APBD Riau Terancam Defisit Rp3,5 Triliun, Pj Sekda Taufik OH Angkat Bicara

BARA NEWS RIAU

- Redaktur

Selasa, 25 Maret 2025 - 01:42 WIB

50464 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pekanbaru Riau. Isu defisit keuangan yang menerpa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau akhirnya dijawab lugas oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Riau, Taufik Oesman Hamid. Taufik yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Riau menyebutkan, daerah ini berpotensi mengalami defisit anggaran hingga Rp3,5 triliun pada tahun 2025.

Menurut Taufik, potensi defisit ini muncul setelah pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap realisasi pendapatan daerah tahun anggaran 2024. Ia memaparkan, realisasi pendapatan daerah hanya mencapai 85,38 persen dari target yang ditetapkan.

“Ini menyebabkan pendapatan tidak tercapai sekitar Rp1,6 triliun lebih, yang berdampak langsung pada tunda bayar berbagai kegiatan di 2024,” jelas Taufik saat meninjau stok sembako di Gudang Bulog, Jalan Sudirman, Pekanbaru, Senin (24/3/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi tersebut, lanjutnya, membawa efek domino ke tahun anggaran 2025. Bapenda Riau diminta melakukan simulasi ulang (exercise) atas potensi pendapatan yang diperkirakan akan turun lebih dari Rp1,3 triliun. Alhasil, pendapatan daerah tahun ini diproyeksikan hanya sekitar Rp8,2 triliun.

Baca Juga :  Jelang HUT Lalu Lintas Ke - 70 Ditlantas Polda Riau Gelar Police Goes To Campus di STTP, Mahasiswa Dibekali Etika Berlalu Lintas, Wawasan Kebangsaan, dan Green Policing

“Penurunan terbesar terjadi di Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp1,1 triliun, diikuti pendapatan transfer turun Rp190 miliar lebih, dan pendapatan lain-lain juga terkoreksi,” ujarnya.

Di sisi lain, belanja daerah justru mengalami peningkatan. Selain belanja yang telah dianggarkan sebesar Rp9,5 triliun di APBD murni 2025, pemerintah juga harus menanggung tunda bayar tahun sebelumnya sebesar Rp916 miliar lebih. Ditambah lagi, tunda salur bagi hasil kabupaten/kota Rp550 miliar, beban pajak (PFK) Rp39 miliar, dan kekurangan anggaran untuk belanja pegawai sebesar Rp705 miliar.

“Kalau kita totalkan, kebutuhan belanja mencapai Rp11,7 triliun lebih. Dengan pendapatan hanya Rp8,2 triliun, maka potensi defisitnya ada di angka Rp3,5 triliun,” jelas Taufik.

Ia menegaskan, Pemprov Riau telah menyiapkan langkah efisiensi ketat. Meski begitu, pelayanan publik tetap akan menjadi prioritas utama.

Baca Juga :  Santuni Dhuafa Dan Fakir Miskin, UMRI Gelar Tabligh Akbar Hadirkan Prof. Din Syamsuddin

“Bapak Gubernur sudah instruksikan untuk melakukan efisiensi, tapi layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur tidak boleh terganggu,” ucapnya.

Terkait kabar defisit yang hanya sekitar Rp132 miliar sebagaimana yang disebut-sebut beberapa pihak, Taufik membenarkan, namun menegaskan bahwa angka tersebut merujuk pada defisit yang tercatat di buku APBD murni 2025.

“Itu memang angka defisit formal yang tertuang dalam APBD, dan rencananya akan ditutupi dari SiLPA. Tapi persoalan besarnya adalah dampak riil dari rendahnya pendapatan 2024 yang berimbas ke 2025,” tandasnya.

Ia menyebut, Pemprov masih menunggu hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk mengetahui besaran riil SiLPA yang bisa dimanfaatkan pada APBD Perubahan 2025.

“Kita tunggu saja berapa finalnya nanti setelah audit BPK rampung,” tutup Taufik.

( Effendi Basri).

Berita Terkait

Gelar Jumat Curhat Polda Riau di Polsek Sukajadi, Serap Aspirasi Masyarakat dan Pelaku Usaha
Polresta Pekanbaru Gelar Pelatihan Keselamatan Lancang Kuning 2026: Kapolresta Pimpin Langsung 
Kapolresta Pekanbaru Pimpin Doa Bersama dan Mulai Pembangunan Jembatan Presisi di Rumbai: Polri Menjawab Keluhan Warga
Bakti Kesehatan: Polda Riau Gelar Donor Darah dalam rangka Jumat Berkah
Tim Penkum Kejati Riau Turun Langsung, Berikan Edukasi Anti-Bullying di SMA Cendana
Kapolda Riau Pimpin Langsung: Tak Ada Toleransi untuk Narkoba, 12 Polisi Nakal di Pecat
Tingkatkan Sinergi Antar-APH, Kalapas Pekanbaru Kunjungi Kejari Pekanbaru dan Polresta Pekanbaru
Kejati Riau Berikan Edukasi Anti Kekerasan Seksual di SMAN Plus Provinsi Riau 

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 18:18 WIB

Gelar Jumat Curhat Polda Riau di Polsek Sukajadi, Serap Aspirasi Masyarakat dan Pelaku Usaha

Jumat, 30 Januari 2026 - 18:10 WIB

Polresta Pekanbaru Gelar Pelatihan Keselamatan Lancang Kuning 2026: Kapolresta Pimpin Langsung 

Jumat, 30 Januari 2026 - 17:18 WIB

Kapolresta Pekanbaru Pimpin Doa Bersama dan Mulai Pembangunan Jembatan Presisi di Rumbai: Polri Menjawab Keluhan Warga

Kamis, 29 Januari 2026 - 16:56 WIB

Tim Penkum Kejati Riau Turun Langsung, Berikan Edukasi Anti-Bullying di SMA Cendana

Kamis, 29 Januari 2026 - 15:17 WIB

Kapolda Riau Pimpin Langsung: Tak Ada Toleransi untuk Narkoba, 12 Polisi Nakal di Pecat

Kamis, 29 Januari 2026 - 12:12 WIB

Tingkatkan Sinergi Antar-APH, Kalapas Pekanbaru Kunjungi Kejari Pekanbaru dan Polresta Pekanbaru

Kamis, 29 Januari 2026 - 10:00 WIB

Kejati Riau Berikan Edukasi Anti Kekerasan Seksual di SMAN Plus Provinsi Riau 

Kamis, 29 Januari 2026 - 03:00 WIB

Lapas Pekanbaru Panen Sayur Pak Coy, Wujud Nyata Dukung Ketahanan Pangan Nasional dan 15 Program Aksi Kemenimipas 2026

Berita Terbaru