ROHIL, Baranewsriau.com|Keberadaan belangkas (atau horseshoe crab) di perairan Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau, masih cukup melimpah. Spesies laut purba yang dikenal sebagai “fosil hidup” ini ditemukan hidup dan berkembang biak di beberapa titik pesisir, mulai dari perairan Bagansiapiapi, Sinaboi, hingga Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas.
Warga pesisir setempat menyebut belangkas kerap terlihat di kawasan berlumpur atau di muara sungai yang menghadap ke Selat Malaka. Selain dimanfaatkan telurnya untuk dikonsumsi, sebagian masyarakat juga menjadikannya sebagai sumber ekonomi tambahan.
“Kalau musimnya, belangkas sering naik ke pantai untuk bertelur. Ada juga warga yang menangkapnya untuk dijual,” kata seorang nelayan asal Bagansiapiapi, Jumat (17/10/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun di balik potensi ekonomi tersebut, belangkas sejatinya merupakan jenis biota laut yang dilindungi sebagian oleh peraturan pemerintah. Penangkapan dan perdagangan tanpa izin dapat menimbulkan ancaman terhadap populasi dan keseimbangan ekosistem laut.
Larangan dan Sanksi Hukum
Dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 59 Tahun 2021 tentang Jenis Ikan yang Dilindungi, beberapa jenis belangkas (Tachypleus gigas dan Carcinoscorpius rotundicauda) masuk dalam daftar yang pengelolaannya diawasi secara ketat.
Selain itu, Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan, sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 45 Tahun 2009, menegaskan bahwa setiap orang yang menangkap, menyimpan, mengangkut, atau memperniagakan jenis ikan yang dilindungi tanpa izin dapat dikenai sanksi pidana penjara paling lama enam tahun dan denda maksimal Rp1,5 miliar (Pasal 100 huruf a dan Pasal 102).
” Penjualan belangkas tanpa izin jelas melanggar hukum. Pemerintah daerah sebaiknya memperkuat pengawasan dan edukasi agar masyarakat memahami nilai konservasi biota laut ini,” kata Jufrianto bagian Karantina wilayah tugas Bagansiapiapi di konfirmasi media.
Potensi Edukasi dan Ekowisata
Selain bernilai ekologis, keberadaan belangkas juga dapat dikembangkan sebagai potensi edukasi dan ekowisata bahari. Sejumlah daerah di Asia Tenggara telah menjadikan konservasi belangkas sebagai daya tarik wisata ilmiah.
” Belangkas punya peran penting dalam keseimbangan ekosistem pantai. Kalau dikelola dengan baik, ini bisa menjadi sumber pengetahuan dan wisata edukatif,” Kata seorang Pengamat.
Dengan langkah konservasi yang tepat, laut Rohil bukan hanya menyimpan sejarah panjang peradaban pesisir, tetapi juga menjaga warisan biota purba yang masih bertahan hingga kini.
Catatan Redaksi:
Belangkas merupakan biota laut yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pantai. Meski memiliki nilai ekonomi, penangkapan dan perdagangan belangkas tanpa izin melanggar hukum dan berpotensi mengancam keberlangsungan spesies ini.
Penulis: Alek Marzen
Editor: Redaksi
















































