KAMPAR — Upaya digitalisasi tata kelola desa kembali diperkuat melalui kegiatan sosialisasi dan workshop Sistem Informasi Laporan RT/RW serta pemasangan sistem absensi fingerprint berbasis cloud di Desa Koto Mesjid, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Jumat (18/4/2025). Kegiatan ini dipandu oleh Muhammad Ridho Nosa, dosen Jurusan Teknik Informatika Politeknik Negeri Bengkalis sekaligus konsultan teknologi informasi.
Desa Koto Mesjid yang dikenal sebagai “Kampung Patin” tidak hanya menonjol dalam sektor perikanan, tetapi juga kerap menjadi pelopor penerapan teknologi digital. Desa ini bahkan pernah mencatat prestasi nasional dengan meraih Juara 1 Lomba Desa Tingkat Nasional 2023, salah satunya berkat inovasi teknologi yang diterapkan dalam tata kelola administrasi dan pelayanan publik. Sosialisasi kali ini menjadi bagian dari tindak lanjut untuk memperkuat kapabilitas digital desa dalam mendukung pemerintahan yang lebih efektif, akuntabel, dan transparan.

ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kegiatan tersebut, Muhammad Ridho Nosa didampingi dua mahasiswa Politeknik Negeri Bengkalis, Fiqri Abdul Aziz dan Muhammad Azmi, yang terlibat langsung mendampingi perangkat desa dalam aspek teknis. Keduanya berperan membantu instalasi sistem, pelatihan operator, hingga simulasi penggunaan perangkat.
Materi workshop mencakup tiga hal utama. Pertama, pengenalan sekaligus pelatihan penggunaan Sistem Informasi Laporan RT/RW yang memungkinkan pengelolaan data administrasi wilayah secara real-time dan terintegrasi. Kedua, instalasi dan konfigurasi perangkat absensi fingerprint berbasis cloud yang ditujukan untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi pencatatan kehadiran perangkat desa. Ketiga, simulasi penggunaan sistem serta pelatihan troubleshooting dasar, sehingga aparatur desa mampu mengelola dan menyelesaikan kendala teknis secara mandiri

Menurut Muhammad Ridho, penguatan sistem informasi dan digitalisasi administrasi ini diharapkan dapat mendorong Desa Koto Mesjid semakin konsisten dalam mengembangkan inovasi. “Kami berharap dengan adanya sosialisasi dan implementasi sistem ini, Desa Koto Mesjid dapat memperkuat prestasinya dalam inovasi digital, sekaligus menjadi role model bagi desa-desa lain di Kabupaten Kampar dan Riau,” ujarnya.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari aparatur desa maupun masyarakat. Mereka menilai penerapan sistem informasi yang lebih terstruktur akan memberikan dampak nyata terhadap kualitas pelayanan publik, efisiensi kerja perangkat desa, serta transparansi pengelolaan pemerintahan desa. Digitalisasi ini sekaligus menjadi jawaban atas tantangan era teknologi yang menuntut tata kelola lebih modern tanpa meninggalkan karakter dan identitas desa sebagai sentra perikanan patin. (EB)
















































