempat dipertanyakan oleh sejumlah THL. “Bahkan ada THL yang mengadukan langsung ke media sosial Pak Wali Kota Agung Nugroho,” terangnya.

Ia mengaku sempat mendapat informasi bahwa ada peran Pj Sekda Pekanbaru, Zulhelmi Arifin, terkait keterlambatan pencairan UP tersebut. “Pak Pj Sekdako sering datang ke Kantor Bapenda menjumpai Plt Kaban. Pernah sampai seminggu dua kali, bahkan pernah sampai tengah malam. Nggak tau juga apa keperluannya,” jelas anggota THL ini.

Baca Juga :  Diduga Kadisdik Menutupi Informasi yang Dibutuhkan Media, AMI Minta Sekda Panggil Kadisdik Pekanbaru

Awak media kemudian mencoba melakukan cross check kepada sejumlah THL dan ASN. Salah seorang THL di salah satu UPT Bapenda Pekanbaru mengaku memang ada pemotongan UP yang dialami THL di UPT tempat dia bekerja.

Sementara itu, Plt Kepala Bapenda Pekanbaru Tengku Denny Muharpan saat dikonfirmasi soal pemotongan itu membantah pihaknya melakukan pemotongan UP. “Tidak ada pemotongan, tidak benar info itu pak,” ujarnya saat dihubungi melalui telepon selulernya, Selasa (5/82025).

Menurut informasi yang ditelusuri awak media, pemotongan UP di Bapenda Pekanbaru bukan baru kali ini terjadi, Saat Zulhelmi Arifin menjabat sebagai Kepala Bapenda Pekanbaru, ia juga pernah melakukan pemotongan UP bagi THL dan ASN di lingkungan Bapenda. Bahkan, masalah pemotongan UP ini sempat diendus pihak Kejaksaan . Namun entah mengapa kasusnya kemudian hilang begitu saja. *

Sumber : TNN / DPP AMI

Berita Terkait

Gelar Jumat Curhat Polda Riau di Polsek Sukajadi, Serap Aspirasi Masyarakat dan Pelaku Usaha
Polresta Pekanbaru Gelar Pelatihan Keselamatan Lancang Kuning 2026: Kapolresta Pimpin Langsung 
Kapolresta Pekanbaru Pimpin Doa Bersama dan Mulai Pembangunan Jembatan Presisi di Rumbai: Polri Menjawab Keluhan Warga
Bakti Kesehatan: Polda Riau Gelar Donor Darah dalam rangka Jumat Berkah
Tim Penkum Kejati Riau Turun Langsung, Berikan Edukasi Anti-Bullying di SMA Cendana
Kapolda Riau Pimpin Langsung: Tak Ada Toleransi untuk Narkoba, 12 Polisi Nakal di Pecat
Tingkatkan Sinergi Antar-APH, Kalapas Pekanbaru Kunjungi Kejari Pekanbaru dan Polresta Pekanbaru
Kejati Riau Berikan Edukasi Anti Kekerasan Seksual di SMAN Plus Provinsi Riau 

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 18:18 WIB

Gelar Jumat Curhat Polda Riau di Polsek Sukajadi, Serap Aspirasi Masyarakat dan Pelaku Usaha

Jumat, 30 Januari 2026 - 18:10 WIB

Polresta Pekanbaru Gelar Pelatihan Keselamatan Lancang Kuning 2026: Kapolresta Pimpin Langsung 

Jumat, 30 Januari 2026 - 17:18 WIB

Kapolresta Pekanbaru Pimpin Doa Bersama dan Mulai Pembangunan Jembatan Presisi di Rumbai: Polri Menjawab Keluhan Warga

Kamis, 29 Januari 2026 - 16:56 WIB

Tim Penkum Kejati Riau Turun Langsung, Berikan Edukasi Anti-Bullying di SMA Cendana

Kamis, 29 Januari 2026 - 15:17 WIB

Kapolda Riau Pimpin Langsung: Tak Ada Toleransi untuk Narkoba, 12 Polisi Nakal di Pecat

Kamis, 29 Januari 2026 - 12:12 WIB

Tingkatkan Sinergi Antar-APH, Kalapas Pekanbaru Kunjungi Kejari Pekanbaru dan Polresta Pekanbaru

Kamis, 29 Januari 2026 - 10:00 WIB

Kejati Riau Berikan Edukasi Anti Kekerasan Seksual di SMAN Plus Provinsi Riau 

Kamis, 29 Januari 2026 - 03:00 WIB

Lapas Pekanbaru Panen Sayur Pak Coy, Wujud Nyata Dukung Ketahanan Pangan Nasional dan 15 Program Aksi Kemenimipas 2026

Berita Terbaru