Penyaluran Pupuk Cetak Sawah Sungai Besar Disorot, Dugaan Konflik Kepentingan Menguat

ALEK MARZEN

- Redaktur

Kamis, 5 Februari 2026 - 22:57 WIB

5059 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar ilustrasi

BARANEWSRIAU.com, ROHIL | Keterlibatan Wakil Ketua Badan Permusyawaratan Kepenghuluan (BPKep) Sungai Besar dalam penyaluran pupuk urea bantuan program cetak sawah terus menuai sorotan tajam publik.

Penyaluran pupuk tersebut diketahui dilakukan bersama Ketua Brigade Pangan (PB) yang merupakan abang kandung Ketua BPKep Sungai Besar, sekaligus menjabat sebagai Ketua Program Cetak Sawah di Kepenghuluan Sungai Besar, Kecamatan Pekaitan, Kabupaten Rokan Hilir, Riau.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Situasi ini memunculkan dugaan kuat adanya konflik kepentingan dalam distribusi pupuk urea yang diduga merupakan bantuan dari Pemerintah Provinsi Riau untuk mendukung program ketahanan pangan nasional.

Sorotan publik semakin menguat setelah beredar pengakuan dari Darma selalu ketua BP sebagai pihak yang membagikan pupuk di lapangan.

Ia menyebut pupuk tersebut bukan pupuk bersubsidi, melainkan bantuan untuk program cetak sawah, sehingga dibagikan langsung olehnya.

“Pupuk ini bukan pupuk bersubsidi. Ini bantuan untuk cetak sawah, jadi saya yang bagi. OPLA juga saya bagi. Di lapangan saya maunya aman-aman saja,” ujar Darma kepada Baranewsriau.com, belum lama ini.

Baca Juga :  Gudang Penimbunan Solar Ilegal Dijalan Kadirin Bebas Beroprasi,Diduga Libatkan Oknum TNI Aktif

Namun, Darma juga mengakui adanya pemungutan uang dari penerima pupuk dengan alasan operasional.

“Uang yang saya pungut sebagian untuk anggota yang bekerja saat pembagian pupuk, sebagian untuk sewa gudang, dan sebagian lagi saya bikin tempat alat bantuan alsintan,” ungkapnya.

Praktik tersebut dinilai tidak sejalan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas, terlebih jika pupuk urea tersebut merupakan bantuan pemerintah yang seharusnya diterima masyarakat tanpa pungutan apa pun.

Di sisi lain, Penghulu Sungai Besar, Antok Sutomo, menegaskan bahwa dirinya tidak mengetahui dan tidak terlibat dalam penyaluran pupuk bantuan tersebut.

Saat dikonfirmasi, Antok menyatakan bahwa sebagai Datuk Penghulu, ia tidak pernah menerima laporan maupun melakukan koordinasi terkait distribusi pupuk cetak sawah dimaksud.

“Saya tidak tahu menahu soal penyaluran pupuk itu. Tidak ada koordinasi kepada saya, baik secara langsung maupun lintas kepenghuluan. Saya juga tidak terlibat dalam kegiatan tersebut,” tegas Antok Sutomo pada Selasa (03/02/2026) lalu.

Baca Juga :  Diberitakan Berhentikan Sekdes Melanggar Aturan, Pj Penghulu Pedamaran Taufik Irfandi, S.Pd., Berikan Klarifikasi

Pernyataan Penghulu Sungai Besar ini semakin memperkuat pertanyaan publik mengenai mekanisme penyaluran pupuk, jalur koordinasi, serta fungsi pengawasan internal di tingkat kepenghuluan dan BPKep.

Pengamat menilai, apabila benar pupuk urea tersebut berasal dari program pemerintah provinsi dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional, maka pola distribusi yang tidak transparan dan tanpa koordinasi resmi berpotensi mencederai semangat besar program Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada pangan dan tata kelola bantuan yang bersih.

Hingga berita ini diterbitkan, Wakil Ketua BPKep Sungai Besar, Ketua Brigade Pangan, serta instansi terkait di tingkat kecamatan dan kabupaten belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan konflik kepentingan dan pungutan dalam penyaluran pupuk tersebut.

Media ini akan terus menyoroti dan menelusuri kasus ini secara berkelanjutan hingga terbuka terang, demi memastikan bantuan pertanian benar-benar sampai kepada petani sesuai aturan dan tujuan program nasional.

 

 

Laporan: Alek Marzen

Editor: Redaksi

Berita Terkait

RSUD Protomo Bagansiapiapi Buka Poli Jiwa, Layani Konsultasi Kesehatan Mental Masyarakat
Merespon Instruksi Presiden, Koramil 04/Kubu Gelar Goro Bersama Upika.
Babinsa Koramil 04/Kubu Ajak Warga Aktifkan Siskamling
Jaga Kamtibmas,Personil Koramil 04/Kubu Giat Patroli Siskamling.
Polres Rohil Gelar Konferesi Pers Terkait Pengungkapan Tindak Pidana Penyalagunaan Niaga LPG Subsidi.
Jelang Imlek Dan Sambut Bulan Suci Ramadhan, Polsek Kubu Gelar Pertuan Dengan Masyarakat Pulau Halang.
Akses ke Sekolah Makin Kokoh, Jembatan Presisi di Rohil Mulai Dicor
Tingkatkan Program Han Pangan,Babinsa Dampingi Petani Rawat Tanaman Padi.

Berita Terkait

Minggu, 8 Februari 2026 - 00:13 WIB

Pimpin Rapat Pengusutan Kasus Gajah Dibunuh, Kapolda: Penyelidikan Dilakukan Secara Ilmiah 

Sabtu, 7 Februari 2026 - 22:07 WIB

Peran Aktif dan Kekompakan Warnai Pertemuan Rutin DWP Lapas Pekanbaru

Sabtu, 7 Februari 2026 - 17:55 WIB

APDESI MERAH PUTIH: Pemerintah Desa Harus Jadi Pembina Peradaban Masyarakat

Sabtu, 7 Februari 2026 - 16:35 WIB

Peran Strategis Pemerintah Desa dalam Menyiapkan Generasi Emas Desa yang Unggul dan Berkarakter

Jumat, 6 Februari 2026 - 23:38 WIB

Bangkai Gajah di Pelalawan ditemukan karena dibunuh, Polda Riau Beri Penjelasan dalam Konferensi pers 

Jumat, 6 Februari 2026 - 22:17 WIB

Unilak dan Polda Riau Tandatangani MoU tentang Implementasi Green Policing

Jumat, 6 Februari 2026 - 21:35 WIB

Lapas Kelas IIA Pekanbaru Gandeng DLHK, Warga Binaan Dibekali Penyuluhan Pengelolaan Sampah

Jumat, 6 Februari 2026 - 18:45 WIB

Gerak Sehat dari Balik Jeruji: Warga Binaan Lapas Kelas IIA Pekanbaru Gelar Senam Bersama

Berita Terbaru